O iya… aku mau ralat omonganku di minggu kemarin, yang bilang kalo menjelang akhir tahun (kecuali hari-hari besar), rilisan album baru tambah dikit. Buktinya, di minggu ini ternyata kita bakalan dikasih banyak rilisan album-album terbaru nih. Dan bahkan, ada beberapa artis atau musisi yang punya fanbase gede juga ikutan rilis album baru menjelang penghujung tahun ini. Aku sih ngerasa happy-happy aja, apalagi memang ada beberapa penyanyi kesukaanku yang ikut rilis album baru di minggu ini.
Tapi yang jadi hal yang paling bikin aku seneng saat ini, karena gara-gara aku ketemuan sama temenku kemarin. Ceritanya agak absurd sih, jadi beberapa hari lalu aku main ke rumah dia dan kebetulan dia ada di dalam kamarnya. Aku emang udah berteman akrab sama dia dari pas kita masih SD kelas 6, jadi aku ga terlalu sungkan lagi baik sama dia maupun orang-orang rumahnya. Aku juga suka cerita semua hal tentangku, termasuk aku yang sekarang jadi salah satu kontributor buat nulis-nulis di sini.
Nah pas aku lagi masuk ke kamarnya, dia lagi main PC sambil pake headset, makanya dia ga sadar kalo aku udah ada di situ. Pas iseng aku liat layar monitornya, ternyata dia lagi baca artikel-artikel album baru yang ku tulis setiap minggunya. Aku iseng aja nepuk pundaknya, sambil negur: “hayoo, lagi ngapain kamu??”. “Eh..Fel kebiasaan banget ihh kamu, ngagetin aku terus.. Nggak ini aku lagi baca-baca tulisan kamu, ternyata tulisan kamu cakep juga ya.. Aku juga nyobain nih beberapa album, yang kamu rekomendasiin…” “Ah masa sih?? Album apa yang kamu dengerin dari hasil rekomendasi aku?” “Banyak sih, sampe ini aku bikinin playlist sendiri aja di spotify, buat aku nanti coba-coba lagi kalo ada waktu senggang…”
Meski itu keliatannya cuman momen sepele sih, tapi itu justru yang bikin aku tetep terus dan semangat nulis dan bagiin rekomendasi album baru tiap minggu. Seenggaknya kalo tulisanku ini belum bisa menyentuh 1000 orang, seenggaknya cukup ada 1 orang (apalagi sahabat terdekatku) yang suka dengan tulisanku ini, rasanya udah cukup banget buat aku hehehe. Aduh, sorry ya yapping nya jadi berlarut-larut, ok deh ga usah banyak omong lagi, ayo kita mulai aja.
Pertama aku mulai dari kabar salah satu penyanyi favorit aku, Carly Rae Jepsen yang baru aja rilis album baru dengan judul “Day and Night”. Sebenarnya awal perkenalanku dengan Carly Rae Jepsen ini pas masih smp kelas 1, dan kayanya emang di masa-masa itu Carly Rae Jepsen lagi ngehype banget. Tapi aku mulai suka dan mendalami musik dia, pas Carly Rae Jepsen bikin album dobel yang berjudul “The Loneliest Time” dan “The Loveliest Time”. Nah… album baru Carly Rae Jepsen ini juga masih mengusung konsep dobel album juga, cuman bedanya albumnya ga dirilis secara terpisah seperti album dobel sebelumnya. Alhasil album ini terbagi jadi album “Day” yang isinya 12 lagu, dan album “Night” yang isinya juga 12 lagu (hmm… mungkin jumlahnya ngikutin jam kali ya??). O iya di album ini, sang suami Carly Rae Jepsen, Cole M.G.N. ikutan ngeproduserin album bareng CJ Baran, Arthur Besnainou, dan Kyle Shearer. Kalian yang suka sama karya-karya Carly Rae Jepsen, dijamin puas deh sama album ini, dengan lagu yang bejibun, dan total durasinya pun itu sampai 84 menit!
Sekarang kita beralih ke salah satu penyanyi favoritku juga, Miley Cyrus yang juga rilis album baru berjudul “Bass Persuades”. Padahal Miley Cyrus baru aja rilis album tahun lalu lho, dengan judul “Something Beautiful” dan jadi salah satu album favoritku di tahun itu. Tapi ternyata, Miley Cyrus balik lagi rilis album di tahun ini, bahkan meski lagi dalam keadaan duka, ketika neneknya yang juga dikenal sebagai salah satu ikon penyanyi country, Dolly Parton baru aja berpulang di usianya yang ke-80 tahun. Dari segi daftar lagu sih, album ini emang keliatan singkat, dengan cuman berisikan 10 lagu (album sebelumnya, 13 lagu). Di album terbaru ini, Miley Cyrus ngajak Model/Actriz buat kolab bareng di salah satu lagu berjudul “ Different Religion”, dan penyanyi Andrew Wyatt yang bakal nyumbang tarikan vokalnya di lagu berjudul “Neon Signs”.
Nah dibandingin sama ke-2 penyanyi tadi yang emang udah aku kenal dan emang jadi favoriktu, aku juga dengerin salah satu karya terbaru dari penyanyi yang baru aku tau. Penyanyi yang aku maksud itu ialah Agnes Obel yang baru rilis album terbarunya berjudul “The Meaning of Flowers”. Tapi dia juga bukan cuman penyanyi, penyanyi kelahiran Denmark yang sekarang menetap di Berlin ini juga nulis lirik bahkan mainin instrumen untuk setiap musik-musiknya. Di album ini Agnes banyak ngambil inspirasi dari karya-karya Enheduanna (penulis pertama di dunia yang diketahui namanya) dan pemikiran filsuf Hannah Arendt serta Emanuele Coccia, sampai melihat inspirasi dari musik pop Denmark era 80-an dan 90-an. Album ini sendiri dibikin khusus buat putrinya, yang bikin Agnes justru belajar mengenai kelahiran, pertumbuhan, dan metamorfosis. Kehadiran putrinya di kehidupan Agnes sekaligus juga yang bikin Agnes punya makna baru dengan mengubah percakapan batinnya agar sekarang bisa dirasain dan didengar oleh orang banyak (maaf teman-teman, aku nulis bagian ini sambil terharu, huhuhu…).
Sekarang kita beralih ke per-indie an. Grup bedroom / indie pop Slow Pulp ikutan rilis album terbaru di minggu ini dengan judul “Melodie”. Kalo kata aku pribadi, sebenernya mereka udah cukup lama ga rilis album, atau kalau di itung sejak album “Yard”, Slow Pulp ngasih jeda 3 tahun buat akhirnya mereka rilis album baru. Awalnya, kabar rilisan baru Slow Pulp dateng bersamaan dengan rilisnya single “Better Man”. Gitaris sekaligus penulis lagu “Better Man”, Henry Stoehr ngomong, kalau lagu ini itu tentang momen ketika dirinya mencoba buat melepaskan kendali lama, tapi juga sekaligus mengambil kendali atas dirinya dengan cara yang baru, menerima diri adanya. Dia pun berharap kalau pendekatannya itu bakal juga diterapin oleh orang lain, maka dari itu dia menulis lagu ini. O iya, untuk album “Melodie” ini, Slow Pulp udah nyiapin sebanyak 11 lagu baru, dengan total durasi mencapai 32 menit.
Aku selalu ngerasa kalo Olivia Rodrigo itu jadi salah satu ikon penyanyi sekaligus musik-musiknya banyak disukai sama kalangan yang lebih muda. Apalagi keuntungannya, Olivia Rodrigo sekarang udah mulai makin dikenal banget, dan bisa jadi salah satu penyanyi pop terbaik saat ini mungkin bareng sama Billie Eilish atau Sabrina Carpenter. Nah sementara menurut aku, beabadoobee itu meski juga jadi salah satu penyanyi yang disukai generasi lebih muda, tapi jangkauan audience nya ga seluas dibanding dari penyanyi-penyanyi yang aku sebut (meski beabadoobee, juga jadi salah satu musisi yang terkenal juga). Mungkin taun ini bisa nih, jadi kesempatan buat beabadoobee punya lompatan karir lebih jauh lagi, karena penyanyi kelahiran Filipina-London ini baru aja rilis album studio ke-4 nya berjudul “Pylon”.
Nah kalo di album terbarunya, Olivia Rodrigo coba buat eksplorasi musik baru dan coba ninggalin unsur pop rock yang bikin namannya mulai dikenal lewat “Sour”, di sini beabadoobee, sepertinya malah lebih gencar buat masukin elemen musik rock ke dalam musiknya. Buktinya, di album ini dia ngajak vokalis Paramore yang ikonik, Hayley Williams buat nyanyi bareng di lagu “Nothing to Prove”. Selain itu vokalis Turnstile (band hardcore hype banget), Brendan Yates juga ikutan gabung dan ngisi vokal di lagu “Powerlines”. Selain itu juga ada penampilan dari vokalis Deftones, Chino Moreno, dan dan vokalis dari band indie rock Pinegrove, Evan Stephens Hall. Nah tuh gimana ga tambah nge-rock musik beabadoobe? Apalagi beabedoobe nya sendiri bilang kalau album ini itu terinspirasi banget sama musik grunge, alt-rock, midwest emo, 90’an, jadi makin berasa nostalgia nih, heheh.
Selain ada beabadoobe yang rilis album baru, musisi indie rock, Storefront Church juga rilis album baru di minggu ini dengan judul “Blue Move”. Tapi kalo kalian denger musik garapan dari proyek seorang pria bernama Lukas Frank ini, musiknya jelas bakalan jauh beda banget sama beabadoobe. Aku denger beberapa single yang dikeluarin di album ini, dan aku ngerasa album ini punya vibes yang lebih gelap gitu, apalagi kalau kalian liat gambar sampul albumnya, yang kayanya sengaja banget ngasih warna biru tua yang lusuh begitu, sambil dikasih filter foto yang emang bikin foto jadi keliatan kasar, dan distorted dari segi teksturnya. Lukas Frank juga sendiri ngaku ke Stereogum, kalo musik-musik di album ini emang sengaja dibuat “kumuh” dan lo-fi dibanding sama album sebelumnya, “Ink & Oil” yang emang sengaja dibikin di studio dan peralatan yang lebih proper. Itu semata, buat bisa ngegambarin sisi-sisi terburuk dan kesendirian yang mau coba diungkapin Lukas Frank lewat album terbarunya ini. O, ya, dia juga bilang kalau semua musiknya itu terinspirasi sama film-film. Album ini sendiri berisi 12 lagu, dengan total durasi album mencapai 41 menit.
Huft… kalian mungkin bakal ngeh nih kalo aku udah nyinggung bahas musik-musik yang berhubungan sama gitar, pasti next nya bakal ke mana, tapi eitss tunggu dulu sebelum kita ke bagian musik yang lebih cadas, aku mau ngasih kalian rekomendasi album baru dari Emma Ruth Rundle, yang judulnya “These Killing Times”. Kenapa aku taro Emma Ruth Rundle di tengah-tengah begini? Karena meski dia punya suara yang mellow dan dreamy plus tempo lagunya yang terkadang mendayu-dayu ala dream pop gitu, tapi dia sering juga lho kolaborasi sama band-band metal.
Dia juga kadang emang suka masukin pengaruh musik rock dan metal ke dalam albumnya, jadi kalian bener-bener disuguhi jangkauan musiknya yang luas banget deh, mulai dari lembutnya vokal Emma Ruth Rundle, sampe bagian musiknya yang cadas. Bahkan kalo kalian daftar musisi yang terlibat dalam proyek album ini di Bandcamp, jangan kaget kalo setiap lagu itu, dibawain sama performer dan pemain instrumen yang berbeda-beda. Jadi ga heran kalo tiap Emma Ruth Rundle keluarin album baru, selalu ada hal baru dan berbeda yang coba diangkat.
OK, sekarang cus aku kasih musik-musik bergitar, dan aku akan mulai rilisan baru dari penyanyi country Orville Peck yang baru aja rilis album studio ke-4 nya dengan judul “Mule”. Sesuai dengan penjelasan Peck sendiri, album ini bakal nyeritain tahun-tahun secara kronologisnya tentang apa yang ngubah hidupnya, walau itu berhubungan dengan hal-hal yang ga mengenakan akibat kecanduannya dengan alkohol, terus perjuangan buat lepas dari adiksi itu sampe akhirnya menuju proses pemulihannya yang kadang penuh ketidakpastian. Selain itu tema album ini juga bakal berkutat sama cinta, rasa kehilangan, dan pencarian jati diri juga. Di lagu pembuka berjudul “Prologue (Eulogy of a Man Turned Mule)” Peck ngundang 3 vokalis sekaligus buat ngisi lapisan vokal di lagu itu, vokalis yang diundang antara lain: Emmylou Harris, Noah Cyrus, Allison Russell. Total album ini bakal berisi 13 lagu dengan total durasi mencapai 37 menit.
Nah berikutnya, sekarang kita baru mulai nih masuk ke musik-musik yang cadas hehehehe. Kita mulai dari band alternative rock / metalcore, Holding Absence yang rilis album ke-4 dengan judul “Modern Life is Lonely”. Ya walau pihak band sepertinya ga terlalu eksplisit gembar-gembor ngasih tau ke kita kalo album ini nyeritain apa, tapi kayanya kita udah paham deh dari melihat judulnya, yang sepertinya bakal ngebahas persoalan-persoalan tentang hidup kesepian di zaman modern ini, whices banyak relate dan ngalamin juga. Bisa dibilang ini jadi konsep album yang baru dan berbeda, karena di 3 album sebelumnya Holding Absence mutusin buat bikin albumnya berkonsep trilogi. Album ini sendiri punya 11 lagu dengan total durasi itu 42 menitan.
Kalo Holding Absence itu terbilang band baru yang lagi naik daun, lain halnya sama band yang satu ini. Dari yang aku baca dan riset-riset, Team Dresh itu ternyata band punk / queercore yang sempet aktif dan ngerilis 2 album di tahun 90’an, “Personal Best” di tahun 1995, sama Captain my Captain di tahun 1996. Nah abis itu, ini band kabarnya hilang entah ke mana, dan ga rilis album apa-apa lagi semenjak 2 album itu. Dan sekarang, 30 tahun kemudian setelah album ke-2 nya itu, akhirnya penggemar Team Dresch bisa ngeliat lagi sekuel album baru yang dikasih judul “Furthermore”. Dan hebatnya, meski udah 30 tahun ga bikin album, formasi mereka sekarang masih awet dan utuh, alias ga ada personil yang keluar-masuk. Album ini sendiri punya tracklist sebanyak 12 lagu dan total durasinya itu 38 menitan.
Berikutnya dateng dari rilisan band yang bisa dibilang avant-garde versi metal yaitu Krallice yang rilis album baru dengan judul “Scour Order”. Dari yang aku liat daftar albumnya, Krallice ini produktif banget, dan album barunya ini aja udah masuk sebagai album studio ke-16 yang mereka buat. Album ini sendiri pernah dibawain langsung sama Mick Barr dan kawan-kawan, ketika Krallice manggung di roadburn tahun ini. Dan bukan cuman itu aja, Krallice sendiri bakal ngerencanain buat bikin tur Eropa, dimana ini pertama kalinya sejak Krallice berdiri di tahun 2007, mereka mutusin buat tur di Eropa. O iya kalo soal musiknya, emang lebih ke eksperimental gitu, entahlah aku paling susah kalo ngejelasin detil-detil dan teknis soal musik (maaf, ya huhuu….) tapi yang jelas musiknya lain daripada yang lain, itu satu-satunya yang bisa aku jamin.
Nah sekarang baru kita ke dunia musik hip-hop dan per-elektronikan. Rilisan pertama yang aku mau bahas di bagian ini, dateng dari rapper yang main di gaya trap, rage, dan cloud rap, Lucy Bedroque yang rilis album studio ke-2 nya berjudul “C”. Nah yang bikin aku rada bingung itu, sebelumnya Lucy Bedroque itu ngumumin kalo dia bakal rilis album yang judulnya “Null By Design”, tapi yang aku liat sampe sekarang album itu belum muncul, dan justru dia ngasih lagi judul album baru. Tapi yang bikin album “C” ini terkonfirmasi bakal dirilis, karena video trailer nya udah ada, terus salah satu akun fanbase Lucy Bedroque di platform X, ngasih liat kalo flyer-flyer album “C” itu udah banyak ditempel di sekitar daerah Los Angeles. Dan yang bikin akhirnya penggemar yakin lagi, akun itu juga ngasih tracklist apa aja yang bakal masuk di album ini. Dan kalo dilihat album ini berisi 15 lagu.
Nah selanjutnya ada kabar dari artist, pembuat lagu, sekaligus produser Darren Jordan Cunningham a.k.a Actress yang rilis album baru dengan judul “Radical Frame”. Lewat album barunya kali ini, Darren Jordan Cunningham ga cuman kepingin bikin musik elektronik yang heboh, dan cuman buat musik latar dansa aja, di sini dia bahkan mau ngebawa isu-isu yang ada di kalangan musik yang menyentuh ranah kultural. Darren Jordan Cunningham pengen ngebuktiin kalo jejak musik avant-garde kulit hitam itu ternyata memang ada. Soalnya, sitgma yang menyebar di masyarakat itu, musik avant-garde selalu lekat sama kultur orang Eropa-Amerika, nah makanya Cunningham mau ngebantah hal itu lewat rilisan terbarunya ini.
Dan buat ngerealisasiin idenya, Cunningham ngelakuin refleksi dengan ngeliat yang ternyata identitasnya itu punya banyak banget lapisan yang berbeda dari dia sebagai seorang warga Wolverhampton, pemain sepakbola, pelukis, komposer, sampai DJ. Nah makanya karya album terbarunya dia sebut “avant-garde” karena penggabungan-penggabungan identitas tersebut. Di album ini sendiri bakal ada penampilan tamu dari CASisDEAD yang bakal tampil di lagu berjudul “Live by You” dan Rainy Miller yang muncul di lagu penutupan album ini berjudul “Sheets”.
Berikutnya dateng dari 2 komposer sekaligus pianis ternama, Ryuichi Sakamoto dan Alva Noto yang merilis album kolaborasi berjudul “12 Conversations”. Bagi mereka, jarak bukan alesan buat ngebatesin mereka berkolaborasi, Komposer asal Jepang (Ryuichi Sakamoto), dan Alva Noto (Jerman) ini udah berkolaborasi sejak tahun 2002, dan sejauh ini udah bikin 4 album (termasuk album barunya) dan 1 album scoring film. Yang bikin uniknya, ke-2 pianis ini tetep terus berinovasi setiap mereka melahirkan karya-karya baru. Nah sedangkan kalau di album terbarunya ini adalah cerminan dari apa yang mereka alami, dan sesuatu yang bikin mereka penasaran selama 20 tahun belakangan ini. Selain itu ke-2 nya juga punya rasa saling percaya, yang bikin akhirnya komposisi musik dari kolaborasi mereka bakal kedengaran lebih luas, berkembang, dan bahkan bisa ngerasain perubahannya juga.
O iya karena tadi aku nyingung dikit soal Jepang, sebagai penutup artikel episode minggu ini, aku bakal kasih rekomendasi album terbaru dari penyanyi solo idol J-Pop Nano Ayasaka yang berjudul “Fascination”. Sebenernya pertemuan aku sama musik-musik Nano Ayasaka. Awal kenal aku sama musiknya Nano Ayasaka itu lewat album debutnya, “Dakedo, watashi, idol” yang menurut aku jadi ingetin sama vibes musik-musik city pop 80’an banget. Meski ini baru album studio ke-2, tapi Nano Ayasaka sendiri udah mulai berkarir solo sejak 2016. Makanya, album ini juga sekaligus jadi ajang buat perayaan 10 tahunan Nano Ayasaka berkarir sebagai idol. O iya di album ini, Nano Ayasaka juga menggaet Minoru Komorita, pembuat lagu yang udah langganan suka bikin hits-hits J-Pop. Tapi untuk urusan lirik, Ayasaka sendiri yang menulis lirik-liriknya. Total album ini sendiri bakalan berisi 13 lagu.
Ok guys kayanya untuk minggu ini aku tutup aja di sini. Kalo kalian masih belum puas dengan rilisan-rilisan baru lainnya, aku juga udah buat list rilisan album lainnya yang dirilis minggu ini juga, oke? Kalo begitu.. Sampai jumpa lagi minggu depan, see you next week, semuanya, papaii..!
Baca Juga : Dari yang Riuh Untuk Bising, Menggugat Ketenangan Dengan Katastropi
Rilisan Lainnya
- [di: unru:] – Dyad
- After – Fell Asleep in the Sun
- Anthrax – Cursum Perficio
- Artur Rojek – Chciałbym urodzić się żeby latałem
- ava online – Head
- AZ Chike – No Rest for the Wicked
- Beck – Ride Lonesome
- Bella Poarch – Picnic at the Cemetery
- Black Meteroic Star – Wet
- Blochemy – Elyth
- Blood Red Shoes – Stay Lonely
- Boy Harsher – Get Mean
- C.O.F.F.I.N – Out in Oslo
- Calm pieces – Suburbia, Still
- Ch’ahom – Anthropic Rites of Sublimation
- Curly Castro – Yaphet
- Dead Tears – Letters from Eternity
- Deviated – The Altar of Absence
- Echo & the bunnymen – Apples for Isaac
- Early Moods – Ready for the Grave
- Empress Of – Dream House
- Fumino – 僕のすべてを知ってるような君だから
- Ghais Guevara – Goyard & the Kayfabe Reveal
- glass structure – glass structure recordings files 2025
- Grote Geelstaart – Wij zinken
- Harju – Verikyyhky
- Impure Faith – Infected by Evil Manifestation
- Kristin Hersh – Sugar on Blackstone
- Le Motel – Pozo de agua
- Lizzy McAlpine – Angel
- Necrocene – Scumocracy
- NO NA – Island Girl
- Novae Militiae – Apocryphon of the Unborn Light
- Oyaswumi Hologram – Paper Moon Club
- Ozric Tentacles – Harmonic Mind
- Palace – Ox
- Phill Niblock – BLK+LND / K&L for KL
- PYJÆN – Welcome to the Citadel
- Red Velvet – Irene & Seulgi – Cheetah
- Revel in Flesh – Flesh for the Kult of Death
- Rodrigo y Gabriela – OurHome
- Runemagick – After Chaos: Nocturnal Vigil
- Sea Sleeper – Burden of Antler
- Sépulcre – Cryptic Temple of Otherworldly Abhorrations
- The Bleeding – Godless Communion
- Tonfa – Przedept
- Tove Lo – Estrus
- Uncle Acid & The Deadbeats – Shapes of Midnight
- Villagers of Ioannina City – Venceremos
- Vûlom – Love’s Lament
- Wau Wau Collectif – Teranga
- Whirr / Luster – Split


