Musik sejatinya dibuat untuk menyebarkan kebaikan. Jika sekiranya ada musik jahat dan berpihak pada hal-hal negatif, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk membawa sukacita. Jika sekiranya ada musik pembawa duka dan berpihak pada keputusasaan, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk menyalurkan semangat. Jika sekiranya ada musik yang mendatangkan kecemasan dan membuat jiwa-jiwa menjadi lelah akan kehidupan, sejatinya itu bukan musik. Musik dibuat untuk kedamaian. Jika sekiranya ada musik yang selalu membawa iri dengki dan kegaduhan yang mengacaukan, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk keindahan. Jika sekiranya ada musik mendatangkan keburukan dan petaka, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk ucapan rasa syukur. Jika sekiranya ada musik yang melantunkan sumpah serapah dan kata-kata yang melukai perasaan, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk menghibur. Jika sekiranya ada musik yang kerjaannya mencela dan mengolok-ngolok kawannya, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk kesucian. Jika sekiranya ada musik mendatangkan dosa dan najis, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk melahirkan kebijaksanaan. Jika sekiranya ada musik yang menjerumuskan dalam kebodohan dan kesesatan, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk keselarasan. Jika sekiranya ada musik yang berselisih pandangan dan tidak memiliki kehendak penyatuan, sejatinya itu bukan musik. Musik sejatinya dibuat untuk payung keteduhan. Jika sekiranya ada musik yang hanya menyalakan kobaran api kebencian dan murka, sejatinya itu bukan musik.  

Tier -2 – PVA – Blush

Iceberg-PVA-Blush

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ.

Menengok dan menyusuri ke arah kiri, terpelantuk batu kerikilโ€ฆ..

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ.

Menengok dan menyusuri ke arah kanan, terperosok ke dalam lubangโ€ฆ.

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ.

Menengok dan menyusuri ke arah kiriโ€ฆ

Ada batu kerikilโ€ฆ,berputar melewatinyaโ€ฆ..

Melaju mobil berlawanan arah dan menabraknyaโ€ฆ. 

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ.

Menengok dan menyusuri ke arah kananโ€ฆ

Ada lubangโ€ฆ, lompat dan terus melajuโ€ฆ.

Seekor kucing menyeberang dan melindasnyaโ€ฆ.

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ.

Menengok dan menyusuri ke arah kiriโ€ฆ

Ada batu kerikilโ€ฆ, berputar melewatinyaโ€ฆ

Melaju  mobil berlawanan arah, bergeser menghindarinyaโ€ฆ.

Sebuah batu jatuh menggelinding dan menghantamโ€ฆ 

Ada sebuah jalanan yang harus dilewatiโ€ฆ 

Menengok dan menyusuri ke arah kananโ€ฆ.

Ada lubangโ€ฆ, lompat dan terus melajuโ€ฆ

Seekor kucing menyeberang, berhenti sejenakโ€ฆ

Pohon tumbang tersambar petir dan menutup jalananโ€ฆ 


Ada sebuah jalan yang harus dilewatiโ€ฆ

Area sebelah kiri jalan, terdapat kerikilโ€ฆ.

Area sebelah kiri jalan, terdapat mobil melaju berlawanan arahโ€ฆ

Area sebelah kiri jalan, terdapat batu menggelindingโ€ฆ

Okโ€ฆsaatnya beranjak menelusuri jalan sebelah kiriโ€ฆ

Memutari kerikilโ€ฆ,bergeser menghindari mobilโ€ฆ, tambah kecepatan menghindari batuโ€ฆ

Tak disangka muncul lesakkan peluruโ€ฆmenghentikan perjalanan โ€ฆ

Ada sebuah jalan yang harus dilewatiโ€ฆ

Area sebelah kanan jalan, terdapat lubang

Area sebelah kanan jalan, terdapat kucing menyeberangโ€ฆ

Area sebelah kanan jalan, terdapat pohon tumbang tersambar petirโ€ฆ

Okโ€ฆsaatnya beranjak menelusuri jalan sebelah kananโ€ฆ

Melompati lubangโ€ฆ, berhenti membiarkan kucing menyeberangโ€ฆ, belok menghindari pohon…

Tak disangka jalanan terperosok longsorโ€ฆmenghentikan perjalananโ€ฆ


Ada sebuah jalan yang harus dilewatiโ€ฆ

Apa yang aku harus lakukan?

Di area sebelah kiri jalan, terdapat kerikilโ€ฆ

Maka aku harus melewati kerikil dengan cara memutari kerikilโ€ฆ

Selanjutnya, di area sebelah kiri jalan, terdapat mobil melaju berlawanan arahโ€ฆ

Maka aku harus menghindari mobil dengan cara bergeser melawan arah posisi mobilโ€ฆ

Rintangan berikutnya, di area sebelah kiri jalan, terdapat batu menggelindingโ€ฆ

Maka aku harus mendahului batu dengan cara menambah laju kecepatanโ€ฆ

Jika ada benda yang melesak berlawanan arahโ€ฆaku akan menghindarinyaโ€ฆ

Jika ada benda yang bertebaran di tahanโ€ฆaku akan melindasnyaโ€ฆ

Jika ada benda yang jatuh dari langitโ€ฆ aku akan berputar balikโ€ฆ

Ok, sekarang aku akan menyusuri area kiri jalanโ€ฆ

Semua rintangan berhasil dilaluiโ€ฆtapi ada genangan air di depanโ€ฆ

Apa yang harus aku lakukan? Perjalananku berhenti sampai di siniโ€ฆ

Ada sebuah jalan yang harus dilewatiโ€ฆ

Apa yang aku harus lakukan?

Di area sebelah kanan jalan, terdapat lubangโ€ฆ

Maka aku harus melewati lubang dengan cara melompati lubangโ€ฆ

Selanjutnya, di area sebelah kanan jalan, terdapat kucing menyeberang jalanโ€ฆ

Maka aku harus menghindari kucing dengan cara berhenti sejenak membiarkan kucing lewatโ€ฆ

Rintangan berikutnya, di area sebelah kanan jalan, terdapat pohon tumbang terkena petirโ€ฆ

Maka aku harus menjauhi pohon dengan cara belok mengambil jalan yang tak terkena pohonโ€ฆ

Jika ada tanah yang bergerakโ€ฆaku akan bergerak mundurโ€ฆ

Jika ada tanah yang bergetarโ€ฆaku akan berlindung di tempat terbukaโ€ฆ

Jika ada tanah yang bergelombangโ€ฆ aku akan beranjak menaikiโ€ฆ

Ok, sekarang aku akan menyusuri area kanan jalanโ€ฆ

Semua rintangan berhasil dilaluiโ€ฆtapi ada kobaran api menyala di depanโ€ฆ

Apa yang harus aku lakukan? Perjalananku berhenti sampai di siniโ€ฆ


Ada jalan yang harus dilewatiโ€ฆ

Mengapa aku harus melewati jalan ini?

Mengapa ada banyak rintangan membahayakan dari sisi kiri dan kanan jalan?

Apa bedanya bergerak ke kiri dan kanan sisi jalan? 

Mengapa kedua sisi jalan memiliki rintangan?

Apakah tidak ada jalan lain selain arah kiri dan kanan?

Mengapa aku dipaksa harus memilih di antara keduanya?

Mengapa jalan-jalan ini harus dibuat dan dilewati?

Aku tidak ingin melewati jalan iniโ€ฆterlalu beresiko!

Aku tidak ingin menoleh ke arah kiri jalanโ€ฆbanyak kekacuan!

Aku tidak ingin menoleh ke arah kanan jalanโ€ฆbanyak bencana!

Aku tidak ingin memutari kerikilโ€ฆ

Aku tidak ingin bergeser menghindari mobil berlawanan arahโ€ฆ

Aku tidak ingin menambah kecepatan menghindari batuโ€ฆ

Aku tidak ingin melompati lubangโ€ฆ

Aku tidak ingin berhenti membiarkan kucing menyeberangโ€ฆ

Aku tidak ingin berbelok menghindari pohonโ€ฆ

Lebih baik aku memutar balikโ€ฆ..

Lebih baik aku menapaki jalan tengahโ€ฆ

Lebih baik aku menyusuri setiap lorong-lorongโ€ฆ.

Lebih baik aku mencari cahaya untukku sendiriโ€ฆ. 

Tier – 1 – Nuovo Testamento – Love Lines

Nuovo-Testamento-Love-Lines
Iceberg-Poetry

Tier – 0 – budung – Letโ€™s Take a Step to a Brighter Place

Iceberg-budung -Letโ€™s-Take-a-Step to-a-Brighter-Place

Kegelapan menyelinap dari pijaran cahaya lampu memudar. Sudutโ€“sudut menelungkupkan wajah mempersilahkan sinar pergi berhamburan. Gerbang kelopak mata telah terpejam, mengelilingi cahaya yang terperangkap dalam kegelapan. Sinar-sinar di jalanan, telah berangsur-angsur meredup, setiap langkah kaki yang tergesa-gesa mematikan seberkas cahaya yang layu dengan bayang-bayang. Genangan air danau, menggoyang sinar-sinar rembulan, sementara deburan riak air bersahutan dari balik keheningan yang pekat. Setiap aliran listrik yang menghidupkan cahaya hangat dari rumah ke rumah, secara bergiliran duduk dalam kesunyian. Jendela-jendela rumah tidak tahan lagi menahan beban kantuk, sehingga beberapa dari mereka mulai memejamkan mata. Anak-anak kecil merasa begitu gembira, dengan sorot mata berbinar-binar menyambut kedatangan sang kegelapan malam hari. Anak-anak berteduh di atas tiang bercahaya yang membiarkan sudut dan area lainnya menghitam. Suatu khayalan menghampiri dengan segenggam mimpi yang benderang dalam keindahan dan kebahagiaan. Namun mereka menghampiri di saat semua manusia terlelap sunyi dalam gerhana total. Sinar pandangan tertunduk malu, menatap cahaya yang ilahi, menampiknya dengan ilusi optik bayangan dari kejauhan. Para jejaka dan gadis itu menelungkupkan wajah tanda berpaling dari cahaya yang disaksikan melalui corong botol, memasuki kekhusyukan akan ruang pengap penuh penyelidikan kegelapan menyeluruh dari bilik hati. Setiap penjaga, berkeliling sembari mengenggam nyala mungil senter, memasuki kerongkongan belantara kota yang sesuka hati berdesis dengan sembunyi-sembunyi menyelinap dari bayang-bayang. Ketika mata terbuka dari balik tempat tidur, cahaya merah telah memandikan seluruh tubuh dan menyeka wajah dalam sorotan yang lembut namun begitu tertuju. Darisana, bayang-bayang dapat menari dan berseri-seri dalam sinar mentari, sudut yang kini mulai merentangkan ruasnya, merangkul seluruh cahaya yang telah berpulang. Dari balik pintu, suara ketukan menerobos masuk. Sesosok menghampiri dan membisikan hal-hal yang optimis dan mengeluaran sinar dari kantung dan sekeliling tubuhnya yang gosong selepas berjemur dalam panasnya sengatan sinar matahari. Seketika kaki ini tergerak untuk beranjak dari tempat tidur, memberanikan diri membuka apa yang beredar dari balik jendela. Sebuah benda melesak di sela-sela langit yang tertidur pulas. Ekornya berbinar-binar sambil melambaikan sorot cahaya pada setiap orang yang memandangnya. Selepas itu, setiap orang berdiri dengan senyum, terjatuh dalam dekapan siluet cahaya dan kegelapan yang teramalgamasi.ย 

Tier 1 – Svitlana Nianio – Kytytsi

Tanahโ€ฆ.

Ia menyatu menjadi tembikarโ€ฆ.

Ia terurai menjadi lumpurโ€ฆ 

Tanahโ€ฆ.

Ia menggenggam kesuburan mikroorganisme…

Ia mengubur asa dan ambisi…

Tanahโ€ฆ

Ia menundukkan diri sebagai pijakanโ€ฆ

Ia meninggikan diri sebagai peringatanโ€ฆ

Tanah

Ia saksi atas semerbak percakapan…

Ia bisu atas kesunyian membusuk…

Tanahโ€ฆ

Ia agen keadilan…

Ia alat penindasan…

Tanahโ€ฆ 

Ia pemberi kesadaran solidaritas…

Ia penyalur kekuasaan hegemonitas…

Tanahโ€ฆ

Ia landasan perjuangan…

Ia senjata pemalsuanย …

Tanahโ€ฆ

Ia pelepasan spiritual…

Ia penimbun material…

Tanahโ€ฆ

Ia membebaskan…

Ia mengubur…

Tanahโ€ฆ

Iceberg-Svitlana-Nianio-Kytytsi

Tier 2 – Traffic Jam – Lika-Liku

Traffic-Jam-Lika-Liku

Aku harus tidur dengan tergesa-gesa di pagi yang gelap hanya untuk menemui diriku. Tidak lupa memakai sepatu di atas hidung sembari mengunyah roti menggunakan pinggang. Meski mata sedikit terpejam melek, aku harus berlari secepat mungkin menuju pintu, lalu berjalan santai menuju gedung perkantoran. Ternyata jalanan di luar macet, dan dilapisi oleh teriknya air hujan. Lebih baik aku bergegas naik ke dalam mobil, menggerakan kemudi secara lepas kendali. Mobil yang memiliki kecepatan laju 150 Km per Jam ini diam mematung di jalanan bersamaan dengan pembeli online, aspal, dan data-data yang berseliweran di antara IP dan jaringan kabel yang juga mengantri. Entah mengapa mobilku menjadi tergelincir dengan mulus di atas langit-langit aspal tak kasat mata. Sungguh indah pemandangan di samping kiri dan kanan, sembari menikmati perjalan menengok lumba-lumba yang berjalan-jalan di hamparan padang rumput. Ada udang lobster yang berusaha memberhentikan mobilku dan menyodorkan petani dengan harga miring pada corong kaca mobilku. Tetapi aku menolaknya, dan dia tersenyum karena petani itu sekarang duduk di bagian kursi belakang mobilku, sementara sang udang memasukkanku ke kantong. Tunggu jika aku dimasukkan ke dalam kantong si udang penjual itu? Lantas siapa yang menyetir? Ohโ€ฆ ternyata sepasang uang tunai 50 ribuan dan 100 ribuan yang secara bergantian menarik perseneling dan memutar-mutar setir mobilku menghantarkan petani pada tepi pantai. Setelah mengendara selama 30 detik 25 Jam, akhirnya uangku sampai di kantor untuk bertamasya, tak lupa sang udang mengepakan ekornya membawaku menyelam untuk menyusul uangku, mobilku, beserta sang petani yang telah pamit lebih dulu dengan cara mendobrak masuk kaca pintu. Sambil tergesa-gesa aku memasukan sepasang uangku ke teras dan bergegas menuruni anak tangga menuju lantai 7 dari gedung kantorku yang menyerupai taman bertamasya. Aku tidak sengaja menghajar muka diriku di seberang jalan dan dia meneriaki kami seolah-olah kamu sudah melakukan kebaikan yang membuat hati ku terluka. โ€œWoi, kalo jalan jangan bergerak dong!!!, ga bisa jalan sambil berenang?โ€ Tegor dia kepada beliau. Kami tak mampu merespon setiap ucapanku, mungkin inilah โ€œungkapan cintaโ€ ujar kebencian. Tak disangka pertemuan sewindu itu membuat aku saling terpana akan aksi kehebatan lamine yamal yang baru saja menjugling ember cleaning service yang tepat berdiri di jidat bos yang sedang menganggur. Tidak ingin rasa malu menguap-nguap, akhirnya aku memberanikan diri untuk berpaling skena menuju hutan di seberang kantorku. Tapi ternyata tak kusangka-sangka, saat melihat dinding, tiba-tiba aku merasakan suara yang melukis rasa pedas, โ€œHai, aku sudah lama memperhatikanmu di sebelahmu, tapi kau tak sadar bahwa dirimu selama ini diawasi oleh suleโ€. Ternyata selama ini diriku salah, dan kali ini mulai merasa berdosa, sebab bukan si aku yang menyukaiku selama ini, tapi gedung kantor ini, gedung ini yang dengan tulus mengecat dinding-dindingnya hingga berwarna bulu. Tanpa ragu lagi, aku menerima durianngan dari si gedung kantor, dan tidak sabarnya daku menaruh cincin tepat di jari khatulistiwa sebagai peresmian acara prasmanan maraptaherthon. 

Baca Juga : Iceberg #02 โ€“ Medwyn Goodall, ฮ›ฮญฮฝฮฑ ฮ ฮปฮฌฯ„ฯ‰ฮฝฮฟฯ‚, Hitomi Tohyama, Karasyozoku, Skandal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *