Jujur, aku sendiri punya cara dan pendekatan yang berbeda-beda buat menikmati karya seni. Misalnya kalau urusan nonton film atau anime yang sifatnya series, aku lebih strict cuman milih nonton dari genre yang emang ku suka dari awal. Aku sendiri suka genre romance, drama, atau komedi, jadi tontonan watchlist series drama dan anime-ku bakal ga jauh-jauh dari genre-genre itu. Pun, aku juga ngelakuin hal yang sama ketika aku baca buku atau novel. Tapi beda cerita, ketika kasusnya aku lagi dengerin musik atau nonton film di bioskop.
Aku justru suka banget eksplor dan gali-gali hal yang sama sekali baru dan asing buatku. Misalnya nonton film, aku udah coba banyak nonton film dari genre berbeda mulai dari Thriller, Action, Psychology, Fantasy, dan seterusnya. Sama juga dengan musik, meski notabene-nya aku suka musik-musik K-Pop, J-Pop sama pop Lokal dan Barat, aku kadang penasaran sama musik baru seperti metal, jazz, musik klasik, sampe berkat cara ini, akhirnya aku bisa cocok sama musik hip-hop dan jadi salah satu genre favorit yang baru buat aku belakangan ini.
Makanya, aku seneng banget ketika diminta buat nulis bagian ini, karena sejauh ini aku berkesempatan buat eksplor banyak musik yang bener-bener 180 derajat berbeda dari apa yang aku suka selama ini. Apalagi kalian tahu sendiri kan, selera musik yang punya web ini aneh-aneh dan ajaib, dan aku suka diminta buat cobain juga album-album baru dari musik-musik yang dia kenal, whiches buat aku tantangan tapi sekaligus hal yang seru. Jadi ya semoga kesenanganku ini, nurun ke kalian juga ya lewat tulisan dan rekomendasi rilisan-rilisan album baru yang aku bakalan kasih, hehehehe.
Ok, karena aku udah nyinggung hal-hal yang baru dan asing buatku, jadi rekomendasi minggu ini aku buka dengan album yang menurutku album paling unik dan “aneh” yang aku coba di minggu ini, yaitu album ke-2 dari unit eksperimental Takkak Takkak berjudul “Abu” yang dirilis lewat label Nyege Nyege. Setelah aku baca-baca info tentang mereka, ternyata salah satu anggota Takkak Takkak, Johanes “Mo’ong” Santoso Pribadi juga anggota dari grup eksperimental asal Jogja, Raja Kirik, lho. Tapi bedanya di Takkak Takkak Pribadi, bertandem sama produser dan DJ asal Jepang, Shigeru Ishihara alias DJ Scotch Egg, yang sekarang lagi menetap di Jerman.
Judul “Abu”’ sendiri itu punya arti sebagai sebuah pulau yang ngasih penghargaan ke para pengembara yang paling berani, pergi kesana-kemari ngelewatin banyak hadangan dan rintangan yang sulit. Kedua artist yang datang dari background berbeda ini, bawa masing-masing pengaruh musiknya ke Takkak Takkak, Ishihara yang udah belajar banyak tentang budaya musik elektronik Eropa mencoba memadukan elemen musik tradisional etnik Jawa yang berjasa banget buat Pribadi ngembangin selera musiknya yang notabene sebagai seorang yang lahir di Vietnam, tapi besar di Jogja.
Kalau kalian ngerasa musik pop itu gitu-gitu aja, kalian musti coba nih album terbaru dari kolaborasi penyanyi pop kelahiran Turki yang lagi menetap di Jerman bernama Anadol dengan musisi elektronik asal Prancis bernama Marie Klock. Lewat album yang judulnya, “Manivelles” duo ini ngasih unjuk sisi musik pop yang ga biasa, karena ada banyak elemen musik yang bercampur sekaligus, mulai dari musik folk, musik elektronik, sampe musik-musik pop lawas.
Denger album ini, jadi berasa kaya punya “dunia” sendiri, yang unik dan beda banget sama musik-musik pop yang lagi nge-hits atau trend. O iya, sebenernya kolaborasi Anadol dan Marie Klock itu bukan yang pertama kali di album ini, keduanya udah pernah kolaborasi di tahun 2024 dan bikin album berjudul “La grande accumulation“. Jadi kalian bisa aja anggep ini album sekuel dari kolaborasi ke-2 nya yang bakal bikin kalian ngerubah perspektif sama musik pop (semoga, ya.. hehehe).
Salah satu musik eksperimental atau elektronik yang aku suka dengerin itu musik-musik ambient. Buatku sih, musik ambient cocok banget sebagai musik yang nenangin hati dan jiwa, kadang suka aku dengerin juga sebagai soundtrack buat ngisi hari-hari ku pas misalnya hujan, karena suntuk ga kemana-mana atau menjelang pas mau tidur, rasanya kaya “magis” banget (maaf.. lebay hahaha). Nah Eluvium lewat karya terbarunya “Virga III” bisa ngasih pengalaman yang aku maksud itu, atau ngasih pengalaman baru juga, karena Eluvium punya konsep dan ceritanya tersendiri.
Yang aku baca, “Virga III” ini jadi karya ke-3 dari seri album “Virga” yang udah dibuat sama Eluvium sejak 2019 lalu, tepatnya ketika “Virga I” dirilis, terus dilanjut “Virga II” yang dirilis 2021. Nah, setelah 5 tahun jeda akhirnya Eluvium mutusin buat rilis album ke-3 Virga. Uniknya, Eluvium mengambil tema tentang kehidupan-kehidupan kecil yang sebenernya ada di keseharian kita, tapi justru luput dari pengamatan, karena kita terlalu sibuk dengan masalah dan rutinitas yang ada. Ya bisa jadi bahan refleksi kita lah, kalau alam memang lebih dari sekedar apa yang kita lihat dan rasain.
Btw, soal genre musik Trio noise rock asal Portland, Rhododendron kayanya udah bodo amat sama pelabelan genre musik apa yang mereka mainin. Lewat album terbarunya berjudul “Ascent Effort” mereka mau ngasih unjuk, kalo musik yang mereka mainin itu ga terbatas pada definisi satu genre yang sempit. Mereka mainin jenis rock paling berisik yang katanya terinspirasi dari gerakan musik bawah tanah era 80’an dan 90’an, tapi juga banyak terinspirasi sama musik free jazz, musik progresif sampe musik ambient.
Musik mereka emang susah sih buat dibayangin, jadi kalau mau tau gimana musiknya keseluruhan, baik-baik kalian coba aja dengerin album ke-2 mereka ini. Ngomongin eksperimen ga ada abisnya, Elder justru masih bisa ngasih sensasi anomali, di tengah gempuran musik metal yang emang udah di stereotipe sebagai ladang penuh musik anomali. Band stoner / doom metal, Elder yang saat ini berdomisili di Jerman makin berani main musik keluar dari jalur asalnya di album terbarunya, “Through Zero”.
Selain jago bikin irama gitar yang berat, mereka ternyata bisa juga bikin suara musiknya jadi kelihatan lebih manis gitu lewat synth dan vokal-vokal bercorak melodik. Aku sendiri belum banyak dengerin musik progressive rock, tapi banyak yang bilang kalau elemen seperti itu lazim di progressive rock era 80’an, tapi bedanya Elder tetep mainin suara gitar yang masih berdistorsi dan berat, ya jadi kaya punya twist tersendiri aja lewat musiknya.
Ada juga band progressive lainnya, yang rilis album di minggu ini, yaitu Periphery lewat rilisan album barunya yang berjudul “A Pale White Dot”. Buat nambahin unsur yang unik dan berbeda dari rilisan sebelum-sebelumnya, untuk pertama kalinya Periphery instrumen bariton gitar 6 senar yang ukurannya 30’ inchi yang katanya suaranya mirip-mirip sama suara bass 5 senar. Selain itu juga, ada penampilan khusus dari vokalis Lorna Shore, Will Ramos yang bakal muncul di lagu berjudul “Subhuman”.
Selain Takkak Takkak, Effluence jadi salah satu band yang paling unik yang pernah aku temuin minggu ini atau bahkan sepanjang aku mulai suka cari musik-musik baru. Aku sendiri kurang paham, termasuk ke jenis metal apa mereka, tapi yang jelas dari album terbarunya, “Anticholinergic Derangement”, bakalan ngasih pengalaman dengerin musik metal yang totally 180 derajat beda dari musik metal kebanyakan. Aku ga mau spill lebih jauh, biar kalian rasain aja sendiri kejutannya nanti kalo pas dengerin, hehe.
Anticholinergic Derangement by Effluence
Ok sekarang kita pindah ke kabar rilisan-rilisan hip-hop terbaru, yang dibuka dengan berita dari Drake yang rilis album terbaru “Iceman”. Meski Drake baru aja tahun lalu rilis album bareng PARTYNEXTDOOR, tapi rapper kelahiran Toronto, Canada ini ga mau nunggu lama-lama buat segera rilis materi baru. Drake juga sebelumnya udah keluarin 3 single baru, “What Did I Miss?“, “Which One” (feat. Central Cee), dan “Dog House” (feat. Yeat & Julia Wolf). Di lagu “What Did I Miss?”, sih Drake sempet nyinggung lagi masalah Beef nya dia sama Kendrick Lamar, yang sempat viral 2024 lalu.
Tapi berhubung aku nulis ini, sebelum album tracklist dan album penuh “Iceman” rilis, aku belum tahu apakah di album tersebut juga bakal nyinggung masalah ini lebih dalem atau ngga. Uniknya ketika kabar kalau Drake mau rilis album “Iceman”, ada satu akun X bernama HFR Podcast, tiba-tiba bikin postingan lagu parodi AI yang pake vokal Drake dan Kendrick Lamar dan dikasih judul “Fireman” dan disebarin di akunnya. Ada-ada aja nih, hehe. Tapi surprise…surprise…. beberapa jam menjelang rilisnya “Iceman”, Drake tiba-riba ngumumin bahwa dia juga rilis 2 album baru lagi di waktu yang bersamaan, dengan judul “Habibti“, dan “Maid of Honour“. Tentunya seiring dengan nambahnya album yang dirilis Drake, semakin banyak musisi dan rapper tamu yang kolaborasi di ke-3 album terbaru Drake ini, diantaranya ada: Stunna Sandy, Sexyy Red, Popcaan, Iconic Savvy, Qendresa, Loe Shimmy, PARTYNEXTDOOR, Future, Molly Santana, dan 21 Savage.
Ok kita tinggalin dulu sejenak dunia glamor hip-hop yang bertabur bintang, sekarang kita beralih ke musik hip-hop yang lahir dan besar lewat kultur bawah tanah dan internet. xxffcyuvcui yang notabenenya sebagai pemain baru di kancah soundcloud rapper baru aja rilis album baru dengan judul “Worldeater” yang tentunya dia produksi mandiri. Ga tanggung-tanggung, xxffcyuvcui nyiapin sebanyak 24 lagu baru dengan total durasi hampir 55 menit, dan hebatnya sebagian besar lagu tanpa ada featuring. Dari seabreg tracklist yang ada, xxffcyuvcui cuman ngundang 2 kolaborator, Swords2 yang tampil di lagu “Total Nuclear Destruction”, sama Voodoo Vincee yang muncul di lagu “Fendi Prada”. Sedangkan LUCKI, meski tergolong pemain baru juga di skena soundcloud rapper, tapi doi udah lebih dikenal luas dengan follower akun Soundcloudnya udah mencapai 400 ribu lebih follower. Dia sendiri bakal ngerilis album baru berjudul “Dr*gs R Bad” setelah taun lalu absen bikin album penuh.
Selain itu ada kabar juga dari rapper kelahiran Ghana yang sekarang lagi menetap di Australia, Genesis Owusu yang rilis album studio ke-3 berjudul “Redstar Wu & the Worldwide Scourge”. Aku kurang tau, apa Genesis Owusu ini bisa juga disebut rapper atau penyanyi-penulis lagu biasa, tapi yang jelas kalau kalian belum denger karya-karyanya, musik beliau cukup unik. Ada campuran musik hip-hop / pop modern gitu, tapi ada sentuhan musik elektronik dan post-punk nya juga. Dari 14 lagu yang bakal menghiasi di album barunya, Genesis Owusu ngajak penyanyi soul, Duckwrth buat feat bareng di lagu “Hellstar” dan ngajak musisi elektronik Ladyhawke buat feat bareng di lagu “Falling Both Ways”.
Kabar minggu ini aku bakalan nutup dengan rilisnya album terbaru dari musisi electronic pop asal Finlandia, Vesta berjudul “Suomi Soimaan”. Tanpa ba bi bu dan yapping banyak-banyak ngasih Info, Vesta cuman bikin 2 video teaser buat nampilin bakal kaya apa gaya musiknya yang dibawain di album ini. Satu teaser video ngasih liat gaya pop yang lebih lembut, halus, dan tradisional gitu, sementara teaser yang lain ngasih respon sebaliknya, dengan nampilin gaya pop elektronik yang upbeat dan lebih energik. Dari sini aja udah ketara kalau album studio ke-3 nya ini, Vesta bakalan banyak eksplor musiknya lebih variatif.
Okay, segitu dulu aja untuk minggu ini, seperti biasa buat rilisan lainnya, aku taruh list-nya di bawah. Selamat akhir pekan dan liburan panjang…..
Baca Juga: Aliencore – Bentuk Pengasingan Dari Yang Terasing Menuju Keterasingan
List Lainnya
- Alex Albrecht – Hiriketiya
- ANKHLEJOHN & V Don – Everything Beautiful Died Early
- Ara – Hohe Tannen
- Atavistia – Old Gods Awaken
- Backstreet Girls – Full Tilt Boogie !
- Black Usurper – Saturnian Genocide Rituals
- Bruce Soord – Ghosts in the Park
- Buy-In – ` ‘
- Cocanha – Flame Folclòre
- Critical Disaster – Blast of Rebellion Day
- Crown Lands – Apocalypse
- Death Kneel – Remembering Well
- Defect Designer – Depressants
- Desiccation – Legatum Mortuorum
- Drain of Impurity – The Dark Ascension of the Supreme Prometheus Gods
- Dromos – Failing Light
- Dua Saleh – Of Earth & Wires
- Goblin Hovel – New Roads Through Old Places
- Gozu – Gozu VI
- IIIusion – IIIusion
- Ital Tek – Mind Abandon
- John Zorn – Seven Sonnets
- Junon – The Golden Citadel of the Astral Sphere
- K Wata – Give U Space
- Kenny Mason – Bulldawg
- Kevin Morby – Little Wide Open
- Lorn – Searing Blood
- Martyna Basta – Winged in Collapse
- Matthew Florianz – Funicular Prism
- Maxo – Tweewaster
- Muqali – Marching Under the Moon’s Wisdom, Triumphant in the Golden Sunset
- Nedgravd – Ascension
- NMIXX – Heavy Serenade
- Nocturnal Reveries – Song of the Forest
- Orphan Donor – Ailments
- Planetary Assault – Planetary People
- Port Noir – The Dark We Keep
- Pro-Pain – Stone Cold Anger
- Rival Cults – Our Gods Need Blood
- Robounoishi – Mikgazer 2026
- SHHE – Thalassa
- Solemnity – Opus Barbaricum
- Spheruleus – The Lost Catalogue
- Tamikrest – Assikel
- Tyrannus – Mournhold
- Verba Serpentis – Torchbearers
- Vow – Death Will Be My Bridge
- YUNGBLUD – Idols II

