Apa-Musik-baru-di-minggu-ini-8-Mei-2026

Di samping cinta yang saat ini terasa terlalu menuntut, aku masih percaya kalo masih ada ruang untuk cinta yang sifatnya buta. Kadang aku suka telmi atau baru mikir belakangan ketika yang ada nanya ke aku, “kok kamu suka lagu ini?” 90 persen lebih mungkin aku cuman jawab antara gak tau, suka aja, atau paling kasih sedikit alasan, karena lagunya enak. Tapi aku sendiri ga bisa kasih jawaban yang bisa muasin rasa ingin tahu seseorang, alasan kenapa aku sebut lagu-lagu yang ku dengerin itu enak dan kusuka.

Ya memang sih, ujung-ujungnya kalo aku suka dengan apapun, aku bakal gali-gali dan nyari semua informasi yang berhubungan dengan hal yang kusuka, tapi kan… hal itu baru kejadian, ketika musik yang aku dengerin bikin aku jatuh cinta sampe rela denger terus-terusan. Jadi aku masih ngerasa hal yang membuat aku tertarik dan jatuh cinta pada semua lagu yang nemenin keseharian aku, masih misteri.

Tapi yah namanya hidup ya, selalu ada hal yang tidak terduga, kalau semuanya udah masuk ke dalam pikiran dan jangkauan kita, mungkin hidupnya juga jadi gak seru, hehe… Jadi di sini aku bakal bikin hidup-hidup kalian jadi lebih seru, dengan ngasih banyak rekomendasi musik-musik baru yang rilis sepanjang minggu ini. Siapa tau dari semua musik ini ada satu atau beberapa musik yang bisa kasih elemen surprise untuk menumbuhkan sensasi-sensasi cinta buta itu di hati kalian.    

Kita mulai dari info grup K-Pop Billlie yang baru aja rilis album penuh pertamanya berjudul “The Collective Soul and Unconscious: Chapter Two” lewat label Mystic Story. Sesuai sama judulnya, album ini lanjutan dari konsep mini album mereka, “The Collective Soul and Unconscious: Chapter One” yang dirilis tahun 2022 lalu. Para Belllie’ve (fandom nya Billlie) bener-bener dibikin puas sama tracklist yang melimpah di album ini yang terdiri dari 7 lagu baru plus 5 lagu lama mereka yang di-remix. Selain itu ini juga jadi jawaban dari rasa penasaran para Belllie’ve yang udah digantung selama bertahun-tahun, terkait kelanjutan konsep dari salah satu mini album terbaik yang pernah dibuat Billlie sejak mereka mulai aktif dari tahun 2021. 

Kalo kita tadi ngomongin girl grup, kabar berikutnya datang dari salah satu punggawa idol grup asal Jepang Sakurazaka46 bernama Yurina Hirate, yang rilis album debut solonya berjudul “無表情な表情” yang dirilis lewat Universal Jepang. Album ini sendiri bakal diisi sama gabungan lagu Yurina Hirate yang udah dirilis, lagu yang batal dirilis, dan beberapa lagu baru. Kalo ditotal sih, tracklist dari album ini berisi 10 lagu. Keputusan Yurina Hirate bikin solo album ini, bebarengan dengan bergabungnya dia dengan perusahaan hiburan Jepang, Cloud nine .inc. Salah satu singlenya, yang berjudul “Kill or Kiss“, udah dijadiin sebagai opening theme song untuk salah satu serial televisi anime berjudul “Marriage Toxin”. 

Masih seputar dari penyanyi dan artist dari Asia, kali ini ada penyanyi-penulis lagu kelahiran China yang abroad dan menetap di Jerman, otay:onii rilis album baru berjudul “Loves is the Shit” lewat label Pelagic. Di album ini otay:onii balik lagi kerja sendiri, setelah di 2 album sebelumnya berkolaborasi bersama musisi drone / elektronik asal Kanada, Thisquietarmy. Bukannya tanpa alasan kalo musik otay:onii selalu dibilang nyentrik dan aneh, karena di setiap konsep albumnya otay:onii banyak banget gabungin gaya musik, dari modern kaya elektronik, sampai pengaruh musik-musik tradisional opera asa tanah kelahirannya pun dia bawain semua jadi satu dan kisah dari album ini pun ga jauh beda. Meski udah bikin banyak studio album, otay:onii tetap berinovasi bikin album-album yang bakal bikin kalian geleng-geleng kepala, percaya deh. 

Mungkin aku kudet dan belum banyak cari tahu, tapi setelah beberapa tahun ini aku intens jadi multifandom K-pop, aku jarang denger ada album elektronik yang dirilis sama artis atau dj-dj Korea. Tapi anggapan itu, baru aja putus setelah aku nemu kabar dari rilisnya album debut Jaeho Hwang yang judulnya “K-Core” yang dirilis melalui label Chinabot. Jujur, aku sendiri ga tau banyak jenis musik-musik elektronik, dan musik mereka sendiri dilabelin sebagai musik elektronik post-club, techno, dan deconstructed club. Tapi yang aku perhatiin itu lebih ke sisi keunikannya sih, ketika Jaeho Hwang ini ngambil musik tradisional asal Korea yang usianya udah ratusan tahun, dibawain ulang dengan masukin pengaruh musik-musik elektronik dan budaya kontemporer Korea. Hasilnya jadi bener-bener kaya musik elektronik dengan cita rasa Korea yang kuat banget. 

Minggu ini ternyata banyak banget penyanyi atau artist yang bikin album debut, salah satunya ada Namasenda penyanyi kelahiran Swedia yang baru aja rilis album debut berjudul “Limbo” lewat label YEAR0001. Namaseda udah mulai naik sejak mixtape Unlimited Ammo” dirilis 2021 lalu, dan album debut ini jadi ajang pembuktian dia selanjutnya.  

Selain bintang-bintang pop Asia yang unjuk gigi dengan bikin album-album yang bagus dan konsep unik, cloud rapper asal Thailand, Thaiboy Digital bikin album kolaborasi bareng produser swedm® dengan judul “Paradise”. Di album terbarunya ini, Thaiboy Digital ngajak sesama anggota Drain Gang, Bladee buat kolaborasi di 2 lagu yang berjudul “Solitaire” dan “Irish Tears”. 

Kita udah terlanjur nyemplung ke musik-musik internet nih, jadi sekalian aja aku kenalin Maple, proyek hyperpop, happy hardcore yang ngerilis album baru berjudul “ITS CALLED HAVING FUN AND PLAYING”. Kalian bakal dihadepin sama salah satu album maple yang punya suara paling berwarna dan ceria dibanding dari setiap album yang mereka rilis. Selain itu di album ini, Maple banyak kolaborasi sama rapper dan musisi elektronik internet bawah tanah, yang makin bikin album ini lebih berwarna. Mulai dari Skeets, Emotionals, sixwing, d0llywood1, Sativa, h1ts, S4BRINA, Minnie Van Driver, Father Koi, acounta, Girls Rituals, sampe Velvet Pony pun ikutan ke dalam dunia fairy tale yang lagi dibuat Maple. 

Masih kurang puas, main-main di taman kayangan dan fantasi penuh warna? Tenang galen tipton bakal mewujudkan mimpi itu lewat album terbarunya “dreamweaver” yang berkolaborasi dengan Junior Astronaut. Sekedar informasi, Junior Astronaut sendiri adalah sodara dari galen tipton sendiri. Kalo maple ngasih kita fantasi menyenangkan di siang hari, “dreamweaver” ini ngasih mimpi yang jadi bunga indah masa-masa tidur nyenyak kita. 

Tapi kalo kalian pengen fantasi kalian serasa lebih menatang dan beda, kalian bisa nyobain album terbaru dari Fire-Toolz berjudul “Lavender Networks” yang dirilis lewat label Warp. Fire-Toolz ini manfaatin semua warna yang ada, jadi ga cuman warna-warna musik yang cerah, bahkan warna-warna hitam yang didapat dari pengaruh musik-musik metal pun ada di sini. Fire-Toolz juga terbuka banget untuk kolaborasi sama musisi-musisi yang mainin genre yang bener-bener 180 derajat berbeda, mulai dari Zola Jesus, Brothertiger, Nailah Hunter, Lipsticism, Jennifer Holm, dan Sling Beam.  

Ngomongin soal yang berwarna, Karmanjakah bisa bikin musik penuh distorsi gitar malah tampil colorful dan cerah lewat album ke-2 mereka, “Diamond Morning”. Mereka baru aja comeback di tahun ini setelah absen selama kurang lebih 4 tahun sejak debut “A Book About Itself” yang dirilis 2021 lalu. Dari deskripsi yang aku baca sih, mereka termasuk ke progressive metal tapi masuk ke ceruk khusus bernama Thall. Tapi yang jelas ditelingaku, musiknya ringan, dan vokalnya Jonas Lundquist merdu dan melodious banget. 

Nah beda halnya dengan Darko, yang meskipun kalau sekilas di sampul albumnya mainin banyak kombinasi warna, tapi jangan salah musik mereka sangar dan garang abis. Ga heran juga sih, karena dari informasi yang beredar Darko sendiri dibentuk sama 2 member band deathcore ternama, Chelsea Grin yang terdiri dari: Josh Miller (Instrumen), dan Tom Barber (Vokalis). Jadinya, musik-musik Darko nyerempet-nyerempet ke arah sana, meski suaranya lebih beda dan unik. Album terbarunya, “Oni 2” adalah sekuel dari album “Oni” yang sempet dirilis 2021 dan bikin Darko jadi perbincangan serius. O iya, selain itu Darko juga ngundang beberapa vokalis tamu dari band deathcore lain buat ngisi lagu lho, diantaranya ada Ben Duerr yang jadi featuring di lagu “Majora”, Alex Koehler ngisi di “Take Me to Heaven”.

Tapi mungkin udah kodratnya kali, kalau ujung-ujungnya musik-musik metal bakal ngomongin hal-hal yang serem, gelap, dan muram. Tapi kayaknya justru disitu letak titik kenikmatan orang-orang nge-fans sama musik ini. Dan kalo kalian mau merayakan hal-hal semacam itu, Draconian punya kumpulan lagu pengantar yang tepat, lewat album terbarunya “In Somnolent Ruin” yang dirilis lewat Napalm Records. Draconian baru aja nih bangun dari masa hibernasinya, setelah selama kurang lebih 6 tahun ga bikin album studio baru. Draconian masih setia banget dengan formula musik doom metal-nya bercorak gothic yang melodis, melankolis, dan bisa bikin mewek selama musik mereka terlantun di speaker kalian. Selain Draconian yang bisa nemenin lamunan kegalauan kalian, band atmospheric black metal Panopticon juga rilis album baru dengan judul “Det hjemsøkte hjertet”.  

Lewat laman resmi Bandcampnya, Austin L. Lunn satu-satunya empunya band curhat panjang lebar mengenai konsep album ini yang dijadiin trilogi. Di album ini, Panopticon banyak “nyenggol” terkait isu-isu iklim, kehidupan alam liar, sampai bisa jadi album yang bermuatan komentar sosial, tentang fenomena yang belakangan ini muncul mengenai influencer-influencer yang sering banget meromantisasi kehidupan di alam liar. Meski cuman 7 lagu, tapi jelas ini bakal jadi album dengan perjalanan panjang dan padat yang harus dilalui. 

Kalau Panopticon ngartiin slogan “back to nature” itu harfiah, beda halnya dengan duo black metal asal Norwegia, Darkthrone yang coba ngembaliin musik metal ke filosofis era awal lewat album berjudul “Pre- Historic Metal” yang dirilis lewat Peaceville Records. Di perayaan yang ke-40 tahun ini, duo Fenriz dan Nocturno Culto kayanya justru pengen nostalgia untuk balik lagi ngerasain masa-masa ketika pertama kali mereka buat lagu-lagu Darkthrone. Mereka ngaku kalau album ini, selain terinspirasi dengan gen musik metal yang udah ngebesarin mereka, juga ngembaliin cara mereka buat dan rekam lagu, di masa-masa awal mereka baru berkarya. 

Kayanya udah cukup aku kasih kabar dari musik yang penuh gema distorsi, aku kasih pemanis dikit lewat album studio terbaru yang dirilis The Lemon Twigs berjudul “Look for Your Mind!” yang rilis lewat Captured Tracks. Kalau kalian dengerin sekilas aja, musik-musik mereka terpengaruh kuat sama The Beatles, atau gaya-gaya musik sunshine / psychedelic pop era-era itu. 

Jadinya, denger mereka berasa lagi nostalgia balik lagi ke era itu. Mau dari instrumen, gaya nyanyi, sampai cara mereka ngerekam vibes nya kerasa banget seperti dibuat di tahun-tahun 60-70’an gitu. Ngomongin nostalgia, salah satu band indie pop yang namanya ngetren di era 2000’an, Broken Social Scene baru aja comeback lewat rilisan album terbarunya berjudul “Remember the Humans”. Kehadiran mereka dirindukan banget, setelah kurang lebih 9 tahun semenjak “Hug of Thunder” rilis tahun 2017, mereka ga kunjung bikin album baru.   

Sebagai penutup ke-randoman di minggu ini, aku mau kasih kabar tentang rilisnya album “Passed Me By” dari hasil karya tangan grup nu-jazz / alternative R&B kelahiran U.K., Submotion Orchestra. Dilihat dari karya yang dihasilin, mereka semakin mantap untuk mainin berbagai jenis musik elektronik yang punya kesamaan ngasih kesan-kesan minimalis. 

“Passed Me By” ini memang menempuh perjalanan panjang, bahkan kita harus sampai nunggu 8 taun lamanya, untuk bisa menikmati kembali karya album studio dari Submotion Orchestra. Ya sesuai yang dibilang oleh pihak band, album ini memang punya konsep benang merah yang sama dengan mini album terakhir mereka, “Five Points” yang dirilis 2024 lalu. Jadi biar kalian ga kaget denger musik-musik Submotion Orchestra di album ini, aku saranin mulai coba denger dari mini album terbarunya mereka. 

Ok…, aku rasa cukup untuk minggu ini, untuk album-album lainnya yang dirilis minggu ini, aku seperti biasa bakal taruh di list bagian bawah. O iya… dari semua rilisan yang ku kasih di atas, semoga kalian merasakan cinta buta yang ku rasakan juga, supaya kita bisa sama-sama berbagi rasa yang menyenangkan ini, hehehe. Bye… sampai ketemu lagi di minggu depan.  

Baca Juga : Iceberg #03 – PVA, Nuovo Testamento, Budung, Svitlana Nianio, Traffic Jam

Rilisan Lainnya

  • Abuser – Blood Marks
  • Aldous Harding – Train on the Island
  • Ammonite – Good Things
  • Anastasia Kristensen – Bestiarium Sombre
  • Ascended Master – Crepuscular Gloom
  • AZ – Doe or Die III.
  • Bancofa – matb-acam
  • Black Veil Brides – Vindicate
  • Chronic Hate – Defeating the Oblivion of Life
  • Cola – Cost of Living Adjustment
  • Daughn Gibson – Lake Mary Not Mysterious
  • Discharming Man – 街
  • Frozen Soul – No Place of Warmth
  • Gadget – Coerced
  • Geoff Tate – Operation: Mindcrime III
  • Gormoth – Berettyó
  • Grievance – Lúgubres devaneios de abismos e sombras
  • Hor – III
  • IATT – Etheric Realms of the Night
  • Ingested – Denigration
  • Jungle Rot – Cruel Face of War
  • Lago – Vigil
  • Little Simz – Sugar Girl
  • Mamorlis – Proving Grounds
  • Möhrkvlth – Gwenojennoù an ankounac’h
  • Mysterivm Xarxes – Lvcidicide
  • Nocturnal Departure – Spiritual Cessation
  • Rosa Brunello – We Are Surging Waters
  • Sacriversum – Before the Birth of Light
  • Salim Nourallah – Close as a Star
  • Scarab – Transmutation of Fate
  • Scraper – Infinite Journey
  • Sissy Spacek – Geometric Reason
  • Social Distortion – Born to Kill
  • Son of Belial – Kill Mashiach
  • Teatre – All Constellations Weaving Into One
  • Teloch Vovin – Towards the Inevitable
  • Teramaze – The Silent Architect
  • Torchia – They Are Born Under Rules of the Darkness
  • Vile Desolation – Annihilating the Consciousness
  • Wampyric Rites / Noirsuaire – Consecration of Nocturnal Entities
  • Yoth Iria – Gone With the Devil 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *