Album-Baru-Minggu-Ini-3-Juli-2026

Ok selama aku nulis di sini, aku belum nyeritain gimana caranya aku cari musik-musik baru yang buanyak banget setiap minggunya. Sebenernya caranya bukan sesuatu yang wah, atau sesuatu rahasia ala-ala secret revealed gitu, mungkin dari kalian juga ngelakuin ini atau bisa jadi lebih dari sekedar yang aku lakuin. Tapi website pertama yang paling aku selalu cek pertama kali buat liat album-album baru itu ada 2: albumoftheyear sama rateyourmusic (RYM). Karena 2 web itu punya fitur buat nampilin album-album berdasarkan tanggal rilisnya.

Jujur sebenarnya aku juga, ga terlalu ngikutin media-media musik mau luar atau dalam negri kaya Pitchfork, majalah HAI, Fantano, dkk, jadi aku ga selalu mantengin mereka, paling kalo misalnya tiba-tiba konten-konten mereka mampir di feed atau FYP sosmedku, tentang berita-berita album baru, baru aku ikutin. 

O iya aku juga ngikutin komunitas-komunitas musik di Internet kaya di Reddit atau Discord, dan biasanya aku dapet rekomendasi album-album yang istilahnya sih hidden gems dari mereka-mereka. Nah setelah kekumpul list-listnya aku mulai coba beberapa single dari album-album itu, karena kan kebanyakan album-album itu kebanyakan rilisnya di hari jumat, jadi yang aku dengerin single-nya. Nah nantinya, single yang ngerasa aku cocok dan suka, biasanya bakal ku lanjutin buat dengerin full albumnya kalo udah rilis entah di Apple music kalo ga di YT music. Honestly, aku jarang banget cari musik-musik baru yang rilis tiap minggu itu lewat algoritma atau playlist di platform streaming

Memang sih, minusnya dari metode ku ini, memang takes time. Aku emang ngeluangin waktu setengah jam sampai 2 jam maksimal (kalau lagi kerjaan dikit, heheh…) buat nyari-nyari musik baru. Kedua kalo dibandingin nyari dengan algoritma, caraku ini emang lebih banyak makan effort, karena kita yang kudu aktif cari, searching, dan nanya-nanya kesana-sini. 

So, buat kalian yang kalo misalnya pengen cari musik-musik baru tapi ga punya banyak waktu, artikel ini sengaja dibikin buat kalian, biar kalian ga usah ngabisin banyak waktu buat cari musik-musik baru lagi kesana-sini, semuanya udah aku rangkumin di sini, dari rilisan yang menurutku menarik untuk kamu coba. Happy digging

Kabar pertama dari minggu ini dateng dari penyanyi yang namanya udah ngetop banget dari tahun 80’an, siapa lagi kalo bukan Madonna. Kalo Michael Jackson seringkali disebut sebagai king of pop, nah Madonna ini suka disebut sebut sebagai Queen of pop dunia. Dan emang, siapa sih yang ga kenal penyanyi asal Amerika ini? Meski aku pun juga jarang dengerin lagunya dia, tapi lagu-lagunya itu nge-hits banget dan sampe sekarang masih banyak yang suka muter lagunya. 

Salutnya, dia masih aktif berkarya bikin rilisan album baru sampai hari ini, dimana dia baru aja ngerilis album berjudul “Confessions II” yang jadi album studio ke-15 sepanjang karirnya. Usut punya usut, ternyata album ini adalah sekuel langsung dari album dance-pop yang sempet dirilis tahun 2005 dan sukses secara masif yang berjudul “Confessions on a Dance Floor”. Dibalik kesuksesan “Confessions on a Dance Floor” produser Stuart Prince juga berperan besar di balik layar, dan setelah hampir 21 tahun ini, kita bisa ngeliat lagi kolaborasi antara Stuart Prince dan Madonna dengan tema album yang bisa dikatakan kelanjutan dari versi pertamanya.

Album ini bakal diisi oleh 16 lagu baru, dan beberapa nama musisi tamu yang ikut berkontribusi mulai dari Feid, Martin Garrix, Stromae, dan Lola Leon. Tapi dari sederet musisi tamu yang diundang, kolaborasinya dengan Sabrina Carpenter jadi yang ditunggu-tunggu, pasalnya baik Madonna dan Sabrina Carpenter itu sama-sama ngewakilin musik pop di generasinya masing-masing, Madonna di generasi 80’an sampai 2000’an, sedangkan Sabrina Carpenter jadi wajah untuk musik pop saat ini. Duet lintas generasi ini bisa kalian dengerin lewat lagu “Bring Your Love” yang emang sengaja dijadiin single utama album ini. 

Selain salah satu lejen pop yang rilis album baru, salah satu lejen rock juga ga mau kalah buat unjuk gigi bikin album baru di tahun ini. Buat pecinta musik rock siapa yang ga kenal nama Deep Purple? Hebatnya, meski band ini seringkali gonta-ganti personil, tapi mereka masih terbilang cukup produktif lho buat rilis album baru bahkan di usianya yang udah hampir nyentuh 6 dekade!, wowww. Kali ini album baru Deep Purple rilis dengan tajuk “Splat!”. Bob Ezrin masih setia jadi produser album ini, secara Bob udah bekerjasama dengan Deep Purple sejak album “Now What?!” Dirilis 2013 lalu. 

Jujur aku sendiri ga terlalu banyak dengerin Deep Purple, tapi aku suka denger lagu-lagunya selintingan, karena sepupuku yang laki-laki maniak banget sama musik rock-rock jadul, jadinya aku familiar sama lagu-lagu mereka. Tapi dengan ngeliat effort mereka yang tetep rilis album baru meski, personilnya udah banyak berganti jadi bikin aku tertarik buat nyobain karya-karya terbaru mereka, atau mungkin karya-karya dari album sebelumnya ini. O, iya, Splat! Sendiri bakal terdiri dari 13 lagu baru. 

Kalo dari lejen permetalan ada Moonspell yang unjuk gigi dengan rilis album baru, “Far From God” setelah 5 tahun mereka ga rilis rilis album baru. Moonspell sendiri masuk ke dalam sub folk metal yang udah berdiri dari tahun 90’an, dan kalo yang aku riset sendiri, bahkan mereka bisa disebut salah satu pelopor dari jenis musik metal yang sering nyampur sama musik-musik tradisional ini. Album ini sendiri mulai direkam Desember tahun 2025, dan mereka sendiri katanya lagi nyiapin tur perayaan 30 tahun band ini berkarir. Tapi ga disangka-sangka selain tur perayaan, mereka juga rilis album baru yang katanya justru suaranya bakal kedengeran lebih gothic dan catchy dari album-album sebelumnya. 

Ok kalo dari tadi kita bahas lejen mulu yang rilis album baru, sekarang giliran band maupun musisi-musisi baru yang lagi merintis, atau bahkan namanya udah dikenal dimana-mana sebagai generasi baru. Dimulai dari kabar rilisnya album debut dari trio indie rock asal Inggris, mary in the junkyard yang judulnya “Role Model Hermit”. Pasalnya, album ini udah ditunggu lama banget, tepatnya ketika mini album mereka, “This Old House” dirilis 2024 lalu. Mini album itu yang sukses bikin nama mereka jadi mulai dilirik, karena dinilai album itu berhasil memuaskan pendengar dan kritikus. Clari Freeman-Taylor selaku vokalis utama ngungkapin ke NME kalau album ini ditulis di masa-masa dirinya merasa jatuh cinta dengan suara harmonium, karena menurutnya punya suara yang rendah tapi terasa hangat.  

Beda cerita dengan Ken Carson, rapper soundcloud yang namanya naek banget beberapa tahun belakangan ini. Setelah taun lalu doi rilis album “More Chaos”, minggu ini dia drop lagi album baru dengan judul “Xperiment”. Album ini masih dirilis di bawah naungan label Opium kepunyaan dari Playboy Cartii, sekaligus juga bakalan tampil jadi musisi tamu di album ini bersama dengan Young thug, Lil Uzi Vert, Destroy Lonely, dan 2hollis. Materi album ini memang udah sering di spill tipis-tipis sama Ken Carson, entah itu dari cuplikan lagu, sama sengaja bawain lagu yang belum pernah dirilis pas manggung. Tapi yang bikin penasaran lagi, aku juga denger selintingan kabark kalo selain rilis album “Xperiment”, Ken Carson juga bakal rilis album mixtape dengan judul “Cartunez”, yang katanya bakal dirilis 10 Juli nanti. Semoga aja bener ya, dan nanti aku ingfokan di sini kalau misalnya memang bener-bener rilis sesuai tanggal. 

Ok sekarang kita geser ke negara Jepang, karena aku nemu lumayan banyak rilisan baru yang menurutku patut untuk dicoba di sini. Kita mulai dari project indie gado-gado dari pemuda bernama Skye Kothari lewat proyek solonya, acloudskye yang baru aja rilis album terbaru berjudul “In a While This Will All Be Gone”. Aku bilang gado-gado, karena acloudskye ini sering banget nyampurin musik indie rock, pop, folk, dan musik-musik elektronik. Walhasil, kalo kalian dengerin setiap albumnya, pasti kalian selalu nemuin hal-hal yang baru dan pengaruh musik yang luas banget dari acloudskye. 

Btw ngomongin musik-musik folk yang dicampur elektronik, Rie Mitsutake a.k.a Miko punya pendekatan musik unik lho, mengenai campuran elemen itu. Hal itu berangkat dari pengalamannya yang justru terjadi ketika dia hiatus untuk bikin musik selama 10 tahun. Dia lebih milih untuk tinggal di lingkungan desa yang sederhana dan membesarkan anaknya. Kemudian setelah anaknya berusia 9 tahun, baru dia kembali bikin musik untuk menguji diri, akan seperti apa musiknya ketika dia tinggal dan hidup di lingkungannya ini. Uniknya meski Miko sedang tinggal di pedesaan, dia justru mikirin elemen-elemen musik elektronik, dansa, dan musik-musik futuristik untuk turut serta masuk dalam musiknya. Alhasil itu yang bakal ngebentuk musiknya di album terbaru yang berjudul “Petals and Marbles” kali ini. Nama albumnya sendiri itu terinspirasi dari hadiah-hadiah kecil yang sering diterima dari pemberian anak gadisnya ketika masih kecil (aw… sweet banget yah). 

Petals and Marbles by Miko

Sekarang kita beralih ke nama Kensuke Ushio, buat kalian pecinta anime namanya pasti udah ga asing lagi ditelinga kalian. Komposer kelahiran Tokyo ini udah sering bikin lagu-lagu dan theme song untuk berbagai judul Anime, mulai dari “A Shape of Light”, “Chainsaw Man”, “The Danger in My Heart”, dan masih banyak lagi. Kali ini doi bikin album soundtrack yang khusus untuk mengisi serial anime berjudul “Agents of the Four Seasons” dengan judul albumnya, “Agents of the Four Seasons: Dance of Spring”. Sebenernya sih, anime ini diadaptasi dari serial novelnya, yang udah jalan dari April 2021 lalu dengan total udah sampe 8 Volume. Tapi Maret 2026 ini, novel “ Agents of the Four Seasons” ini akhirnya dapat adaptasi versi anime nya yang udah mulai diputer secara rutin tiap minggu di stasiun TV Jepang. 

Kalo kata pepatah save the best for the last, hehehe dan aku ngerasa album ini jadi temuan terbaik sekaligus terunikku di minggu ini. Album itu dateng dari buatan musisi sekaligus komposer asal Prancis, Akusmi lewat rilisan album ketiganya “Terra Incognita”. Dari apa yang ku denger dan baca linier notes, album ini banyak maduin elemen musik yang kalo dilihat seolah-olah ga mungkin bakal kejadian, tapi nyatanya justru dipertemuin di album ini. Pascal Bideau, sang empuyna proyek ini, gabungin musik-musik jazz dengan musik elektronik, dan musik tradisional khas Afrika. Dia sendiri yang bilang kalau tujuan album ini memang memadukan elemen musik tradisional dan kontemporer, sehingga dia seolah jadi bikin satu dimensi, kalo kita dengerinnya kita bakal terperangkap di dimensi itu, dan ngelupain sejenak semua suara yang pernah kita denger, saking bedanya. Meski keliatannya “berat”, tapi album ini relatif singkat juga kok durasinya, cuman terdiri dari 7 lagu dengan total durasi yang sekitar 46 menit. Jadi kalian ga butuh banyak waktu buat dengerin suguhan komposisi unik dari Akusmi. 

Ok untuk minggu ini, kayaknya cukup segitu dulu, sisanya aku taro di bawah dalam bentuk list seperti biasa. Sampe ketemu minggu depan ya, dengan rilisan-rilisan baru lainnya, see ya next week!

Baca Juga : Jürgen Müller – Komposer Yang Terlahir Kembali Dari Bawah Laut

List Lainnya

  • Anton Pearson – Driving Through Belgium
  • Chris Pitsiokos – Starmaker Machine
  • Chouchou – Covers01 いつかのうた – Faraway Songs
  • Coprolith – Putrescence
  • DannaH Project – A Tempestade
  • De Witte Kunst – Looney Tunes
  • Duncan Patterson – In Spirit
  • Eastwood – Alle gegen alle
  • Ersatz – Ersatz
  • Fatoni – Drama endet nie
  • Gnod – SAC-R #005: Nobody Knows This Is Anywhere
  • Hana Kogure – ドLUZ~ヒカリノバラード
  • Harsh – Feels
  • Infant – Dustlick
  • Infernaculum – Cristo 666
  • Kenji Kihara – Tender
  • LE$ – Reset
  • Meat Cutting Floor – Eat Shit
  • Mortem – Mørketid
  • Numa – いとまのすいけい
  • Purgate – Leavings
  • Ryan Hamilton – Haunted by American Dreams
  • SIENNA SPIRO – Visitor
  • Sissy Spacek – Declension
  • Smirk – Speculative Fiction
  • Solace – Fading Failing Ruin
  • TOCKA – Sarcologue
  • TodoMal – Graveyards of Joy
  • Topdown Dialectic – Topdown Dialectic
  • Trick the Riddle – a chance encounter with the everpresent
  • Troy the Band – (Des)
  • Winter in Eden – Never Untold
  • Witchsorrow – The Devil and All His Works
  • Zorn – Return to Castle Death

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *