Album-Baru-Minggu-Ini-5-Mei-2026

Sebagai kelahiran gen Alpha, aku memang udah melewatkan banyak era musik yang kata orang-orang bagus dan bersejarah. Jujur, aku sendiri orang yang jarang denger lagu-lagu dulu yang hidup jauh sebelum aku lahir. Aku sendiri sebenarnya orang yang ga terlalu suka terjebak dengan nostalgia atau masa-masa lalu yang indah, karena aku ngerasa toh itu udah lewat masanya, mau gimanapun juga, kita nggak akan bisa kembali lagi ke era itu. Aku ngerasa lebih excited sama masa depan, hal-hal baru apa yang nantinya bakal ninggalin kesan di hidup aku. Tapi bukan berarti aku anti banget sama musik-musik dulu. Kadang kalo ga sengaja pas aku lagi cari musik baru, aku juga suka nemu artist atau penyanyi era 90’an ke bawah dan ga jarang aku suka lagu-lagu mereka. Beberapa dari mereka juga berhasil bikin aku jatuh cinta dan ngesimp sama lagu dan citra mereka, misalnya kaya Kikuchi Momoko (idol J-Pop tahun 80’an), yang sekarang jadi salah satu idol favorit 80’an aku.

Bahkan ketika, aku coba iseng dengerin musik mereka sambil baca-baca sejarahnya, itu bikin aku ngebuka mata dan ngomong: “oh, ga heran dulu lagu ini jadi terkenal dan viral banget di jamannya.” Dan entah kenapa, terkadang aku seolah bisa ikut ngerasain kenangan atau nostalgia dari lagu itu, padahal aku sendiri ga ada sejarah pernah ngalamin hal itu. Di satu sisi, aku ngerasa kalo musik ini sebenarnya teknologi mesin waktu. Secara ga langsung, aku bisa seolah balik lagi ke era-era dulu dan ikut ngerasain getaran era tersebut. So, aku yang memang sebelumnya ga punya pengalaman apapun, malah nge-treat penjelajahan masa-masa yang hidup jauh di atas kelahiran aku, sebagai eksplorasi masa depanku yang dipenuhi elemen kejutan dan ngasih sensasi maupun pengalaman baru. Sorry kalau belibet bahasanya hehe…, jujur aku kesulitan ngejelasinnya, tapi semoga kalian ngerti maksudku ya hehe….

Kalo dengan kata-kata sulit buat ngegambarinnya, gimana kalo aku ajak aja langsung ngejelajah waktu dengan rilisan-rilisan album baru mingu ini. Kebetulan di minggu ini, ada beberapa artist atau penyanyi dari masa lalu, yang rilis album baru. Jadinya selain ngerasain nostalgia, kita juga bisa ngerasain sisi baru yang masih hidup dari mereka, bukan cuma kumpulan memori dan sejarah.

Kalau gitu, kita langsung mulai dari kabar mengejutkan dari salah satu legenda ska-punk tahun 90’an Sublime yang rilis album baru setelah 30 tahun dengan judul “Until the Sun Explodes”. Sublime sendiri sempet ngadain reuni penampilan mereka di panggung Coachella 2024 lalu, tapi ga disangka selain reuni mereka juga ngerilis album baru yang udah ditunggu-tunggu lama banget sama penggemar mereka. Di album ini, dua founding member Eric Wilson dan Bud Gaugh ikut berpartisipasi bersama dengan gitaris baru mereka, Jakob Nowell yang baru bergabung dari tahun 2023. Dari ke-22 daftar lagu yang disodorin, beberapa lagu diantaranya nampilin kolaborator-kolaborator dari berbagai era mulai dari: FIDLAR, Skegss, H.R. (personil Bad Brains), G. Love & Special Sauce, & Pennywise.

Selain Sublime yang menebar aura nostalgia dengan gaya baru, Evanescence pun ikutan pecah telur di tahun ini dengan rilis album berjudul “Sanctuary”. Jeda waktu tunggu-nya emang ga selama Sublime sih, soalnya Evanescence sempet rilis album di tahun 2021 dengan judul “The Bitter Truth”. Tapi bagi yang besar dengan karya-karya mereka yang nge-hits di awal tahun 2000’an, pastinya bakal excited dengan kabar munculnya album baru ini. Ini juga sekaligus jadi penampilan perdana Emma Anzai dalam album studio Evanescence sebagai bassist baru yang baru gabung di tahun 2022. Kabarnya Evanescence sendiri udah garap album barunya ini sejak 2024 lalu. Salah satu single baru mereka, “Afterlife” juga dijadiin soundtrack buat film animasi adaptasi game “Devil May Cry” setahun yang lalu. Akhirnya di tahun 2026 ini, mereka tampil powerful dengan ngebawain 12 lagu dan total berdurasi 49 menit dalam album terbarunya ini.

Kalau masih kurang nostalgianya, band metalcore August Burns Red yang namanya ngetop di awal 2000’an ikutan rilis album baru di minggu ini dengan judul “Season of Surrender”. Dari materi terbarunya ini, August Burns Red ngejanjiin bahwa bakal ada perpaduan dari era-era klasik mereka yang sukses bikin nama mereka jadi besar dengan instrumen yang mereka kembangin lagi buat ngehasilin suasana yang lebih epik. Vokalis mereka, Jake Luhrs ngasih pernyataan tentang album barunya August Burns Red kali ini: “Album ini berakar pada tradisi August Burns Red dan menurut saya ini adalah album terberat yang pernah kami tulis dalam waktu yang lama”. Well, menarik buat kalian coba apalagi bagi pecinta musik cadas, karena August Burns Red sendiri udah terbukti ngerilis banyak lagu maupun album bagus, jadi udah sepantasnya comeback mereka, disambut dengan baik.  

Btw, ninggalin banyak kenangan indah di masa lalu, terkadang bikin ngejalanin hidup ini bakalan lebih gampang, seperti yang ditunjukkin sama Of Montreal. Band indie rock asal Amerika ini baru aja rilis album studio ke-20 mereka dengan judul “aethermead”. Seperti yang dijelasin Kevin Barnes, selaku frontman band, mereka terkadang ga perlu bikin sesuatu yang bener-bener baru dan fresh setiap saat. Album ini aja, menurutnya bakal ada percampuran dari beberapa album of Montreal terdahulu yang bisa dibilang menjadi masterpiecenya mereka, seperti album “Hissing Fauna, Are You the Destroyer?”, “Lousy With Sylvanbriar” dan keintiman sederhana ala “Cherry Peel”. Album ini sendiri jadi salah satu cara Kevin Barnes ngerefleksiin pengalaman emosional yang sempat terjadi sama dirinya dan sekaligus ngejelasin tentang kehidupannya yang baru di lingkungan New York, seperti yang dia bilang: “Saya selalu memiliki ketertarikan romantis terhadap New York, tetapi selama ini saya tidak bisa menemukan cara untuk mewujudkannya. Waktunya tepat kali ini.”  

Ok mungkin cukup untuk nostalgianya, sekarang saatnya kita bener-bener melangkah ke jenjang yang baru. Unit indie rock asal Amerika, Seahaven baru aja rilis album studio ke-4 nya dengan judul “Self-Titled”. Mereka perlu ngabisin kurang lebih waktu 6 tahun lamanya buat menyelesaikan album terbaru mereka ini, tapi yang terpenting ini juga jadi momen refelksi band dari apa yang udah mereka lakuin selama ini, seperti yang dikatakan oleh sang frontman Kyle Soto: “Secara sonik, album ini mengambil sebagian besar elemen dari rilisan kami sebelumnya dan menggabungkannya menjadi satu. Saya merasa album ini secara akurat mewakili suara kami, jadi pantas jika album ini berfungsi sebagai pernyataan yang mengatakan ‘Inilah suara band kami.’ Untuk sesaat, saya tidak yakin apakah kami akan melanjutkan dengan judul ini, tetapi kemudian kami memutuskan untuk menerimanya. Banyak band memiliki album berjudul sama dengan nama band yang diharapkan menjadi album yang menentukan bagi mereka dan semoga bagi kami, album ini juga demikian.

Kalo Seahaven manfaatin rilisan terbarunya jadi ajang momen reflektif mereka, lain halnya dengan Unlucky Morpheus yang justru membuat kisah baru dari kelanjutan apa yang udah mereka buat sebelumnya. Band power metal / visual kei asal Jepang ini, baru aja ngerilis album studio berjudul “Gates of Hell”, setelah tahun lalu mereka baru aja rilis album dengan judul “Gates of Heaven”. Well, sebenernya dari judul aja udah cukup keliatan sih kalo mereka mau nampilin sisi yang berbeda dari album sebelumnya, sembari tetep ngelanjutin cerita dan konsep yang udah mereka bangun sejak album terdahulunya itu. Unlucky Morpheus sendiri udah nyiapin sebanyak 9 lagu ditambah 2 lagu lama yang mereka rekam ulang, yaitu “Affected”, dan “ Get Revenge on the Tyrant”.  

Selain itu ada trio band progressive rock asal Perancis, SLIFT yang mau mengulang kembali kesuksesan mereka lewat album baru bertajuk “Fantasia”. SLIFT sendiri mulai dikenal lewat album mereka, “UMMON” yang rilis 2020 lalu, dan kemudian disusul sama album “Ilion” yang rilis di tahun 2024. Kedua album itu sukses bikin SLIFT jadi salah satu band yang diperbincangkan kehadirannya di komunitas musik progressive / psychedelic rock modern. Maka dari itu, mereka makin semangat buat eksplorasi sekaligus ngasih pengalaman yang baru dan seru lewat rilisan terbarunya ini. Sang vokalis sekaligus gitaris utama, Jean Fossat ngaku kalo selamat pembuatan album “Fantasia” dia terinspirasi sama penulis fiksi asal Argentina, Jorge Luis Borges yang nyeritain kehidupan itu terbatas sebagaimana adanya di pikiran manusia.

Selain ada SLIFT yang bakal bawa kita ke persimpangan antara dunia imajinasi dan nyata, lewat suguhan musik berdistorsi, ada juga solois proyek drone / ambient Lal Tuna yang melakukan perjalanan berat dan penuh tantangan lewat album debutnya berjudul “Don’t Forget Me”. Solois asal Prancis ini mulai ngegarap album ini sejak November 2022 lho, tapi baru mulai direkam pada Oktober 2025. Lal Tuna sendiri ngerekam album ini di garasi rumah kediamannya dibantu sama Hugo Carmouze buat ngurusin mixing dan mastering album. Sementara kalo untuk urusan penampilan, Lal Tuna ngajak kolabroasi Alice Zapata buat ngisi bass pada lagu “Television Forever”, “Car Crashes”, dan “Anthony Fantano”. 

Kita beralih ke pop sejenak, ada penyanyi pop Lizzo yang baru aja rilis album baru dengan judul “BITCH”. Walau pemilihan judul album cukup kontroversial, Lizzo justru ngasih pernyataan, kalo nama album tersebut diambil dari makna sebaliknya dari anggapan banyak orang selama ini, seperti yang dia bilang: “Mengambil kembali makna kata Bitch adalah kekuatan, ini mengambil label yang dulunya digunakan untuk merendahkan perempuan dan mengubahnya menjadi deklarasi kepercayaan diri, dan cinta diri tanpa penyesalan. Sangat tepat untuk menamai album saya, Bitch karena itu telah menjadi kata favorit saya ketika menggunakannya dengan cara saya sendiri dan karena saya 100% adalah wanita tangguh itu!”

Tapi apa yang diomongin Lizzo bukan cuman sekedar jargon belaka, bahkan hal mengerikan udah pernah dialamain dia sewaktu dituduh melakukan body shaming pada 3 eks penari latarnya. Tapi Lizzo berhasil comeback dan menangin tuntutan itu di tahun 2025, dan tahun ini justru dia bikin album baru yang malah katanya bakal lebih “gelap” dari album-album yang pernah ditulis sebelumnya. Well, album ini sendiri bakal diisi sama 12 lagu, termasuk salah satu singlenya yang berjudul “Don’t Make Me Love U”. 

Dan di dunia K-Pop, aku ngerasa di minggu ini, musik K-Pop masih belum kehabisan momentum ngerilis album-album yang patut ditunggu seperti beberapa minggu belakangan ini. Dimulai dari rilisnya mini album grup K-Pop, tripleS yang berjudul “Love&Pop Pt.1”. Intermezzo dikit nih, aku jujur pas belum tau mereka bakal ada rilis mini album, aku sering ngeliat konten-konten mereka mulai lebih rajin berseliweran di FYP-ku. Dan itu yang bikin aku penasaran, sampe akhirnya aku baru ngeh kalau konten-konten mereka itu lagi ngepromosiin album dan konsep terbaru dari grup K-pop yang anggotanya sampai 24 orang ini. 

Buat para WAV (sebutan fandom TripleS) pasti udah pada paham, kalau setiap tahun TripleS bikin konsep album yang judulnya “ASSEMBLE”. Nah 2 tahun belakangan ini mereka bikin “ASSEMBLE” dalam bentuk album penuh, yaitu “ASSEMBLE24” dan “ASSEMBLE25”. Tapi buat “ASSEMBLE26” kali ini dikit berbeda, dimana mereka bakal ngasih konsep mini album trilogi. Seperti namanya, “Love&Pop Pt.1”, ini bakal jadi rangkaian pertama dari mini album trilogi yang mereka rencanain bakal rilis. Mini album ini sendiri terdri dari 7 lagu dengan total durasi ga sampe 18 menit, tapi hebatnya semua 24 anggota TripleS tampil di mini album ini. 

Kalo tripleS, disebut-sebut sebagai salah satu grup K-Pop gen 5 yang menjanjikan, rilisan berikutnya justru datang dari grup K-Pop gelombang awal banget yang masih konsisten bikin album dan musik yang bagus. Siapa lagi kalo bukan grup SHINee yang baru aja rilis mini album dengan judul “Atmos”. Masih setia dengan formasi kuartetnya yang terdiri dari ONEW (leader), Key (rap), Minho (rap), dan TAEMIN sejak tahun 2017, SHINee masih belum bikin SHINee World (fandom SHINee) kecewa sedikitpun dalam urusan rilis lagu. Tapi yang bikin haru di momen perilisan mini album kali ini, SHINee akhirnya bisa lagi comeback setelah 3 taun lamanya sempet “hiatus” bikin lagu, karena masing-masing kesbiukan member, dan ONEW selaku leader yang harus ngadepin masalah mengenai kesehatan dan perubahan agensi solonya. “Atmos” tentunya bakal jadi penanda akan dimulainya babak baru perjalanan SHINee, yang diawali dengan 6 lagu yang mereka persembahin di mini album mereka yang ke-6 ini.  

Sebagai penutup, aku mau kasih kalian kabar mengenai rilisan album elektronik yang aku temuin di minggu ini. Pertama, ada proyek musik elektronik garapan Joel Shanahan, Auscultation yang ngerilis album studio ke-4 nya dengan judul “IV”. Joel ngabisin waktu 6 tahun lamanya dari album Auscultation sebelumnya, “III” buat bikin musik elektronik yang berkembang dan berevolusi dari album-album Auscultation terdahulu. Katanya sih, Joel bikin lagu-lagu di album ini pada saat musim dingin panjang yang disertai hujan tanpa henti di wilayah Pasifik Barat Laut. Untuk itu, dia bikin album ini dengan tema atau konsep utama mengenai isolasi sekaligus ngegambarin suasana yang dingin tapi indah dari periode musim dingin panjang itu. 

IV by Auscultation

Kalo Joel beserta Auscultation berasa anteng banget dengan kesendirian dan tema isolasi, Ayami Suzuki mencoba mempertanyakan antara kehadiran dan ketidakhadiran lewat album barunya dengan judul “Remnants”. Album ini punya latar belakang kisah yang sedih, berawal dari pengalaman pribadi Ayami Suzuki sendiri, yang berusaha memproses rasa kehilangan setelah ditinggal Ayahnya yang meninggal tahun 2019 lalu. Dari peristiwa itu kemudian dia belajar mengenai arti kehilangan dan hubungan dengan orang-orang, dan ngerasa kehilangan itu bukan cuman kejadian tunggal yang terjadi sekejap mata, tapi ada proses yang jalan dari waktu ke waktu. Jadinya, bagi Ayami Suzuki ini bukan album solo yang cuman fokus kepada perasaan dia, tapi juga ada banyak orang-orang di sekitarnya, yang secara engga langsung terlibat membangun interaksi di album ini. Tapi yang bakal bikin kalian tambah mewek, Ayami Suzuki pake foto semasa kecilnya bersama mendiang sang Ayah buat jadi cover album terbarunya kali ini. 

So, segitu dulu buat minggu ini dan seperti biasa list album lainnya aku taro di bawah. Sampai ketemu lagi minggu depan…

Baca Juga : Kawan Mengawal Menuju Sudut Kota…

List Lainnya

  • Ada Rook – Cum Songs
  • Aooo – Rooom
  • Astar – Journey Beyond the Ages
  • Black Glow – Waves and Mirrors – Mirrors and Waves
  • Blood Incantation – All Gates Open
  • Chullachaqui – Epiphanic Perdition
  • Dirtbag Loris – Lullaby
  • Edoma – Гимны ледяного царства
  • Evergrey – Architects of a New Weave
  • Genocide Organ – From the Gutter
  • Godless – Adversus Parousia
  • HEADHUNTER D.C. – Rise of the Damned…
  • Horn – Apokalyps 1618
  • horsegiirL – Nature Is Healing
  • Iron Kingdom – Shadows and Dust
  • Iselder – The 38th Division
  • Jake Muir – Pareidolia
  • Joe Smolders – Albumin
  • Melodius Deite – Voiceless Sonneteer
  • Mógil – Norðlandínus
  • nayelin – I Wish the Summer Night I Died Would Never End 2
  • Phlegethon Temple – Crossing the Ancient Empire of Mysticism
  • Raat – Abstraction
  • Revolting – Supernatural Anthems
  • Rico Sasaki – Ri Pathos
  • Rosa Walton – Tell Me It’s a Dream
  • Rotten Tomb – Vestiges of Tortured Souls
  • Satsuki – Critical Damage
  • Siiickbrain – Houndstooth
  • Six Sex – Ultra
  • Sleepbomb – Songs in the Key of Conan
  • Syzygys – Chi Kyuu
  • T-Square – Voyage
  • The Holy Flesh – Notturno
  • Thorium – Suburban Rot
  • Together to the Stars – Iridescence
  • Ulvhedner – Berg Øde
  • URKRAFT – Naturens skrik
  • Urzah – A Tranquil Void
  • Voivod & Orchestre symphonique de Québec – Symphonique
  • Widowsepak – Roses
  • Xenosis – Hermetic Transmutation
  • Zzzahara – Distant Lands

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *