“Selain merayakan tanda jadi kelahiran era baru Spanyol, pasangan suami-istri musisi flamenco Lole y Manuel, menghantarkan “Nuovo Dia” yang turut membawa cahaya pembaharuan dalam komunitas flamenco.”
Tahun 1975 merupakan titik nadir sekaligus fajar bagi Spanyol yang merangkak dari cengkraman penindasan. Kediktatoran Francisco Franco selama 40 tahun, runtuh di atas ranjang kematiannya pada 20 November 1975, membuat semboyan “La Transicion” berkibar sebagai transisi Spanyol menuju negara Demokratis. Secara kebetulan atau disengaja, sepasang suami-istri musisi flamenco: Dolores Montoya Rodríguez (Lole) dan Manuel Molina Jiménez (Manuel) merilis album debut di tahun kejatuhan Franco, berjudul “Nuovo Dia”, yang secara harfiah mengartikan “Hari Baru”. Seperti bunyi syair lagu pembuka self-track: “Cahaya menaklukkan kegelapan / Di ladang yang jauh Udara berbau roti segar Desa terbentang” pasangan emas ini turut menselebrasikan kemenangan yang didamba-dambakan masyarakat Spanyol selama 40 tahun.
Selain merayakan tanda jadi kelahiran era baru Spanyol, “Nuovo Dia” turut membawa cahaya pembaharuan dalam komunitas flamenco. Pada periodisasi awal, konservatisme puritan flamenco menolak segala perubahan, membentengi identitas asli dan keluhuran tradisi flamenco. “Nuovo Dia” setidaknya membuka celah rekonsiliasi dan mengenalkan konsep genre nuevo flamenco (flamenco baru). Pasangan Lole y Manuel, masih rela mencium tangan, menghormati tradisi marwah flamenco, sembari membawa buah tangan pengaruh musik dari kampung kelahiran Lole di Sevilla.
Tidak mengherankan bahwa corak vokal Lole lekat oleh gaya cengok Arabic, sebagai peninggalan sejarah kaum Muslim yang pernah menegakkan kekuasaan di sepanjang semanjung Andalusia. Secara tidak langsung porosnya terkonsentrasi pada vokal Lole dengan emosi maupun improvisasi vokal yang tidak dipoles untuk mencari kemerduan semata. Kabar baik dan pengharapan ini harus disebarluaskan dengan cara yang lantang, Lole menunjukannya, membuka pita suaranya selebar-lebarnya, diiringi improvisasi gitar Manuel memainkan untaian nada rumit yang bersitegang.
Manuel menghentakkan jemarinya pada senar, menghasilkan suara sember yang keras, sekaligus berfungsi sebagai medium perkusif, seperti yang ditunjukkan pada “el rio de mi sevilla”. Pada “un cuento para mi niño” moderenisasi mulai bekerja, ketika pasangan ini meletakan bass elektrik sebagai pegangan nada dasar untuk melancarkan tarian improvisasi tango berirama di atasnya. Pertemuan tidak sengaja Manuel dengan Paco de Luca muda, telah mengubah cara Manuel memetik senar. Manuel memiliki kelincahan yang sama luwes-nya, namun enggan mengumpulkan distribusi improvisasi nada yang memiliki rentang selebar sang legenda.
Manuel merasa nyaman membunyikan senar secara berat dan perkusif, menjaganya agar improvisasi hanya berada pada batas oktaf pertama gitar. Meskipun proses pembuatan album ini dilatarbelakangi perselisihan dari Lole & Manuel yang enggan meneken kontrak label, lalu memilih membawa salinan Demo ke Sevilla, “Nuovo Dia” tetap membawa pesan perdamaian, pengharapan, dan pandangan ke depan yang bisa melupakan masa lalu, dan merancang masa depan dari keleluasan momen saat ini.
Baca Juga : 713avo Amor – Teriakan Benteng Terakhir Keadilan





