Kami tidak pernah bosan-bosannya untuk memberi himbauan sebagai refleksi diri. Sebagai institusi yang bergerak di bidang musik, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab kami memajukan industri dan ekosistem permusikan Indonesia agar menjadi positif, dan terus berani berinovasi dalam menghasilkan karya-karya seni yang berkualitas. Sebagai wujud kepedulian kami, akan ekosistem dan industri musik di Indonesia, kami telah senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan informasi, pengetahuan, dan diskursus-diskursus seputar musik kepada penggiat maupun penikmat musik Indonesia.
Dari komitmen ini, kami mengharapkan agar apa yang sedang kami upayakan membawa dampak positif yang memberikan wawasan dan inspirasi yang luas terkait khazanah permusikan tanah air, sehingga ini dapat menjadi tenaga penggerak, untuk musisi-musisi maupun penggemar musik di Indonesia agar senantiasa lebih aktif dalam berimajinasi, berkreasi, dan menciptakan musik-musik inovatif yang akan membanjiri pasar musik Indonesia. Kami selalu memastikan kualitas produk kami memiliki kualitas terbaik, dan kami juga menyatukan proses pembuatan produk kami dengan keluhan maupun keinginan pembaca. Kami juga memegang kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip jurnalisme dan mematuhi setiap butir etika-nya, untuk memastikan kualitas konten yang kami tawarkan tidak hanya memiliki nilai yang bermutu tinggi, namun memenuhi standar-standar dari berbagai aspek: seperti aspek pemenuhan kepenulisan berdasarkan kaidah jurnalistik, aspek pemenuhan kebutuhan pembaca, dan aspek pemenuhan kreativitas dan inovasi.
Sebagai penutup sebelum menuju pada inti artikel, kami ingin berterima kasih pada jajaran direksi dan komisaris yang telah bekerja keras selama ini dalam mewujudkan dan merealisasikan visi dan misi perusahaan untuk menuju industri dan ekosistem musik Indonesia yang lebih baik. Kami juga ingin berterima kasih pada jajaran staff yang tidak kenal lelah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk perkembangan perusahaan. Terakhir, tentu kami juga mengucapkan terima kasih dan rasa hormat sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca yang telah senantiasa setia menemani kami dan memilih kami sebagai referensi media utama dalam hal musik. Semoga kami dapat terus memberikan layanan dan produk yang terus-menerus membuat anda semua merasa puas dan senang. Selamat menikmati.
Tier 1 – Medwyn Goodall – The Way Of The Dolphin
Persiapkan tubuh dan pikiran untuk fokus pada satu titik…. Cari posisi duduk yang nyaman dengan menaruh kaki kiri di antara sela-sela paha kaki kanan, dan kaki kanan di sela-sela paha kaki kiri. Tempatkan kedua tangan pada masing-masing siku lutut kaki. Hadapkan posisi ke-2 telapak tangan mengarah langit-langit, biarkan tangan terlentang. Buat simpul sederhana pada ke-2 tangan dengan cara membentuk lingkaran cincin yang mempertemukan jari manis dan ibu jari, dan biarkan ke-3 jari lainnya tegak lurus secara horizontal. Hilangkan semua tekanan dalam tubuh, pundak…siku…lengan, kaki, dan badan lemaskan seluruhnya, lalu pejamkan mata….
Tarik nafas mendalam sambil memusatkan fokus pikiran dan perhatian pada suara tarikan nafas. Tahan nafas selama 2-3 detik, kemudian sambil menghembuskan nafas pikirkan suara gemericik air. Lakukan proses ini secara berulang sebanyak 3 kali. Sambil mempertahankan fokus dan imajinasi, sekarang coba rubah bayangan di pikiran menjadi sebuah hamparan danau yang luas membiru dan langit cerah pada siang hari. Setiap kali menarik nafas, seekor lumba-lumba akan memunculkan kepalanya dari bawah laut. Setiap membuang nafas renungkan suara kicauan burung merdu yang tengah terbang melintasi danau. Ulangi proses ini selama 10 kali.
Sekarang setiap anda menarik nafas, tidak hanya ikan lumba-lumba yang muncul dipikiran, tetapi renungkan secara sayup-sayup suara deburan ombak air. Ketika anda melepaskan tarikan nafas, anda akan menengok pantulan bayangan lumba-lumba yang tercermin di atas air. Ulangi secara terus-menerus proses ini sebanyak 15 kali. Jangan biarkan nyamuk, suara-suara, dan gangguan di sekeliling anda, membuyarkan konsentrasi bermeditasi anda. Tarik dan buang nafas secara lembut dan biarkan kesadaran hidup mendengar suara dan ritme tarikan nafas.
Sekarang sambil menarik nafas anda sedang membayangkan bahwa diri anda saat ini sedang menaiki seekor lumba-lumba tersebut. Anda membayangkan bahwa diri anda sedang memegang sirip di punggung sang lumba-lumba menjulurkan kaki anda ke depan, dan bersiap untuk mengarungi lautan bersama sang lumba-lumba. Setiap kali anda membuang nafas dengan lembut, lumba-lumba itu akan masuk ke dalam air bersama dirimu, menerjang pada kedalaman laut tanpa merasakan beban dan ketakutan. Lakukan dan ulangi langkah ini sampai anda benar-benar tidak bisa lagi membedakan sekat antara kenyataan dan fantasi anda.
Singkirkan rasa kesepian…, kebosanan…keputusasaan….ketakutan…., dan bersenang-senanglah dengan berenang-renang bebas dan leluasa bersama seekor lumba-lumba
Tier 2 – Λένα Πλάτωνος – Γκάλοπ
dύ⌬o o.p∞lέs papo.ύtsi∞a pόlhs…;choriό…;fulakή…;al∞άti…;den pάoϴma,
th⊕s nϴa kan≈ίs, aris∞te.rό tϴhs nr∞ό gϴratsounίs-ei di≈alύ.
ei tϴh nomίs≈ma.ta k⌬i ant⊕ίzei t∆a n∆a pt∞έ c∆orίs ft-erό≈,
t≈a k⌬ai futέϴsei t⌬hn t.∆ous upά∆rch-ei zώ-on≈.
έc⊕hon aϴpό pώ⊕s pits⌬lίzei, ka∞i ώ-m∆ous.
so⊕.u. th⊕a korί.⌬tsia έc∆.hei άn-emoϴs s.t≈ous pftϴei m⌬e t≈o t∆h.έa p∆ou t∞o tal≈aip-orίa έcou≈n mh∞n anakou∆fί-sei omά.d⊕a ko≈n.tά
s≈to n⊕a ko-u⊕nήste k-άth≈e άri⌬o tϴo zugάr≈i Ό-poi∞os pouϴlήs.ei, knέna∆n.
S∞s, kth⌬e o∆s ts.⊕έph po∆u dϴίd.uma, t∞a p.a⌬gίda p≈no or.mάe∆i o∞i de∞n ko⊕ί-ta…
m.pore∞ί nϴa kommά≈.ti antllάx≈ei mά.s∆kes k-oϴmmάtia, ippeύtk∞e s⊕e a∞n ά∆mo
eίna∞-i…
sfurίz∞i a-utϴό katharίϴ-ste kalam⊕po.kioύ. klad-i∆ά. to∞n pϴesέna t≈o d∆iafoetikά t.
⌬ous n⊕a kόkko.u∆s tϴa st⌬.hn ά∆n-oixan n≈a t⊕a lekde∆s skis⊕m.
έno kr-otalί≈zoun p∆s-ithurίzei k⊕.ommάtia poϴu kaϴi prsop⌬o.
auϴό pr-ώ⌬th x⊕έfugn ό⌬ti t∆us a⌬ίma-tos.
giϴa loul-o≈ύdi meg≈alώnun, stϴa pέ.t≈a th≈s ύϴ-fasma o∆ th≈n aϴpό
έ∆.nas p≈όia, n∞a h≈ t∞o mikr∞o-skopikά άgri-o∞n kόrh;;-∞anexάrthta p∞ou x-ύlo⊕.
dίps.as⌬;mia le-uϴkό nϴa o≈pίous dhlht-hriάsϴei tmϴήmaa lάsp⌬-hs prόso-⌬pό m∞e p.άn⌬ta krst∆άllinh potimo⌬ύn m≈p-oreί dέnt∆o t⊕o p∆ί-steue m∆.
ήla m.pore⊕ί me≈g.άlh ktharis∆teί to≈u poϴu k∞ai st∆o s∆th mϴ-όno keid⌬ί mazeύu∆n pά-rϴko… n∆a
kat.∞hέnas a∆gorάsi dro∞siά….parόo a.u≈tό a∞pό m∞ia biϴlίon…
n∆a ap≈ό s⊕e k∞noύmenh d≈en agg⌬ίxi έnϴa akonis∞mno ά.∆logo p-όs⌬a t∞o mέϴ.
neis lek⌬έd.es t⊕o sp⊕-ourgίtia g⊕άlino m≈-pάla sa∞s eίa⊕i mόϴ-lis d≈en nόh-⌬ma s.άpi⌬o p⌬ou pooϴs ma⌬krά Ό⌬lo sϴto kύ.
peϴllo d.έrm⊕a mό⊕o g⊕e.nnήthhkan έn⊕a ela.fiώϴn t⊕o ap∆ό po⊕u
Tier 3 – Hitomi “Penny” Tohyama – Heart Full of L.A. Mind
Berputar-putar tanpa mengetahui jalan yang dituju, menoleh ke-kiri dan kanan, melihat gedung-gedung menjulang tinggi memancarkan cahaya. Tetapi, rasanya jalanan ini begitu gelap gulita, seperti awan mendung yang menutup rapat-rapat langit dan kabut tebal yang mengikat mata. Kenapa jantung ini berdegup kencang, ketika tubuh terasa lemas dan tak mampu melangkah. Setiap hari bepergian pada pusat dunia yang penuh gemerlap, seluruh tubuh menempel perhiasan berkilau, baju-baju yang tersenyum dan bersinar tanpa disuruh, dan setiap bunyi sepatu yang menjadi simfoni di telinga. Bepergian ke ujung dunia pun disanggupi tanpa mengeluarkan satu bulir keringat dan debu sedikitpun. Tetapi seperti ada sesuatu yang tertinggal, sesuatu di tempat terjauh yang tidak bisa ditempuh oleh kendaraan dan jet pribadi manapun.
Entah mengapa, itu membuat setiap langkah terasa sesak, pinggang seperti diikat kencang membuat nafas tersenggal-senggal, dan tak terasa otak memutar adegan film yang membuat air mata keluar begitu deras tanpa rasa malu-malu. Padahal baru saja, 2 hari yang lalu, tidak ada sudut kegelapan dan ketakutan yang mampu menelungkupkan wajah, semuanya terasa begitu peduli dan meletakan perhatiannya, tetapi sekarang entah mengapa semua senyum yang hilir mudik dan bertebangan, seperti sebuah silet kecil yang menggores lidah. Sekuat apapun menggenggam, kelopak bunga bertebangan dengan sendirinya tertiup oleh angin kerinduan. Satu-satunya tempat yang masih menerima apa adanya dalam keadaan lusuh, yang selalu berseri-seri bahkan ketika rembulan telah membusungkan tubuhnya.
Tidak peduli seberapa hancurnya hati seseorang, dalam cara apapun tempat itu selalu menemukan benang dan jarum yang tepat, untuk merajutnya menjadi sweater yang menghangatkan tubuh dari kekhawatiran yang membuat tubuh terus menggigil. Setelah menangisi hal yang tak pernah menjadi milik selama seharian, sudah saatnya berhenti menyiksa raga ini seharian. Berikanlah segelas air yang berkilau dan bernafas. Segera setelah air itu berhasil melewati tenggorokan, semua yang pergi telah kembali pulang. Sukacita yang entah bepergian ke mana, kini telah duduk di tempat seharusnya. Perasaan mengharukan ini, seperti mengajak seluruh anggota tubuh berjingkrak dan mulai menikmati alunan kehidupan lewat ritme dan melodi lagu yang telah dari tadi menjemput, menggenggam tangan ini, dan dengan tulus mengajak untuk berdansa semalaman.
Tier 4 – Karasyozoku – Mischievous Sigyn 1923
Sasasa…….attttt Pupupung……gu…..ng…. Bebeber……ber bababa……lik…….. Papapas…..titiii……kan….. Bobobo…..la mamma…..ta……Ti….ti..ti….dak…dak…..be..bebe…Ber…..pang…..kukuku…..tatatan…..gan…….be…be..be.be.gigigii….tu…..sasasa….jjajaa….Le…le..le….bih….ba….ik….memememe…ra….sssasaa….kan…..ssesesee….kkkuuuu…..jur….kujur…..tutututu…..buh….ba….baba…ba….sah…..ku….yuppppp…….mememe…nga….la…mi…..ke….ge…..ge…ge.li…..sah….an….ya…..ng…..mememememm……bububuu…at…..lelele…..tih……..ddadaaa……ri……pa pa..paddd…….da…….mmamamaaa…..ta…..yaaayaya……ng…..hhaahaaa….nya…..bibibii…..sa…..mememe…na…tap….lalala….ngit.…..ssesese……tetete…..ngah…..sasasa……dar…….dan……mem…..mem….mem….babababann….ji….ri………lan………tai…….
Ke….kekekek…tititii……ka…….se…..se…….o…………ra…….ng………ter…….se……uhk…uhk..uhk…….nyum……Se…se…se…se…baba.ba…..ik…….nya…..sem…..ahkkkkk…..bu…….nyi…..kan…..kikiki…..lau…..an……gi……giiiiiii….tu……tupppppahkkkkk…..ra……pat……..rraaa……….pathkkkk….uhkkk………uhk……..dan……ca…ca…ca.buuuttttt……..se…..kennnnn……cangkkkkhkkkang….. Mu…..ngkin……..bubull ….bull. ….lu…u…….aaa … aa…..lis……..sa……sammsammm mm………paaai…….kau……kau………tak………mam…..mam…..pu…..ber……ba…..lashkkkhkkk……se….se…se….ny…..nyummmm…….da……da.da……ri…….nya……….
uhk….uhk……se…..ti….ti……ap….ap……..ooooo….rang……..hk…..uhk…uhk…..aaaaahk…..me…..mmememm……mi………….li……ki…….si…si……nar……ca……ca…..ca……ca…..ha…yaaaaahkk…..nya………se…se.sesssse…..ndiri…………Tata…..ta….pi……..seses…..mu…mu….mua….tetter……hal…..ha……langkkhkhkk……oo…..oo…..leh…..ke…ke…..hi….hi…..du….pan…….ke….hi…..duduud….pann….nya……sessessse….n……di……ri….ri……hahh..hah…..hahhh.hhhh
Se….mo….ga……i..i.t….tu…………it….u….se….mu…..a……hahkk……nya…….lah…….han…..nya…….la….h……….i…..i….uhkk…uhk….lu…..lu…..si…….dannn……n…n..nnn….dannn…….ke…ke…..ta…..ta…..ku..ku……ku…..ta…..n……ta.n……n……n…….yan…..yang…….ha…..ha….n…ya……me……me….uhkk….uhkkk…uhkkk……ahkkkk…ahkkkk…..ngu…..ahkkkk.uhkkkkkhukkkk….ap….di …didi…..ha……ahkkkkk…..hkkk…….ti………..Seseesseesee…..momomo……mo……ga…….ga………..tiiitii……tiiitiiii…..da……da……dakk……..ssssammm…..ppaa….a.a..a.aaai……ses….sese…..oo……ra…..ra……ng…..uhk……….uhkkk….ahkk……ahkkk…..hakkkk..uhkkkkk….te….tete….t.e…….man……….uhkkkk……………..memmeme……mmeme…..nonnnnnn…o…onoonoo……..dodddodo…doo…oo….dddoooo…..ng……….ahkkkkkkkuhkkk……keke…….ke……ke….ke…..pap….ppapapa………pala……lala……pa…..lalla…..uhkkkkk….ohukkkkhuhkk….mmmmumu…….de….de.dede…..d…d..dee…ngngg…an………nggan…pippip…pipipippi……pis…..uhkkkahkkkk……….pis…….ahk……..toototo…..tooto….pip….pippips…..tollll……….. _______
Tier 5 – Skandal – Melodi
Rasanya, kebosanan seperti memeluk erat-erat dan menemani masa tidur nyenyak sepanjang malam. Baru saja kelopak mata terbuka akibat alarm menjerit-jerit histeris, setiap tubuh terasa lesu dan pikiran tidak berhenti-hentinya memikirkan untuk sesegera mungkin hari berganti menjadi malam, agar sumsum tulang belakang ini bisa mendarat di atas tumpukkan kapas dan kain yang lembut itu secepatnya. Syukurlah hari ini, tanggal merah, setidaknya rutinitas membosankan mengunjungi gedung sekolah dan duduk di sana berjam-jam berkurang satu. Seperti biasa, setelah merapikan tidur dan sarapan, mandi adalah pilihan aktivitas yang tepat untuk mengisi waktu di pagi hari selama 20 menit. Seperti biasanya, hari ini begitu terik, cuaca di luar bisa saja merubah pigmen warna yang menempel di sel-sel kulit.
O iya, seperti biasa ada beberapa novel yang belum terbuka hingga halaman akhir, setidaknya membaca novel sambil menunggu jam makan siang pilihan yang bagus. Waktu baru saja menunjukkan pukul 10 pagi, dan rasanya jari ini sudah tidak sanggup lagi, membalik setiap lembar halaman yang penuh cerita cinta. Tapi tunggu…, setiap janji harus ditepati, bos Zealot telah sepanjang malaman berdiri tegap di Stage-60 hanya untuk menunggu ditaklukan dengan tembakan meriam laser beam yang menempel di pergelangan. Sial tak disangka, semudah ini mengalahkan rongsokan reot itu… hanya menyita waktu sekitar 45 menit dari sepanjang hidup ini untuk menghabisinya. Hmm…apalagi yang harus dilakukan? Sepertinya rasa bosan tak berhenti-hentinya menggoda untuk terus berada di sisi ini sepanjang hari.
Sebaiknya memberanikan diri untuk meninggalkan rumah sambil membawa papan skateboard di pundak, siapa tau kawan-kawan sudah menunggu di taman. Sial…, ternyata tidak ada satu batang hidung pun yang duduk dan berselancar dengan skateboardnya, dan hanya ada satu…, “yap betul… kebosanan ini menguntit dan rupanya sedang duduk ceria bermain ayunan.” Apa boleh buat, perjalanan sepanjang 700 meter ini tidak boleh disia-siakan, mungkin sekitar 10-15 kali membolak-balikan papan skate menggunakan kaki sudah cukup mengusir si bosan, yang dari tadi duduk dan memperhatikan dengan bola matanya yang begitu bundar sebesar biji kelereng. Tak terasa, jam sudah menunjukkan waktu makan siang, tapi si bosan tidak mau pergi juga, berteriak pun tak ada gunanya, sebaiknya gunakan papan ini untuk berselancar di jalan, agar sampai ke rumah dan segera mengisi perut dengan daging bakar dan tahu-tempe. Seperti biasa, ibu telah membuat masakan yang kelezatannya sulit tertandingi oleh chef manapun.
Lagi-lagi tatapan lugu dan polos dari si bosan yang menetap di seberang meja makan, selalu membuat perasaan campur aduk, antara tersipu malu, kesal, dan bingung. Sebaiknya, isi piring ini harus ditransmigrasikan secepatnya melalui saluran pencernaan dan segera kembali ke kamar untuk memejamkan mata sejenak. Semoga di alam mimpi tatapan mata sok lugu dan sok imut itu tidak menghampiri setiap mimpi-mimpi yang terlukis. Nah… syukurlah kamar ini sekarang hanya menjadi ruang yang ekslusif, tidak ada lagi si dia, seperti inilah kehidupan seharusnya. Hei…, tapi tunggu dulu sejak kapan bayangan dapat terpantul tanpa cahaya dan bisa memiliki warna sepekat ini.. Tunggu.. Kenapa dari balik sudut kamar yang gelap itu ada cahaya yang begitu tajam menyengat mata??… Ah sial ternyata si bosan masih saja mengganggu dalam mimpi yang sudah susah payah dibentuk tanpanya.
Tapi tunggu dulu… mengapa kali ini tinggi badanya mencapai hampir seukuran lemari…? Sorot matanya juga berubah drastis.. Menjadi lebih tajam, menyengat, dan sinis, seolah ingin mencekik leher dan membanting tubuh ke lantai.. Apakah ini makhluk yang sama…? Sepertinya bukan… O tidak!!! Raksasa aneh itu mendekat… mengangkat tangannya sembari mengepalkan jarinya dan mendaratkannya di pipi sebelah kiri. “Hai, sudah waktunya bekerja…!!!! Bangunlah pemalas..!!! Atau habiskan sisa-sisa hidup berbaring di atas tanah selamanya!!!” Hey…, tolong jangan berperilaku kasar seperti itu, baik baik…. Tidak ada lagi berbaring untuk hari ini, tapi sebelum kerja, ijinkan untuk menyantap roti kadaluarsa yang baru saja dibeli kemarin untuk mengisi kekosongan perut, sejak ibu sudah tidak bisa lagi memasak seperti biasanya”..
Raksasa aneh itu berteriak sekuat tenaga dan membuka mulutnya lebar-lebar: “Hey…manja!!, ingat waktu adalah uang, jangan sia-siakan hidup hanya untuk membuang waktu, cepat angkat pantatmu yang berukuran semangka itu pergi dari rumah ini secepatnya!!!… Roti itu bisa dilahap pada saat perjalanan!!!!” “Baik..baik…”, semua perintah makhluk itu harus segera dilaksanakan, jika tidak ingin sekujur tubuh merasakan nyeri…. Sama seperti si mata belo yang membuat hati merasa jengkel secara terus-menerus, si buta hitam ini selalu mengikuti kemanapun, namun terus membuat telinga ini terasa pengang, dan persendian selalu merasakan ngilu saat bergesekan. Sial si biadab ini sebenarnya berada di pihak siapa?? Mengapa ketika bos menghamburkan berkas sekuat tenaga ke wajah, dan mempermalukan di hadapan semua hadirin yang sedang rapat, si dungu ini tertawa terpingkal-pingkal dengan rasa puas, seolah terhibur dengan menyaksikan pertunjukkan komedi yang konyol.
Saat ketika seorang pengemudi bus yang ugal-ugalan justru memarahi tanpa perasaan, si dungu ini juga memasang pose wajah yang tampak mengejek dan bersukacita di atas musibah yang baru saja terjadi. Tetapi ketika saat-saat dimana tubuh ini membutuhkan istirahat, si biadab ini memarahi, menggunakan kata-kata yang sangat kasar, dan bahkan tidak segan mendaratkan tangan atau kakinya di antara anggota tubuh. Sial… padahal baru 2 jam di tempat mengerikan ini, tapi rasanya seluruh tubuh telah dicambuk di segala sisi oleh iblis-iblis yang tertawa di neraka selama ribuan tahun. Hey tunggu dulu, perkataan ibu ada benarnya, ketika ada binatang yang tidak disuka atau orang asing yang berusaha menghampiri, segeralah lari sekuat tenaga dan hidup ini bisa terselamatkan dari masalahan-masalah. Baik kalau begitu, nasihat ibu sepertinya akan tetap bekerja. 1…,2…,3…. “Owhhh…” “Ough…..”, “Ampun…., hentikan….. !! Hentikan….!!!.” Sial… kenapa nasihat ibu tidak manjur?
Di dunia sialan ini tampaknya semua keadaan berbalik. Setiap kali kaki ini berlari, mengapa justru banyak cambukkan, pukulan, dan hinaan yang diterima??? Tolong…. Tolong … .keluarkan tubuh ini dari kotak penderitaan yang disebut sebagai kehidupan dewasa ini, Tolong….. Hey tangan siapa ini? Berhenti menepuk pundak!! Siapa, sih…???! “Oh ternyata ibu!!!”. “Nak…. ini sudah jam 5 sore, bukankah ada janji belajar bersama yang harus ditepati sore ini, bangunlah!!”. Hufth…., syukurlah mimpi buruk itu telah berakhir… Ternyata si mata belo itu, masih duduk bersandar di atas kursi, tapi kali ini matanya sayup seperti setengah tidur.. “Hmm… mungkin si mata belo ini sedang merasakan dirinya sendiri akibat kelelahan menunggu”. Entah mengapa perasaan yang tadinya benci, muram, dan kesal melihat si belo, kini menjadi lebih tenang, setelah menyelami mimpi buruk itu. Lagipula memangnya ada kehidupan-kehidupan yang terjadi seperti yang baru saja diwartakan mimpi buruk itu?? Hmm… Rasanya mustahil dan tidak mungkin, jika semua orang dewasa yang lebih pintar dan hebat ini mau memilih jalan hidup aneh dan mengerikan semacam itu…, Itu semua cuman omong kosong…..kan??
Baca Juga : Iceberg #01 – Dialogue, ベリキャンディ, ISSBROKIE, Aaron Dilloway, D-Clone



