Waduh… udah masuk bulan Oktober aja nih, ga berasa ya?? Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, aku harus coba ngeliat dan update lagi nih list-list album yang aku suka dan wishlist album yang pengen aku dengar di tahun ini. Biasanya sih aku update itu 3-4 bulan sekali, atau kalau misal aku ngerasa di bulan-bulan tertentu itu aku banyak nemu rilisan baru, bulan itu juga aku langsung update. Tapi kalo khusus Oktober, aku pasti selalu update, kenapa? Biasanya sih nanti menjelang Halloween itu, bakal buanyak banget album-album yang dirilis, dan emang dari tahun ke tahun itu, bulan Oktober emang spike nya yang bikin aku paling sibuk dan aktif buat nyari musik baru, sambil update-update album favorit dan wishlist.
Nah tapi yang bikin beda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini aku ga cuman ngumpulin daftar album aja dan bagiin ke temen-temenku buat saling tuker playlist dan referensi. Tapi aku juga mulai coba nulis-nulis ulasan dan kesanku tentang album-album itu. Dan yang bikin excited lagi, tulisan-tulisanku ini juga bakal di terbitin di Sonorri ini, bersama dengan list-list album dari kak Ivan, dan kak Yan. Kami lagi nabung konten tulisan-tulisannya, dan mungkin rencananya tulisan-tulisan kita bertiga bakal di upload minggu depan atau 2 minggu lagi, jadi bentuk artikel yang isinya album diary 2026 gitu. Pokonya tungguin dan pantengin aja ya…, aku excited banget, karena ini pengalaman pertama kali di hidup aku, yeayy…..
O iya saking seneng dan semangatnya, sampe lupa tugas aku di sini hehehe… Ok langsung aja deh kita mulai ngasih kabar-kabar album terbaru yang rilis di minggu ini Kita mulai dari kabar grup musik elektronik 2000’an asal Australia, The Avalanches yang rilis album baru berjudul “No Bad Memories”. Album ini udah ditunggu-tunggu sejak 6 tahun lho, setelah terakhir kali mereka rilis album “We Will Always Love You” yang dirilis tahun 2020. Tapi penantian panjang itu bakal kebayar penuh dan puas, karena album ini bakal diisi sama 31 lagu dan total durasinya mencapai 52 menit. Bukan cuman itu aja, The Avalanches juga banyak banget ngumpulin dan kolaborasi bersama musisi-musisi lainnya dari berbagai penjuru dunia. Nama-nama yang bakalan muncul di proyek album ini antara lain: Nikki Nair, Jessy Lanza, Prentiss, Ryoji Ikeda, Loaded Honey, Jamie XX, Karen O, Khadija Al Hanafi, Rivers Cuomo, Vegyn, Baby Marlboro, Erick the Architect, Mike Patton, John Glacier, Potraits of Tracy, Panda Bear, Hale Joel Osment, Carly Simon, Barry Can’t Swim, Suzanne Ciani, Haruomi Hosono. Gimana kurang puas apa lagi? Banyak musisi dari berbagai jenis genre mau itu rock, pop, folk, hip-hop, electronic, jazz, experimental semua pada ngumpul di album ini. Uniknya, meski kelihatan album ini bakal bikin musik yang eksplor abis-abisan The Avalanches milih tema musik yang relatif deket sama keseharian kita, dia bakal bawain lagu-lagu yang temanya itu seputar jingles, iklan komersial, dan hal-hal yang berhubungan sama dunia marketing lah.
Berikutnya aku mau ngomongin soal rilisan baru dari band post-punk asal Irlandia yang sekarang menatap di London, Frontainers D.C. dengan judul “Dopamine Chamber”. Katanya sih ini bakalan jadi kelanjutan album sebelumnya, “Romance” yang dirilis tahun 2024. Dan berkat album itu, nama Frontainers D.C. itu sempet dikenal luas sampai bisa meraih dua nominasi GRAMMY di kategori Album Rock Terbaik dan Penampilan Musik Alternatif Terbaik untuk lagu Starburster”. Bukan cuman berhenti di situ aja, mereka juga menangin penghargaan Grup Internasional Terbaik di BRIT Awards 2025, yang jadi kemenangan BRIT kedua bagi mereka. O iya judul “Dopamine Chamber” diambil dari gagasan bahwa kalau rekaman musik ibarat sebuah ruangan yang dimasuki oleh pendengarnya. “Album ini sendiri adalah sebuah dopamine chamber“(ruang dopamin), Anda melangkah masuk, dan kami menguji berbagai karya musik yang mampu mengubah pikiran atau suasana hati tersebut kepada Anda.” kata vokalis mereka, Grian Chatten. Album ini sendiri bakal diisi sama 10 lagu dan durasinya 43 menitan. Selain itu, ada juga lho penampilan spesial kolaborasi mereka bersama Rosalia, di salah satu lagunya berjudul “Where is Gone?”.
Kita slowing dulu dan manjakan telinga kita, sama rilisan baru dari penyanyi alternative R&B kelahiran Meksiko, Rodrigo Torres de la Garza alias NsgK yang berjudul “Mosca”. Album ini sendiri bakal jadi album studio ke-3 buat NsgK. Dan sepertinya di album ini, NsgK tampil ambi banget, buktinya album “Mosca” ini bakalan jadi album dengan durasi terpanjang yang pernah dia buat selama bersolo karir, dengan total durasi sampai 1 jam lebih. Selain itu di album ini juga kalian bakal dengerin NsgK kolaborasi sama beberapa musisi tamu lainnya mulai dari Nina, Jean Dawson, Riosse, Estabon Armado, Julieta Venegas, dan Kevin Kaarl.
Nah kenapa tadi aku ngajak kalian buat manjain telinga sesaat?, Karena rilisan berikutnya kita bakal ngomongin musik yang gelap-gelapan dan serius (ihh…, takutnyo). Rilisan yang aku maksud itu dateng dari band melodic death metal asal Finlandia, Insomnium yang rilis album baru dengan judul “Netherworlds”. Sewaktu aku baca-baca info band ini, ternyata salah satu gitaris mereka, Jani Liimatainen mutusin buat keluar dari band, dan posisinya diganti sama Tomy Laisto. Dan aku dengerin beberapa lagu dari album-album mereka sebelumnya kaya enak banget, melodi gitarnya, vokalnya, dan lirik-liriknya juga. Ga heran kalo mereka suka banget dijulukin salah satu band yang konsisten banget bikin album-album bagus.
Ok sekarang kita masuk ke rilisan dari indie rock. Adalah Dummy, band Los Angeles, yang baru rilis album terbarunya berjudul “Do You Love the Color of the Sky?” Walau mereka sering dikaitin sama musik indie rock, tapi sebenernya mereka eksplor banyak banget jenis musik dan emang kada sulit dijelasin. Misalnya aja, di album “Free Energy” mereka banyak masukin musik-musik elektronik dan musik dari skena Madchester khas 80’an. Terus di album ini mereka malah bikin musik-musik post-rock dan indie pop. Di album ini sendiri mereka juga ngangkat tema-tema yang lumayan berat dan sensitif, tentang ngomongin isu-isu politik, sosial, sampai isu bencana alam dan iklim bumi. Tapi meski begitu, mereka mastiin bahwa musiknya tetep menarik, ga boring, dan yang penting berbeda dari musik-musik yang ada saat ini.
Berikutnya, aku mau bahas rilisan terbaru dari Worldpeace DMT yang juga sekaligus jadi album studio ke-2 mereka yang berjudul “Stick Around for Tea”. Buat yang kurang familiar ama musik mereka, band ini dari London dan beranggotakan duo Leo Fincham, dan Rowan Please, Tahun lalu mereka buat album mixtape, “Flowers Powers” sekaligus album debut “The Velvet Underground & Rowan”. Sejak saat itu musik mereka mulai dikenal, dan apalagi pendekatannya yang unik ala musik-musik alternative gitu. Album terbarunya ini sendiri, bakal terdiri dari 12 lagu.
Sekarang kita bakal nyelem lagi nih ke dunia per-extreme an hehe. Dan seperti biasa kalo udah sampe sini, biasanya aku lebih sering nerima request dari kak Ivan. Kali ini dateng dari band black metal asal Islandia, Mannveira yang baru rilis album ke-2 setelah 5 tahun absen dengan judul “Vesöld”. Kalo dari liat cover albumnya sekilas atmosfernya gelap dan ngeri banget sih apalagi emang banyak pake ornamen-ornamen objek yang bikin kalian geleng-geleng kepala. Musikyna sendiri menurut dari si pihak band, emang nawarin gabungan musik black metal yang melodik tapi juga mereka bisa bikin musik-musik yang bising dan berpotensi banget bikin “huru-hara” di telinga. Yang jelas buat yang doyan black metal, kayanya hampir dipastiin suka sama album ini.
Kalo tadi sisi gelapnya, sekarang kita ke sisi terangnya dan ini masih dapet dari request kak Ivan juga. Band yang ku maksud ini adalah grup power metal asal Perth, Gloryhammer yang baru aja rilis album studio ke-5 “Space 1993: Wrath of Kor-Virliath”. Aku diceritain dikit sama kak Ivan mengenai betapa uniknya konsep band ini. Mereka sendiri sebenernya ngomongin kisah-kisah fantasi alias fiksi yang terjadi di abad pertengahan gitu. Tapi twist nya mereka juga gabungin sama nuansa ala-ala futuristik gitu, dan bahkan mereka sampe niat bikin nama-nama karakternya sendiri dan bikin album-albumnya itu seolah jadi episode yang bikin alur ceritanya nyambung satu sama lainnya. Nah meskipun vokalis utama mereka dinamai Angus McFife, tapi vokalis Gloryhammer sempat berganti lho, tepatnya di tahun 2021, pas Sozos Michael bergabung bersama band gantiin Thomas Winkler. Tapi itu sama ga bikin musik-musik Gloryhammer langsung jadi jeblok kok, malahan aku ngerasa dengerin beberapa lagu dari vokalis keduanya dan coba ngebandingin, tapi hampir ga ketemu bedanya.
Dari per-metalan aku mau ajak kalian ke musik per indie-an folk. Duo penulis lagu Victoria Rose dan Stone Filipczak yang bikin proyek bareng dengan nama panggung @, baru aja rilis album ke-2 mereka dengan judul “Autosmile”. Album ini jadi album pertama mereka, ketika mereka mutusin buat pindah ke label 4AD, yang sebelumnya dari label Carpark. Metode bikin musik mereka tergolong unik sih. Rose dan Flipczak ngerjain albumnya itu ga barengan lho, malah mereka emang sengaja sendiri-sendiri ngerjain bagian-bagian album tertentu. Kalau misal bagian-bagian dari musik mereka udah jadi, nah baru tuh mereka ngediskusiin tentang gimana enaknya musik-musik dari apa yang udah mereka buat sebelumnya, dan cara ini udah mereka terapin sejak mereka rilis album “Mind Palace Music” yang dirilis tahun 2021 lalu. Album ini sendiri diisi sama 10 lagu, dengan total durasinya itu 42 menitan.
Sekarang kita balik bahas musik yang bertenaga, tapi bukan metal ko, melainkan kabar dari grup screamo, post-hardcore asal Argentina, WRRN yang baru aja nih rilis album ke-2 mereka dengan judul “Degradarse”. Jujur aku sendiri belum pernah sama sekali denger nama mereka sebelumnya, tapi yang aku liat album debut mereka yang berjudul “¿Qué se siente estar mejor?” udah dirilis sejak tahun 2023. Dan aku tertarik cobain musik mereka, karena covernya yang menurut aku bagus sekaligus nampilin kesan misterius. Musiknya juga aku suka banget, instrumennya kaya indah melodis gitu, tapi vokalnya cadas dan agresif banget (hmm… apa ini emang tipikal semua musik screamo ya?, komen dong di bawah kalo iya, hehe….). Album ini sendiri terdiri dari 10 lagu dengan durasi yang sampe sekitar 32 menitan.
Dari tadi ngomongin musik bergitar terus, sekarang kita bakal beralih ke grup musik vocaloid asal Amerika, FLAVOR FOLEY yang ikutan juga rilis album ke-2 dengan judul “Mirror Modulation”. Aslinya, grup FLAVOR FOLEY ini beranggotakan 3 orang yang terdiri dari Jamie Paige, ricedeity, dan Vane Lily. Ya namanya musik vocaloid sih, walau bukan dari Jepang, tapi tetep aja kedengerannya kaya lekat banget sama kultur-kultur seni pop dari Jepang, dan aku sendiri sempet dengerin beberapa lagu di album debutnya yang berjudul “Cardiac Counterpoint”. Padahal mereka baru aja rilis album itu tahun lalu, tapi kayanya daya kreatif mereka belum kendor, dan langsung bikin album studio ke-2 secara berturut-turut. Bukan cuman nampilin performa dan kreasi dari ke-3 personil intil FLAVOR FOLEY aja, tapi album ini ngundang banyak banget artist-artist vocaloid mulai dari yang terkenal sampe musisi-musisi vocaloid baru. Dan bahkan yang bikin pecah mereka bisa ngajak kolab ANRI, yang notabenenya salah satu penyanyi J-Pop yang ngetop di tahun 80’an. Nih, daftar artist-artist yang kolaborasi bareng FLAVOR FOLEY di album ini, mulai dari:Hatsune Miku, Kasane Teto, SF-A2 Miki, Kagamine Len, Kagamine Rin, Nekomura Iroha, Chis-A, ANRI, OSCAR, dan SAROS.
Nah kalo sekarang, giliran kita bahas album pilihan atau yang potensial bakal jadi favorit aku, apalagi kalo bukan grup K-Pop, NCT Wish yang rilis mini album terbarunya dengan judul “I Spy”. Padahal mereka baru aja comeback bikin album studio ke-2 berjudul “Ode to Love”, tapi ternyata my para husband (ngarep dikit gapapa lah, hehehe….) masih ngelanjutin produktivitas mereka buat bikin dan rilis mini album ke-4 mereka ini. O iya FYI sebelum resmi ngeluncurin mini album ini ke penjuru dunia, NCT Wish sempet bikin acara di Hwajung Gymnasium, Korea University, yang berlangsung 10 dan 11 Oktober lalu. Pokonya isi acara itu, nampilin koreografi dance baru yang bakal dipake di lagu-lagu terbaru NCT Wish. Mini album ini sendiri diisi 6 lagu dengan total durasi 17 menit. Makin lengkap bikin kabar gembira, NCT Wish juga bakal berencana rencana tur konser terbaru mereka yang bakal dikasih judul INTO THE WISH: Face Our WISH.
Ok deh, namanya mau ngasih kejutan, di akhir ini aku bakal kasih kalian lagi rilisan musik metal hehehe…. Semoga ga bosen ya… Band melodic deah metal asal New York, Lapetus baru aja rilis album ke-3 mereka dengan judul “The Mother Void”. Jujur aja, yang bikin aku akhirnya tertarik banget buat nyoba musik mereka, covernya bikin mind-blowing banget, abstraknya dapet, tapi kecantikan dan keindahannya juga dapet. Katanya album ini itu nyeritain kisah seorang ibu dan anak laki-lakinya yang mereka bikin analogi tentang umat manusia dan kosmos, yang punya perasaan ditakdirkan buat gagal di dunia yang emang dari awal dibuat untuk dihancurin (Waduh… berat banget ini bahasannya). O iya di album ini, mereka juga kedatangan sejawat-sejawat dari sesama musisi metal yang mampi dan ngasih kontribusi juga, seperti : drummer Brody Taylor Smith (Invent Animate), gitaris Benji Baret (Ne Obliviscaris), dan vokalis Frank Harper (Caelestra). Walau isi lagunya cuman 7, tapi ini emang bakal jadi perjalanan yang panjang dan bikin kalian overthinking dengan temanya yang berat, tapi musiknya sendiri justru bikin kalian yang suka metal merem melek.
Ok deh… untuk minggu ini segitu dulu aja. Seperti biasa kalo kalian masih penasaran dan kepingin nyari rilisan album lainnya, tenang aku juga udah bikin listnya di bawah. O iya.. Jangan lupa baca ya kalau nanti artikel 2026 album diary udah terbit, karena artikel itu nantinya bakal kita update terus beberapa bulan ke-depan, pokonya sampai berganti tahun deh, dan dijamin kalian juga bakal dapet banyak rekomendasi album bagus yang dirilis tahun ini. See you next week.
Baca Juga : Begini Rasanya Ditinggal Kucing Kesayangan
Rilisan Lainnya
- Amthrÿa – Onnen
- Angèle – Instinct
- Anna Shoemaker – Back to Pennsylvania
- Ashe – The Girl of Your Dreams
- ava online / .mp3Neptune – head north
- bambi – B
- blunt morphage – Radiant Skeleton
- Boguslaw Balcerak’s Crylord – Birds of Steel
- Boldy James & Real Bad Man – Strobe Light
- Carnation – Symphony in Flesh
- Caspian – Caspian
- Claptrap – Second Guessing
- Deianeira – The Sculpture
- Diabarha – Avoiding Fate
- Doomscroller – Shrouded in Darkness
- Eels – Cookie Happened
- Fugit – Where Foxes Say Goodnight
- Geologist & Kyle Simon – The Sirens
- Great Falls – The Bite That Grows Up
- Gucci Mane – Against All Odds
- Hatalom – Immanence
- JANVS – Fatum est
- Jacques Greene – JG
- Joe Stump – Lord of the Strings
- Katia Krow – Infall
- Kenny Ueda – Soft Suburbia
- Lucky Daye – ALOUD!
- LUCKI – Dr*gs R Bad
- Master – Among the Seeds of Death
- Max Ritcher – While the Flood Rages
- Meyhem Lauren – Caviar Physics
- Minenfeld – Instruments of Industrialized Warfare
- Misery Spell – Wormhole
- Morgue – Herald the Dawn
- Mother of Graves – The Light That Keeps Us
- Nxaaxul – The Altars of Nekromanteion
- Odisseo – Decena trágica
- Omasta – Hits Different
- Otras – Na krídlach Morovida
- Overwrought – Circle of Downfall
- Pardoner – Target Practice
- pavilion – Dismount
- Raw Black Metal – Winter Graves
- Rick Wakeman – Return to the Red Planet
- Ruins of Faith – Malevolent Symphony over Kingdom of Phobetor
- Sépulcre – Cryptic Temple of Otherworldly Abhorrations
- Serpentshrine – Triumph of the Adversary
- Sophia Stel – The Greatest Album of All Time
- Spring Silver – Mixed Race
- Stoned Jesus – Songs to Moon
- strange pressure vessel – Hollow Carapace
- Svitlana Nianio – Death From the East to the West
- Temperance – Arcani
- The Black Thunder – Time Obliteration
- The Lovercraft Sextet – Penance
- They Are Gutting a Body of water – Kool Faith / Loosies II
- tummyache – Repeat in Reverse
- Umus – Voidlit
- Urna – The Great Jihad
- Veilburner – All That Glimmers Is Gloam
- Warhammer – Algos
- World News – In Purgatory
- Yel – Praise



