Waktu itu hari senin sekitar pukul 3 sore, aku lagi asik dengerin musik sambil ngerjain kerjaan gambarku yang hampir kelar. Karena aku pake earbud dengan volume yang cukup kenceng, jadi aku ga sadar kalo seorang temenku udah berdiri di sampingku sambil ngeliatin aku dan gambarku dan aku langsung cabut earbud di kuping sebelah kiriku. “Wossh, aduh kamu bikin kaget aku aja Sa, ada apa? Apa ada yang harus aku kerjain? Atau kamu butuh aku ngerjain apa barangkali?”.
Temanku Risa, ternyata sedari tadi ngeliatin aku sejak dari meja kerjanya, maklum di sore itu, ruangan kerja cuman tinggal kami ber-2, karena yang lain ada meeting dadakan, dan meja kerja Risa dan aku deket banget, cuman terpaut 2 meja aja, jadi Risa bisa ngeliat aku dengan jelas dari meja kerjanya langsung.
“Ehhhh…, nggak ko, Fel, aku cuman penasaran aja dari tadi aku ngeliatin kamu.. Kok kaya enjoy banget, kepalamu gerak-gerak terus, dan aku juga denger kamu senandung-senandung kecil gitu. Aku liatnya jadi lucu, Salah-salah nanti kamu tiba-tiba joget lagi hihihii… ”
“Oalahhh… cuman itu…, hahaha nggak ko Sa, ini aku lagi asik aja denger lagu, lagunya ini menurutku enak banget, kamu mau nyoba dengerin bareng juga sama aku? Kalo mau, nih..” Sambil Aku kasih earbud sebelah kananku, yang barusan aku copot. Selepas itu aku tinggal ngelanjutin gambar, sementara Risa duduk disampingku sambil pake earbud ku buat ikutan danger bareng lagu. Ga nyampe 20 detik, tiba-tiba Risa yang berada di sampingku, nyeletuk: “bener kata kamu Fel, lagunya enak banget ini, lagu siapa ini, Fel? Sama genre musik yang begini namanya apa ya, Fel? Aku belum pernah dengerin sebelumnya. Lalu aku jawab: “oh, ini lagu barunya SUMIN, Sa judulnya “LoveSong”, genrenya sih R&B gitu tapi ada sentuhan musik soul gitu.”
Tiba-tiba aja kita jadi ngobrolin banyak tentang musik, dan Risa kaya antusias banget dengan ngeluarin pertanyaan-pertanyaan buat ngejawab rasa penasarannya atau juga minta rekomendasi lagu-lagu yang sejenis. Walau keliatannya cuman momen receh gitu, tapi entah kenapa di dalam hati aku ngerasa seneng, liat temenku Risa jadi exciting sama hal yang aku suka, dan kita jadi saling berbagi. Makanya aku ingin berbagi momen ini ke kalian juga, lewat musik-musik yang bakal aku bagiin di bawah ini, semoga kalian juga bisa suka dan punya hal-hal baru yang bisa bikin kalian ngerasa exciting dan punya rasa saling berbagi juga. Ok tanpa lama-lama yapping lagi mari kita mulai.
Ok kalo aku biasa mulai denger musisi ngetop atau yang udah banyak orang tau, sekarang aku bakal mulai dengan musisi yang masih belum banyak diketahui sama orang. Grup indie folk hey, nothing yang terdiri dari duo Tyler Mabry (vokal, guitar) dan Harlow Phillips (vokal, gitar) baru aja rilis album baru dengan judul “Hound”. Grup hey, nothing ini udah mereka bikin sejak ke-2 personil masih duduk di bangku SMA, dan salah satu singlenya yang berjudul “I Haunt Ur Dreams” jadi titik balik karir mereka, yang bikin dikenal dan diperhitungkan. Dan sekarang di usianya yang lebih mateng dan dewasa, hey, nothing bikin album “Hound” ini sebagai pembelajaran besar dan refleksi diri mereka, setelah menghadapi kejadian yang berliku dalam masing-masing hidup mereka. “Hound” ini sendiri terdiri dari 11 lagu, dan Bea Porges jadi satu-satunya musisi tamu yang tampil dan kolaborasi di lagu “Long Time Leaver”.
Kalo biasanya musik-musik hip-hop itu kebanyakan jadi solo proyek, lain halnya dengan grup pop rap Roce de Mente. Grup kelahiran Chile ini, punya formasi trio yang terdiri dari Heilow, Maitezaz, Balta Carmona. Mereka baru aja ngerilis album debutnya berjudul “Vertientes, caminos, serpientes” atau kalau mau bener-bener diterjemahin harafiah ke Bahasa Indonesia, artinya: “Lereng, jalan setapak, ular”. Entah mungkin album ini soal petualangan yang ekstrem atau cuman metafora aja, tapi yang jelas mereka nyanyiin semua lagunya dengan bahasa latin. O iya selain itu, mereka juga ngajak beberapa rapper underground asal Chile lainnya buat kolaborasi, mulai dari J18 & Luroo yang 2-2 nya ngisi di lagu “1Destellar”, $lum yang nongol di lagu “Habibi Funk”, pelmi di lagu “Parte del Cielo”, Kuina yang muncul di lagu “Grand turismo”, sama Douglass di lagu “One Two Step”. Jadinya menurut aku, di album ini kita bisa sekaligus ngintip juga nih beberapa pelaku skena hip-hop di Chile itu seperti apa dan siapa aja.
Ok kalo tadi barusan aku ngenalin 2 artist yang belum banyak dikenal, kalo sekarang aku bahas band yang kayanya udah terkenal sejak era 2000’an, apalagi kalo bukan “Weezer”. Band alternative rock / power pop asal California ini baru aja ngerilis album dengan judul “Weezer [Gold Album].” Buat yang belum tau soal Weezer, mereka sering kok bikin album dengan judul bahkan sampul albumnya itu bertema 1 warna tertentu. Mulai dari album debutnya yang berwarna biru, ijo, merah, hitam, dan sekarang berwarna emas. Katanya sih ini jadi kelanjutan langkah mereka, setelah mereka sukses bikin konser perayaan 30 tahunannya yang dimana mereka mainin semua lagu-lagu di album debut mereka. Dikabarin kalo drummer mereka, Patrick Wilson dan gitaris sekaligus backing vocal Brian Bell punya andil yang besar banget dalam hal penulisan lagu-lagu di album ini. Total album ini bakal berisi 10 lagu, dan ada penampilan juga dari band indie rock Wednesday, di lagu “We Might as Well Be Strangers”.
Ngomongin indie rock, grup indie rock asal Kota Manchester yang satu ini, Westside Cowboy baru ngeluarin album debutnya dengan judul “It Goes On”. Sebelumnya, di awal tahun mereka udah bikin dan rilis mini album dengan judul “So Much Country ‘Till We Get There” dan responnya positif banget. Jadi tentu aja album “It Goes On” ini pasti bakal banyak dinanti. Meski mereka baru aja muncul di tahun 2023, tapi mereka udah di kasih kesempatan gede lho, buat jadi pembuka untuk salah satu band indie / psychedelic rock, Gesse yang namanya lagi banyak diomongin belakangan ini, berkat album “Getting Killed” yang mereka rilis tahun lalu. Westside Cowboy kayanya ga mau buru-buru juga bikin materi yang panjang, di album ini sendiri aja cuman terdiri dari 11 lagu dengan total durasi yang nyampe di angka 35 menit 30 detik aja.
Selain Westside Cowboy, ada juga proyek indie rock lainnya yang ikutan rilis album baru, yaitu Wild Pink lewat albumnya yang berjudul “Still Coming Down”. Album ini bakal jadi album studio ke-6 yang dirilis oleh trio John Ross (vokal, gitar), T.C. Brownell (bass), & Dan Keegan (drum). O iya, di album barunya ini mereka juga kerja sama dengan produser Alex Farrar yang juga nanganin banyak band seperti Bnny, Samia, dan termasuk Wednesday juga. Album ini sendiri bakal diisi sama 9 lagu dengan total durasi mencapai 32 menit 58 detik.
Ok sekarang kita akan nyemplung ke dunia per-metalan. Aku dikasih tau sama kak Ivan, kalo Fen salah satu band atmospheric black metal asal Inggris baru aja rilis album baru dengan judul “Elemental Part One: Mourning Earth”. Dari yang aku baca-baca dari bandcampnya sih, mereka mau bilang kalu kali ini mereka mau sengaja ngasih ruang dulu, setelah di album sebelumnya “Monuments to Absence” mereka udah bikin materi yang padet, dan intens banget nonjolin sisi black metal nya. Bukan berati elemen black metal nya ilang semuanya ya, cuman ya mungkin ada hal yang menurut mereka perlu diseimbangin, buat bikin album ini ngerasa lebih “manusiawi” dan “membumi” gitu. Tapi mungkin kayanya ini bakal jadi album konsep yang punya kelanjutan juga, kalau diliat dari judul albumnya sih, walau dari Fen sendiri belum ngasih penjelasan juga soal ini. Yang jelas album studio ini bakal diisi sama 6 lagu namun punya durasi yang panjang dan berliku-liku, jadi selamat berpetualang heheh.
Berikutnya ada band heavy metal The Night Eternal yang baru aja rilis album ke-3 nya dengan judul “Cold Velvet”. Kata kak Ivan sih, meski ini kategorinya band baru, tapi gaya dan style musik mereka itu terinspirasi sama musik-musik 80’an banget. Selain itu juga kayanya mereka naruh juga pengaruh musik atau vibes-vibes gothic gitu, jadi makin kerasa aja gitu nuansa vintage horrornya. Total album ini ada 8 lagu dengan total durasi keseluruhan nyampe sekitar 41 menitan.
Kalo ngomongin bikin musik yang unik dan banyak eksplor suara, Julia Holter jadi salah satu musisi yang masuk dalam kategori itu. Meski penyanyi asal Amerika ini, sering dimasukkin ke kategori chamber pop, baroque pop, tapi sebenernya dia punya banyak lapisan musik yang dia kasih lewat karya-karayanya, begitu juga dengan album terbarunya yang berjudul “Materia”. Katanya sih…, album ini itu adalah album sekuel langsung dari album “Something in the Room She Moves” yang dirilis 2024 lalu. Dan meski album “Materia” ini cuman berisi 7 lagu tapi Julia Holter tetep eksplor ragam suara mulai dari drum mesin, bass tanpa senar, klarinet, unsur elektronik. Jadinya ada yang nangkep kalo musik-musik Holter di album ini terdiri dari gabungan musik elektornik, baroque pop, jazz, dan musik klasik. Dan gasalah juga ternyata kalo sebutan sebagai salah satu musisi art-pop yang paling menonjol di era sekarang, itu nempel ke dalam dirinya.
Berikutnya sekarang kita membalik tirai kita, ada penyanyi sekaligus penulis lagu Chelsea Wolfe yang masih senantiasa berbagi kisahnya dari balik cahaya yang redup, lewat album terbarunya berjudul “The Dark”. Chelsea Wolfe, emang terkenal banget bikin musik yang ngebahas mengenai sisi gelap batin, dan ga heran estetik dari visualnya bakal dominan berwarna gelap, pun dengan album terbaru ini juga. Di album ini, Chelsea Wolfe mau nunjukkin kalo kegelapan itu semestinya patut untuk dihadapi bahkan ditembus, bukan buat dihindari. O iya album ini banyak ngelibatin kolaborator dari artist dan band ternama lho mulai dari Nine Inch Nails, Queens of the Stone Age, Tori Amos, serta Air. Jadi kayanya kalian harus siap-siap menjumpai keindahan di dalam kegelapan yang membawa Chelsea Wolfe selalu berani menyelam untuk lebih jauh.
Berikutnya ada penyanyi neo soul / contemporary R&B, Cleo Sol yang baru aja rilis album studio ke-5 nya dengan judul “Gentlewoman”. Ga seperti kebanyakan album baru yang udah diumumin perilisannya jauh-jauh hari, Penyanyi asal United Kingdom ini baru ngumumin tanggal 10 Agustus lalu lewat aku Instagram resminya, kalau dia bakal rilis album terbarunya di tahun ini. Iya ini bakalan jadi tahun pertamanya dari 3 tahun dia absen bikin album, sejak album “Heaven” dan “Gold” yang dia rilis barengan di tahun 2023. Kalo ditotal-total ya, ada 15 lagu yang bakal hadir di album tebarunya Cleo Sol kali ini.
Cleo Sol bukan satu-satunya lho penyanyi neo soul / Contemporary R&B asal United Kingdom yang rilis album di minggu ini, Jorja Smith yang punya tempat kelahiran dan genre yang serumpun juga rilis album baru dengan judul “What Are the Odds”. Senasib dengan Cleo Sol, ini juga jadi tahun pertama Jorja Smith dari 3 tahunnya absen bikin album semenjak dia rilis album “falling or flying” di tahun 2023 lalu. Di album terbarunya ini, Jorja Smith juga bakal kolaborasi sama rapper asal UK, Devlin yang bakal tampil di salah satu judul lagu, “This City”, selain itu ada juga penyanyi Contemporary R&B asal Nigeria, Wizkid yang bakal duet bareng Jorja di lagu “Alive”. Dari 12 lagu yang tersedia, total durasi album mencapai 37 menit lebih 32 detik.
Kalo kalian sering ngikutin tulisan ku ini, pasti kalian bakal tahu apa musik yang akan kubahas selanjutnya, kalo udah ngomongin musik-musik R&B, yapp…. Betul apa lagi kalo bukan musik hip-hop. Aku dapet kabar kalo rapper Denzel Curry bakal kolab bareng produser Kenneth Blume bikin album kolaboratif dengan judul “II”. Kenapa dinamain “II”, karena mungkin ini adalah pertemuan untuk ke-2 kalinya antara Denzel Curry sama Kenny Blume. Sebelumnya, mereka udah pernah bikin proyek bareng lewat mini album “UNLOCKED” yang udah dirilis dari tahun 2020 lalu. Nah sepertinya, karena punya kesan yang bagus keduanya mau coba push the limit dengan bikin album yang kali ini formatnya full album. Dan katanya, mereka sengaja ninggalin bikin musik dengan peralatan canggih dan diganti dengan peralatan jadul, biar semata dapetin esensi gimana kalo bikin musik itu emang pure ngandelin insting dan bakat alami, bukan ngandelin teknologi aja. Album ini singkat, cuman punya durasi 24 menit dari total 9 lagu yang ada, tapi bukan berarti album ini bakal kedengeran nanggung. Buktinya, di album ini Denzel Curry juga banyak ngajak musisi lainnya buat jadi kolaborator, mulai dari JPEGMAFIA yang muncul di lagu “Evil Grin”, Westside Gunn yang hadir di lagu “Crown”, dan penyanyi neo soul, Yebba yang tampil di lagu penutupan berjudul “Difference”.
Selain itu ada juga kabar dari Rapsody yang juga rilis album baru berjudul “God Gotta Afro & Gold Hoops”. Kalau diitung-itung ini bakalan jadi album studio ke-5 bagi rapper sekaligus penulis lagu kelahiran Amerika Serikat ini. Dan ga tanggung-tanggung, Rapsody bakal manjain kalian di album terbarunya ini dengan daftar lagu yang seabreg, yakni 16 lagu dengan total durasi mencapai 58 menit (kurang 2 menit nih, buat jadi sejam full hehehe). Bukan cuman tracklist nya aja yang seabreg, tapi Rapsody juga datengin banyak kolaborator ke albumnya ini, dan lintas generasi pula. Mulai dari Karabo Ya Morena, Mr. Porter, Jojo Abot, Malice, Amanda Reifer, Nomisupasta, Amber Navran, sampe salah satu lejen di musik per-funk / disco, George Clinton ikutan meramaikan jalannya album ini. Wiiih… kalian bakal diajak jalan-jalan dan keliling nih sama Rapsody, yang bakal ngenalin kalian kebudayaan musik kulit hitam yang emang seluas dan sevariatif itu.
Selanjutnya ada rapper digicore asal Australia, Sidney Philips yang bikin album baru dengan judul “C**t”. Dan ini bakal jadi album studio solo nya yang ke-6, sepanjang dia mulai bikin musik sejak tahun 2018. Awal dia bikin musik itu katanya, iseng-iseng upload track vaporwave hasil editannya ke Bandcamp, dan sejak saat itu dia mulai bikin musik sampai akhirnya bisa bikin banyak album seperti sekarang ini. Total bakal ada 11 lagu dengan durasi 31 menit di sepanjang album ini, tapi bukancuman itu aja Sidney juga ngajak Bootleg Baby buat kolaborasi di lagu “ Hahaha”, dan phreshboyswag yang muncul di lagu “Bikie”. Katanya, sih alesan kenapa Sidney ngajak ke-2 temennya itu, karena mereka emang lagi ngejalanin tur bareng saat ini.
Ok sebagai penutup, aku bakal kasih kalian musik dari Korea, tapi buat yang kurang suka sama K-Pop, ini bukan musik K-Pop kok. Entah mungkin aku jarang ngulik musik Korea lain selain K-Pop, jadi aku ngerasa ini band punya keunikan sendiri dibalik maraknya tren Hallyu wave yang ga beres-beres. Band yang ku maksud itu adalah kuartet Silica Gel yang rilis album terbaru berjudul “Ballad of You”. Ke-4 personil yang isinya pria ganteng-ganteng ini (aw….) mainin musik psychedelic rock gitu. Dan bahkan, dari beberapa single yang kudenger, lagu-lagunya pun lumayan keras dan nge-rock banget untuk seukuran musik-musik Korea yang biasanya kalem, atau penuh dengan nuansa elektronik gitu. Jadi menurutku musiknya udah cukup macho lah buat yang suka musik rock dan suka musik dengan distorsi gitar yang keras dan kasar.
Ok, untuk minggu ini aku rasa cukup, kalo kalian masih ngerasa belum cukup… tenang seperti biasa aku udah kasih daftar album-album lainnya yang juga ikutan rilis di minggu ini. Sampe ketemu lagi next week ya, see you!
Baca Juga : Aku Sadar Hidup Itu Hanya Perkara Melempar Dadu Sambil Menatap Lukisan
Rilisan Lainnya
- Akino Arai – Akinosphere
- Antony Szimerek – Decoding Birdsong
- AshZone – Leap Year (366)
- Azatoth – Carnal Lust of Blasphemy
- Black Marble – Life in Small Spaces
- Bleu – Sargeant Pepper Grinder
- Brandon Flowers – Thrasher
- Cvinger – Rites ov Flesh
- Destin Conrad – Roadrunner
- diamond* – Jubilee
- DMA’s – DMA’s
- Dysthymia – The Morning Darkness
- Elanor Moss – The Knife, the Needle
- Funeral of God – Fire Howls in the Furnace of Rome
- galen tipton – Nu Jock Swing
- GB – Herzsprung
- Holloway – Not Knowing Is a Good Place to Start
- L’Arbre de Thule – Философствуя молотом
- Lambchop – Punching the Clown
- Lil Pump – Lil Pump 3
- Malgrim – Sagittae Deorum Chaotis
- Mama’s Broke – Reunion
- milet – Made of Glass
- Nate Sib – Reborn
- Nonturn – Repeating Town
- Noumena – Maanääri
- Pattern-Seeking Animals – Grimalkin
- PROMO X CIERRE – Cómo conseguir wachas
- Sam Smith – Hazel Eyes
- Sara Wakui – Nothing but Living
- Squirrel Flower – Say a Prayer to the Gods of Getting Going
- Stephen O’Malley – Avaeken
- The Afghan Whings – Soft Control
- Tyondai Braxton – Splayed Werks
- Woodanthorkh – Inganno, Ombre e Sentieri




