Album terbaru yang rilis minggu ini meliputi : Wet Leg, Disembodiment, Open Mike Eagle, Hell, Kokoroko, Vylet Pony, Kakothanasy, dan masih banyak lagi.
Dengan maraknya album-album baru bermunculan setiap minggu, tentunya akan menyulitkan para penikmat musik untuk menentukan mana album yang sebaiknya didengarkan terlebih dahulu. Namun kalian tidak perlu risau lagi, sebab setiap minggu IndonesiansMostWanted berusaha memberikan rangkuman rilisan album terbaru yang tersedia di berbagai platform online streaming. Dengan harapan agar rekomendasi dari kami bisa menjadi pertimbangan utama kalian untuk mulai mencoba mendengarkan musik-musik baru yang dirilis sepanjang minggu ini. Pastikan anda tidak melewatkan rekomendasi musik baru yang kami berikan setiap minggunya.
Wet Leg – moisturizer
Duo indie rock / post-punk revival Wet Leg, yang digawangi oleh Rhian Teasdale dan Hester Chambers, resmi merilis album penuh kedua mereka bertajuk Moisturizer melalui label Domino. Album ini bukan hanya lanjutan dari debut gemilang mereka yang memenangkan Grammy pada 2022, tapi juga merupakan loncatan sonik ke wilayah yang lebih padat, liar, dan penuh nyali. Meski awalnya dikenal sebagai proyek duo, Wet Leg kini menjelma menjadi formasi lima orang yang semakin matang secara musikal dan mental. Ditulis di rumah terpencil di pedesaan, Moisturizer hadir dari tempat sunyi yang justru menghasilkan keributan sonik. Album ini menyelami tema obsesi, cinta yang terlalu besar, dan keinginan untuk merasa segalanya tanpa filter. Ada emosi mentah yang dibungkus dalam kecerdasan khas Wet Leg: lirik yang tajam, penuh ironi dan sindiran terhadap relasi modern, serta permainan bahasa yang mencampur kejenakaan dan keresahan.
Wet Leg Bandcamp | Wet Leg Spotify | Wet Leg Apple Music | Wet Leg Deezer | Wet Leg Tidal
Disembodiment – Spiral Crypts
Setelah empat tahun membangun fondasi busuk dari EP mereka yang diakui luas, “Mutated Chaos”, kuartet death metal asal Sherbrooke, Québec, Disembodiment akhirnya merilis album penuh perdana antisipatif mereka, berjudul “Spiral Crypts” melalui label Everlasting Spew Records. Lewat Spiral Crypts, mereka tidak sekadar membangkitkan aroma pembusukan klasik death metal 90-an, tapi juga menyelami kedalaman visceral dan menyulapnya menjadi sebuah pengalaman aural yang mendekati slasher psychosis seolah-olah musik ini adalah soundtrack dari mimpi buruk tubuh yang membusuk. Band ini dengan sadar merumuskan “Spiral Crypts” sebagai pengalaman sensorik yang menolak keteraturan, menolak melodi yang ramah telinga, dan memilih menjadi terowongan suara menuju psikosis. Proses mixing digarap oleh Christian (yang juga memainkan gitar dan menyumbang vokal latar). Untuk proses mastering dikerjakan oleh Carlo Altobelli di Toxic Basement, yang dikenal menangani produksi album-album brutal lainnya.
Disembodiment Bandcamp | Disembodiment Spotify | Disembodiment Apple Music | Disembodiment Deezer
Open Mike Eagle – Neighborhood Gods Unlimited
Rapper, penulis lagu, sekaligus pendiri label Auto Reverse, Open Mike Eagle, kembali dengan album penuh terbaru bertajuk “Neighborhood Gods Unlimited”. Album ini bukan hanya sekumpulan lagu, tetapi sebuah narasi sureal dan personal yang membentang seperti memoar digital penuh teka-teki terbungkus oleh kejenakaan khas dan kesadaran sosial yang nyaris mistis. Album ini diproduseri oleh berbagai nama yang lekat dengan dunia underground dan eksperimental hip-hop seperti Kenny Segal, Child Actor, August Fanon, hingga Nolan the Ninja. Peran besar Child Actor dalam banyak track (termasuk lagu seperti “ok but Im the phone screen” dan “a dream of the midnight baby (not a euphemism)” memberi nuansa lo-fi yang lekat dan hangat, seakan rekaman ini dibuat di kamar pribadi, bukan studio besar. Album ini di-mix dan di-master oleh Willie Green di The GreenHouse Recording Co., dengan bantuan teknisi Mose Wheeler, dan direkam di Office/Space Studios. Artwork oleh Marcus Wallinder dan tata letak oleh Brad Tuominen mendukung narasi visual album yang terasa seperti catatan harian surealis: potongan gambar yang menyimpan dunia di dalamnya.
Open Mike Eagle Bandcamp | Open Mike Eagle Spotify | Open Mike Eagle Apple Music | Open Mike Eagle Deezer | Open Mike Eagle Tidal
Endrøm – The Last Swordsman
Proyek black metal atmosferik asal Kediri, Endrøm, resmi merilis album penuh kedua mereka, “The Last Swordsman”, melalui label asal Bogor, Harsh Productions. Album ini mengisahkan sosok ksatria terakhir dalam latar mitologis atau abad pertengahan. Dalam lima trek berdurasi total 45 menit, Endrøm menyuguhkan perjalanan emosional dari balada kesetiaan hingga bisu nihilisme. Tema ksatria beresonansi kuat dengan latar sejarah daerah Kediri yang terdiri dari kerjaan, tanah terdahulu yang dikenal sebagai Daha. Endrøm membaurkan melodi tremolo emosional ke dalam riff agresif, ketukan drum yang merangkak, dan atmosfer gelap. Ada lapisan progresif dan crust tersembunyi yang menambah tekstur pada tiap lagu. Endrøm mengerjakan album ini secara independen dan sepenuhnya diproduksi di Kediri. Semua instrumen (gitar, bass, drum) direkam oleh Adi, sementara Ega mengisi vokal. Proses mixing/mastering juga ditangani sendiri di Hellroom Studio, Kediri oleh band. Sampul artworks dibuat oleh Rio Oscaryzm, sedangkan layout album dirancang oleh Beges.
Endrøm Bandcamp | Endrøm Spotify
Kokoroko – Tuff Times Never Last
Setelah menorehkan kesuksesan besar lewat album debut “Could We Be More”, kelompok jazz dan afrobeat asal Kenya-Inggris, Kokoroko, siap melanjutkan langkah evolusioner mereka melalui album studio kedua bertajuk “Tuff Times Never Last”, yang rilis melalui Brownswood Recordings. Pemilihan judulnya sendiri berasal dari refleksi terhadap meme viral, namun ditarik lebih dalam menjadi bentuk meditasi akan dualitas hidup: bahwa keindahan kerap lahir dari kesulitan. “Rasanya seperti kebenaran alami yang kami temukan saat menulis,” ujar Onome Edgeworth, salah satu pemimpin band. Secara musik, “Tuff Times Never Last” menawarkan sebuah ekspansi sonik yang menyeluruh sebuah langkah maju dari fondasi jazz dan afrobeat khas Kokoroko. Album ini menyerap pengaruh dari R&B Inggris era 80-an, neo-soul, bossa nova, lovers rock, hingga disko Afrika Barat. Nama-nama seperti Loose Ends, William Onyeabor, Sly & Robbie, hingga Patrice Rushen menjadi rujukan tekstural dan emosional dalam perwujudan nuansa baru ini. Meskipun begitu, identitas jazz mereka tetap tak tergoyahkan. “Pada dasarnya, kami adalah musisi jazz,” kata Sheila Maurice-Grey. “Tapi kami berusaha untuk tidak membatasi diri. Ada tingkat kebebasan baru yang mulai kami rasakan.” Dibalik layar, proyek album penuh ini melibatkan Miles Clinton James sebagai produser, dengan Dilip Harris sebagai mixing engineer dan Stuart Hawkes sebagai mastering engineer di Metropolis Studios, London.
Kokoroko Bandcamp | Kokoroko Spotify | Kokoroko Apple Music | Kokoroko Deezer | Kokoroko Tidal
HELL – Submersus
Dipimpin oleh M.S.W. (Matthew Scott Williams) seorang, Hell telah menjelma menjadi figur penting dalam skena ekstrem, menggabungkan doom, sludge, drone, dan elemen blackened menjadi lanskap sonik yang mengguncang dan mencekam. Submersus menandai kembalinya Hell setelah jeda delapan tahun sejak album “self-titled” 2017, menjanjikan material yang jauh lebih berat dan berstruktur. Riff-riffnya selembap lumpur berat, vokal muram, dan drone yang seperti kabut pekat, menciptakan suasana kaput yang imersif. Sangat sedikit musik ekstrem menyeimbangkan tektonik rendah drone, sludge, doom dengan ketajaman progresif dan aksen menghitam seperti yang dilakukan Hell. Hampir seluruh musik dalam album ini dihasilkan oleh M.S.W. sendiri, menjaganya tetap sangat personal dan terarah secara artistik . Album ini di-mastering oleh Adam Gonsalves di Telegraph Mastering, sementara desain sampul menampilkan karya menawan dari Blial Cabal.
HELL Bandcamp | HELL Spotify | HELL Apple Music | HELL Deezer | HELL Tidal
Vylet Pony – Love & Ponystep
Musisi alt-pop, electronic, & indietronica asal Amerika, Vylet Pony, resmi merilis album terbarunya yang bertajuk “Love & Ponystep (L&PS)” melalui label independennya, Horse Friends. Lahir dari sebuah musim panas penuh nostalgia dan pertemanan baru, Love & Ponystep bukan hanya kumpulan lagu, melainkan catatan terbuka mengenai perjalanan batin seorang musisi yang tengah membongkar luka masa lalu dan merakit identitas barunya. Vylet menggagas album ini tak lama setelah menjalin hubungan kreatif dengan Tracey Brakes, yang memperkuat obsesinya terhadap bunyi-bunyi dubstep klasik dari nama-nama besar seperti Skrillex dan Savant. Hasilnya adalah album yang tak hanya menggugah sonik, tetapi juga membongkar pakem aransemen pop dan EDM konvensional. “Aku tergila-gila pada gagasan untuk mendekonstruksi kiasan pop dan EDM favoritku dan menjahitnya kembali menjadi paduan musik progresif yang kacau,” tulis Vylet dalam catatan albumnya. Vylet menulis album ini di tengah fase kehidupan yang penuh transisi: diagnosis BPD (Borderline Personality Disorder), perpisahan, putus terapi, hingga proses membangun kembali koneksi sosial setelah enam tahun isolasi. Semua proses ini bukan hanya menjadi latar, melainkan inti dari eksplorasi album, dari rasa benci diri yang dalam, trauma masa lalu, hingga proses membangun kembali pondasi kepercayaan dan cinta diri lewat persahabatan. “L&PS“ adalah proyek yang dikerjakan nyaris sepenuhnya oleh Vylet sendiri dari penulisan lagu, vokal, produksi, mixing, mastering, hingga konsep visual yang dibantu oleh ilustrator Vemrill. Namun, seperti yang ia tegaskan, kekuatan utama album ini terletak pada komunitas. Persahabatan dan semangat kolektif dari teman-teman di Pilfcord menjadi pondasi emosional dan kreatif dari keseluruhan proyek.
Vylet Pony Bandcamp | Vylet Pony Spotify | Vylet Pony Apple Music | Vylet Pony Deezer | Vylet Pony Tidal
Kakothanasy – Metagonism
Trio brutal death metal Kakothanasy kembali mengamuk lewat album penuh kedua mereka, “Metagonism”, yang dirilis melalui label kultus Amputated Vein Records. Dalam deskripsi laman bandcampnya, pihak band menyebut “Metagonism” sebagai “Defeated Sanity‑Disgorge‑Gorgasm blend on psychedelic amphetamines” Ini bukan hiperbola: Kakothanasy menyajikan riff teknikal, struktur kompleks, dan miasmatic blasts yang juga menyelipkan sentuhan psychedelic, sebuah bunyi yang memecah kepalanya sendiri. Album berdurasi sekitar 30 menit ini terdiri dari delapan trek penuh istilah panjang ala prosa ilmiah, menegaskan obsesi band terhadap kompleksitas dan intensitas destruktif yang sedikit kacau namun sangat terukur. Berawal dari Genocide Farm (2010) dan berganti nama menjadi Kakothanasy sejak 2012, trio ini membangun reputasi sebagai bagian dari skena brutal death metal Swiss yang kaya, bersama band-band seperti Amagortis dan Dynamite Abortion. Mereka bahkan sempat tampil bersama Sanguisugabogg dalam tur Eropa 2024.
Kakothanasy Bandcamp | Kakothanasy Spotify | Kakothanasy Apple Music | Kakothanasy Deezer | Kakothanasy Tidal
Abishail – Abishail (Black Metal)
Africa Express (feat. Damon Albarn) – Africa Express Presents… Bahidorá (World Fusion / Afrobeat)
Aho Ssan & Resina – Ego Death (Epic Collage / Industrial / Electroacoustic)
Allo Darlin’ – Bright Nights (Indie Pop / Twee Pop)
Amy Macdonald – Is This What You’ve Been Waiting For? (Pop Rock / Singer-Songwriter)
Azathoth’s Dream – Solitary Forest Necromancy (Dungeon Synth)
Backstreet Boys – Millennium 2.0 (Pop / Dance-Pop)
Bad Dogs – 81355 (Indie Rock / Post-Punk)
Barry Can’t Swim – Loner (Deep House / UK Garage)
Bentala – ꦏꦏꦮꦶꦤ꧀ꦢꦺꦯꦮꦂꦟ꧀ꦤꦤ (Raw Black Metal)
Born of Osiris – Through Shadows (Progressive Metalcore / Djent)
Brent Cobb & The Fixin’ – Ain’t Rocked in a While (Country / Americana)
Brutus VIII – Do It For the Money EP (Southern Hip Hop / Trap)
Burna Boy – No Sign of Weakness (Afrobeats / Dancehall)
Carcariass – A Cold Black Day (Progressive Melodic Death Metal)
Castrivenian – Reborn from the Ashes (Black Metal)
Cecil Taylor & Tony Oxley – Flashing Spirits (Free Jazz / Avant-Garde)
Celestial Wizard – Regenesis (Heavy / Power / Death Metal)
Chat Pile (+-) – Blood at Night (Drone / Tape Music)
Chat Pile (+-) – Blood at Night II (Drone / Tape Music II)
Charlotte OC – Seriously Love, Go Home EP (Alternative R&B / Pop Soul)
Chris Stamey (of The dB’s) – Anything Is Possible (Power Pop / Jangle Pop)
Cian Ducrot – Little Dreaming (Pop / Singer-Songwriter)
Clipse – Let God Sort Em Out (Hip Hop / Hardcore Hip Hop)
CLOSE YOUR EYES – Snowy Summer (K-Pop / Contemporary Pop)
Codex Crudelitas – Ignominious (Brutal Death Metal)
Deadly Mourning Shadows – Lamentations of a Dying Heart (Death / Doom Metal)
Décryptal – Simulacre (Death Metal)
Divergence – In Cycled Aeons (Technical Death Metal / Deathcore)
Dom Corleo – Club Siberia (Cloud Rap / PluggnB)
Dom Salvador, Adrian Younge & Ali Shaheed Muhammad – Dom Salvador JID024 (Jazz-Funk / Spiritual Jazz)
Duki – 5202 (Trap)
Embers of Ouroboros – The Autumnal Decline and Hermetic Maturation (Raw Black Metal)
Estee Nack x V Don – BRAP 2 (Abstract Hip-Hop / Drumless Hip-Hop)
FEX – Skyscraper (New Wave / Post-Punk)
Floating – Hesitating Lights (Progressive Death Metal / Post-Punk)
Front Row Warriors – Running Out of Time (Melodic Heavy Metal)
Fuubutsushi – Columbia Deluxe (Ambient / Fourth World)
ghjmty775v – Kill Yourself Tycoon (Ambient Noise Wall)
Gina Birch (of Raincoats) – Trouble (Post-Punk / Art Punk)
GIVĒON – Beloved (R&B / Neo-Soul)
Grotesquerie – Uninhabited Plane (Deathgrind)
Gwenno – Utopia (Synthpop / Welsh Folk)
Half Japanese – Adventure (Lo-Fi Indie / Noise Rock)
Imperial Crystalline Entombment – Abominable Astral Summoning (Black Metal)
Impureza – Alcázares (Flamenco Metal / Death Metal)
Joey Waronker and Pete Min – King King (Experimental Rock / Art Rock)
Køldbrynger – Antitheistic Elitism – The Superiority of Hatred (Atmospheric Black Metal)
Konaida – カビが生えてる… 《 (Noise / Drone / Glitch)
Konaida – 乱用 (Noise / Drone / Glitch)
The Kinks – The Journey – Part 3 (Rock / British Invasion)
La Dispute – III (Post-Hardcore / Emo)
Loe Shimmy – Rockstar Junkie (SoundCloud Rap / Emo Rap)
Mal Blum – The Villain (Indie Rock / Queercore)
Mark Stewart (of The Pop Group) – The Fateful Symmetry (Post-Punk / Industrial)
MF Tomlinson – Die to Wake Up From a Dream (Chamber Folk / Baroque Pop)
Midnight Rodeo – Chaos Era (Country Rock / Outlaw Country)
Midwife + Matt Jencik – Never Die (Slowcore / Shoegaze)
Molly Joyce – State Change (Modern Classical / Minimalism)
Monomatism – My Daily Commute 🚶 (Dark Ambient / Drone)
Murry Hammond (of Old 97s) – Trail Songs of the Deep (Americana / Cowpunk)
N8NOFACE – As Of Right Now (Punk Rap / Industrial Hip Hop)
Nate Mercereau, Josh Johnson, and Carlos Niño – Openness Trio (Jazz Fusion / New Age)
Noah Cyrus – I WANT MY LOVED ONES TO GO WITH ME (Alt-Country / Folk Pop)
Nuvolascura – How This All Ends (Emoviolence)
Ólafur Arnalds and Talos – A Dawning (Ambient / Post-Classical)
Oxhy – The Names of God (Post-Industrial)
Petey USA – The Yips (Indie Rock / Emo)
Philosophobia – The Constant Void (Progressive Metal / Rock)
Qur’an Shaheed – Pulse (Conscious Hip Hop / Abstract Hip Hop)
Runningincircles – mirrors (Post-Hardcore)
Sadness / abriction – That Lasts Forever (Shoegaze / Emo)
Sheev – Ate’s Alchemist (Progressive Stoner Metal / Rock)
Split Chain – motionblur (Math Rock / Midwest Emo)
StarForce – Beyond the Eternal Night (Heavy / Speed Metal)
Sun Room – RITUAL OF CHAOS EP (Garage Rock / Surf Rock)
sunking – I DON’T LIKE MY TELEPHONE (Bedroom Pop / Lo-Fi Indie)
The Swell Season – Forward (Folk / Indie Folk)
SYNC24 – Hope (Psybient)
Tami Nielson – Neon Cowgirl (Americana / Country Soul)
TOKiMONSTA – Eternal Reverie with Eternal Reverie Remixes EP. 3 (Electronic / Future Garage)
Tony Njoku – All Our Knives Are Always Sharp (Art Pop / Experimental R&B)
TWICE – This Is For (K-Pop / Dance-Pop)
VIVIZ – A A Montage of ( ) (Contemporary R&B / K-Pop)
Viogression – Thaumaturgic Veil (Death Metal)
VONG – Phạn Hàm (Raw Black Metal)Wytches Moon – Abrahadabra (Psychedelic Doom / Stoner Metal)
Baca Juga : UTOPIA – DYSTOPIA – Kemajuan & Keterasingan – 02


