Album-Baru-Minggu-Ini-24-Juli-2026

O iya, nyambung cerita yang minggu lalu, apa berarti aku cuman denger musik yang baru terus-menerus? Sebenarnya sih…., nggak juga, aku juga punya banyak artist favorit yang aku idolakan dan kagumi semenjak aku SMA kok, dan bahkan masih aku sering dengerin lagu-laguu mereka sampai sekarang. Intinya sih, dibawa santai aja…, kadang aku ngikutin mood kalo emang lagi kepingin cari-cari lagu, album, atau artist baru. Terus kalo misalnya lagi ga mood, waktu yang biasanya aku luangin buat cari musik-musik baru, mungkin aku gunain cari-cari info atau trivia artist-artist favorit aku. 

O iya kadang, kalau misalnya artist favoritku rilis lagu atau album baru, itu kadang yang cara buat aku kembali terhubung sama artis-artis favoritku. Bahkan aku bisa numbuhin kesan-kesan baru, sama artis favoritku yang bisa bikin aku tambah bucin pada mereka, hehehe….. Setelah denger album baru mereka, kadang aku juga selingin dan coba dengerin lagu dan album-album lama mereka lagi, dan mungkin aku bisa ngerasain penasaran dan coba dengerin lagu atau album mereka yang belum aku dengerin sebelumnya. Apalagi kalo ternyata album barunya itu bagus…, aku justru serasa ngerasain hal nostalgia tapi tetep bisa ngerasain hal baru, dimana aku seperti ngerasa balik lagi kaya dulu dengerin musik-musik dari artis favoritku sepanjang hari, tapi saat yang bersamaan aku juga dapet sensasi dan kesan yang baru. 

Dan…. sepertinya aku berpeluang merasakan pengalaman itu di minggu ini, karena apa? Karena… aku ngerasa seneng banget kalo di minggu ini banyak artis-artis favoritku yang rilis album secara serempak. Kalo menurutku pribadi, mungkin minggu ini jadi salah satu minggu terbaik aku selama ini, dalam hal mencari musik-musik baru, karena ini bisa jadi kesempatanku buat merasa terhubung kembali dengan artis favoritku sambil menumbuhkan pengalaman dan kesan baru dari artist-artis favoritku, biar semakin tetep relevan untuk masuk ke dalam bracket artist favoritku sepanjang masa hehehe…..  Ok langsung aja kalo begitu kita mulai, dari kabar salah satu penyanyi dan artis pop yang belakangan ini namanya kembali jadi sorotan, siapa lagi kalau bukan Charli XCX. 

Sedikit intermezzo, aku mulai kenal dan suka Charli XCX itu pas kelas 1 SMA, tepatnya pas lagi album “How I’m Feeling Now” baru keluar. Yah.. aku punya kesan mendalam album itu, apalagi pas dengan momen waktu itu COVD-19 melanda, jadinya album itu yang nemenin aku dimasa-masa itu. Singkat cerita aku mulai suka dan dengerin Charli XCX, terlebih album “Crush” dan “Brat” yang masing-masing masuk top list album of the year aku. Sekarang ga kerasa aku bakal jadi saksi hidup buat nyaksiin Charli XCX rilis album baru lagi, kali ini dengan judul “Music, Fashion, Film”. Yang bikin aku penasaran di album ini sih, konsepnya pertama mulai dari album cover nya yang dominan pakai warna hitam-putih dan pake model-model yang seolah-olah kaya lagi balik ke film-film klasik jadul gitu. Padahal Charli XCX ini terkenal dengan konsep albumnya yang colorfull dan fresh gitu. Apalagi ketika pas aku dengerin single di album ini, musiknya jadi lebih upbeat dan nge-rock gitu, ada suara gitar dan drumnya. Jadinya, aku liat sisi yang lebih dewasa dari album Charli XCX kali ini. Beda dengan BRAT yang durasinya 41 menit dan heboh dengan masukin 15 tracklist, di album “Music, Fashion, Film” kali ini, Charli XCX cuman ngasih 10 lagu baru dengan total durasi 30 menit. Bahkan dari sisi jajaran yang produserin album ini, cuman ada 2 nama yang muncul yaitu A. G. Cook dan Finn Keane, sementara di album Charli XCX yang lainnya, produser yang terlibat bisa bejibun banget, bahkan bisa lebih dari 5 orang.

Berikutnya, ada Tyla yang juga jadi salah satu artis baru favoritku aku. Yang aku suka dari penyanyi kelahiran Afrika Selatan ini, dia berani banget masukin elemen musik tradisional asal daerahnya ke dalam gaya musik R&B yang dia bawain. Ini yang bikin aku suka sama dia, disamping keberaniannya tapi juga lagu-lagunya jadi unik dan fresh di telingaku, yang bikin aku mudah ngenalin lagu-lagu Tyla. Nah, sekarang Tyla baru aja ngerilis album ke-2 nya dengan judul “A*Pop”. Salah satu yang bikin aku tambah kagum sama Tyla ini, ketika dia tiap kali ngajak musisi atau penyanyi lain untuk kolaborasi, Tyla justru milih musisi dan penyanyi yang lahir dari dataran Afrika. Ini menurutku sekaligus langkah Tyla buat ngenalin lebih luas kalo ternyata banyak lho, penyanyi dan musisi-musisi asal Afrika yang bakatnya ga kaleng-kaleng dan sangat berpotensi. Di album ini sendiri, tradisi itu masih dipertahanin Tyla dan mengundang beberapa musisi di antaranya: duo produser elektronik, Liquideep yang tampil di lagu “Fairytale”, grup musik MaWhoo yang bakal kolaborasi bareng Tyla di lagu, “Crazy of Me”, dan penyanyi Babalwa M, yang bakal duet bareng Tyla di lagu “I Don’t Care”. O iya, di album ini juga ada kolaborasi Tyla dengan penyanyi asal Swedia, Zara Larsson di lagu “She Did it Again” yang sekaligus jadi salah satu single utama album ini. 

Sekarang kita beralih ke kabar Rico Nasty yang baru aja rilis album studio ke-3 nya dengan judul “RX”. Jujur ngomong aku denger Rico Nasty itu ketika dia tampil di album-album Doja Cat. Aku suka sama gaya nyanyi dan rap-nya dia yang badass dan cold gitu. Dan mungkin dengan munculnya album baru ini, aku bakal coba dengerin album-album solonya Rico Nasty yang lain. Dari apa yang aku baca, “RX” ini bakal nampilin kolaborasi Rico Nasty dengan salah satu produser hip-hop yang namanya udah cukup dikenal, yaitu Kenny Beats yang sekarang nama panggungnya berganti menjadi Kenneth Blume. Selain itu lewat pengakuan Rico, salah satu personil grup hyperpop 100 Gecs, Dylan Brady juga ikutan berkontribusi di album ini sebagai produser buat lagu berjudul “Butthead”. Album ini sendiri terdiri dari 9 lagu, tapi durasinya sendiri cuman 20 menitan. Jadi makin penasaran bakal jadi kaya apa ya album ini keseluruhan…

Kalo dari tadi kita ngomongin nama-nama besar, sekarang aku justru mau kasih hasil nyelem aku di Bandcamp beberapa hari lalu. Aku menemukan dan tertarik dengan salah satu artis hyperpop bernama astrid dan pas banget, dia emang mau ngeluarin album baru di minggu ini dengan judul “sucker”. Ini jadi ngingetin aku sama “Femtanyl” atau beberapa proyek hyperpop lainnya yang nonjolin estetika animasi dan kartun gitu. Aku dengerin salah satu singlenya, “sucker punch” puny easygoing dan catchy banget suaranya. Tapi kalo aku dengerin album sebelumnya, “viscera” soundnya justru elektronik dan nyentuh hip-hop kekinian banget, tapi yah namanya juga hyperpop musiknya itu luas dan beragam banget, tapi selalu bisa bikin nagih, karena melodinya yang menurutku nimbulin sensasi ear-candy dan colorful banget. 

sucker punch (with Clark Rainbow) by astrid

Sekarang kita berlaih ke dunia per K-Pop an, meski beberapa bulan lalu aespa baru aja rilis album baru dengan judul “Lemonade”, grup K-Pop besutan SM ini tetep terus injek gas di tahun ini dengan bikin lagi comeback berupa mini album yang berjudul “Kiss n Tell”. Yang lebih unik, mini album ini jadi album pertama versi Jepang yang pernah dibuat aespa. Total mini album ini berisi 6 lagu termasuk, single utama “Attitude” yang udah mereka rilis lebih dulu. 

Kalo aespa rilis full album dulu baru mini album, fromis_9 ini justru kebalikannya, hehe…. Tanggal 1 April lalu, mereka ngeluarin mini album dengan judul “Like You Better”, sementara di minggu ini mereka ngerilis album penuh ke-2 mereka dengan judul “Glow Me”. Bukan cuman itu aja, ini bakal jadi album debut mereka setelah, fromis_9 berpindah agensi ke ASND Entertaiment dan sekaligus jadi album pertama setelah fromis_9 ditinggal 3 member sekaligus yakni Lee Sae Rom, Roh Ji Sun, dan Lee Seo Yeon yang serempat undur diri dari fromis_9 di tahun 2025. Ada bagian yang unik dari tracklist album terbaru fromis_9 kali ini, lagu-lagu di sini ga cuman diisi sama vokal-vokal 5 anggota yang tersisa saat ini, tapi ada juga lagu-lagu yang khusus cuman dinyanyiin beberapa member aja. Lagu “Cold Blood” bakal nampilin trio vokal  Lee Chae Young, Lee Na Gyung & Baek Ji Heon, sementara lagu “Who do I cry?” diisi sama duet vokal Song Ha Young & Park Ji Won. O iya.. Total lagu di album ini ada 10 dengan durasi yang nyampe sekitar 29 menitan. 

Sekarang kita ke dunia per J-Pop an, grup idol yang namanya belakangan lagi seliweran, ATARASHII GAKKO! Rilis album studio ke-4 mereka dengan judul “From Tokyo with Love”. Yang menurutku bikin ATARASHII GAKKO! Beda banget sama kebanyakan grup-grup idol, lagu-lagu mereka itu seolah seperti sengaja buat nonjolin keunikan dari masing-masing member, dan mereka berani banget buat eksplor banyak jenis musik yang bikin lagu-lagu mereka itu artsy atau ga mainstream hehehe… Bahkan secara terang-terangan dan tegas, mereka mengakui hal ini, dan bahkan siap untuk tampil di depan orang-orang yang lebih banyak dan manggung di venue-venue yang semakin besar buat tantangan mereka: “Dengan membawa energi yang telah kami rasakan di seluruh dunia, melalui “AG! Calling” dan perayaan ulang tahun ke-10 kami siap untuk tampil di panggung yang lebih besar lagi.” ATARASHII GAKKO! berbagi. “From Tokyo with Love adalah album baru kami, yang disampaikan dengan tulus dari Tokyo, kota tempat semuanya dimulai bagi kami. Kami mendorong diri kami sendiri, mempertanyakan diri kami sendiri, dan mengemas semua yang kami miliki saat ini ke dalam 10 lagu ini empat dari kami, empat cara berbeda, semuanya dalam satu kesatuan.” Band ini menyimpulkan, “kami tidak sabar untuk terus berkembang, terus menantang diri kami sendiri, dan terus bertemu orang-orang baru di seluruh dunia dengan album ini.” Album “From Tokyo with Love” ini sendiri terdiri dari 10 lagu baru yang dipersembahkan ATARASHII GAKKO!.

Kabar rilisan J-Pop berikutnya, justru dateng dari salah satu penyanyi lejen era 70’an – 80’an yang terkenal karena dia sering banget bikin setiap albumnya itu unik dan berbeda, siapa lagi kalau bukan Akiko Yano. Meski namanya udah cukup sukses dan dikenal, tapi Akiko Yano justru ga kenal lelah lho, buat tetep bikin album dan tetep dengan kebiasaanya yang selalu bikin album dengan genre dan style yang berubah-ubah. Album terbaru Akiko Yano ini, diberi judul “To the Living Creatures” dan sekaligus bakal jadi album solo studio ke-31 bagi penyanyi kelahiran Tokyo itu. Waktu ini bertepatan dengan perayaan karir Akiko Yano yang ke-50, ketika pertama kali dia rilis album debut tahun 1976 dengan judul “Japanese Girl” dan saat itu Akiko Yano baru berusia 21 tahun. Gila ga kebayangkan kan, meski di usianya yang udah nginjek kepala 7, Akiko Yano masih aktif berkarya. Di album ini dia juga bakal kolaborasi lagi sama Haruomi Hosono, di salah satu lagunya yang berjudul “Umiotoko to Ruria”. 

Biar minggu kalian ga lesu dan tetep semangat, aku kasih kabar rilisan mengenai musik-musik rock, dimulai dari, penyanyi sekaligus penulis lagu Alex Cameron, yang baru aja rilis album studio ke-5 nya dengan judul “Late to Set”. Sebelum aku nulis ini, aku coba dulu beberapa lagu Alex Cameron, dan menurut aku musiknya itu walau rock tapi nuansa pop nya juga kentel banget, jadi musiknya-musiknya menurutku relatif ramah buat yang bahkan bukan penggemar berat rock sekalipun. Kalo di album sebelumnya, Alex Cameron kadang suka kolaborasi dengan musisi lainnya, di album ini murni dia bawain semua ke-9 lagu yang ada seorang diri. Selain itu kabarnya, Alex Cameron juga udah nyiapin jadwal tur buat rangka promosi album barunya, bareng The Strokes. 

Dan bisa kebetulan banget, The Strokes pun rilis album di minggu ini, dengan judul “Reality Awaits”. Buat anak generasi 90’an (sayangnya aku bukan… huhuhu….) pasti udah ga asing lagi sama band rock asal Amerika ini. Mereka udah langganan bikin lagu dan single yang bagus-bagus, sampe album debut mereka, “Is This It” masih dipuja-puja sampai sekarang. Nah semenjak album “The New Abnormal” yang dirilis pada saat masa pandemi COVID tahun 2020, akhirnya mereka balik lagi buat bikin album penuh di minggu ini. Mereka bakal kolaborasi lagi sama produser Rick Rubin, yang sebelumnya juga emang jadi produser buat nanganin album “The New Abnormal”. Sepertinya menarik ditunggu gimana kiprahnya album “Reality Awaits” ini ngisi keseharian kita nantinya, karena album “The New Abnormal” sendiri juga dapet penerimaan yang cukup positif baik di kalangan penggemar maupun kritikus.  

Kalau kalian mau musik rock yang ga biasa-biasa aja, kalian bisa coba band progressive rock asal Norwegia, Jordsjø yang baru aja rilis album baru dengan judul “Pestkrønikene”. Selain ini jadi rilisan ke-9 mereka, album “Pestkrønikene” jadi kado spesial perayaan berdirinya Jordsjø sejak 2016. Awalnya sih, album ini tuh cuman berisi lagu-lagu demo yang pernah mereka rekam di tahun 2020-2025 tapi nggak pernah dirilis ke publik. Tapi kemudian mereka kembangin lagi materi lagu-lagunya, sampe akhirnya siap dan layak buat dijadiin lagu dalam album. Mereka juga banyak banget ngambil inspirasi musik mereka itu dari musik-musik rock lawas 70’an. 

Gimana udah melek belumm??? Kalo belum aku kasih yang lebih berat lagi ya, semoga betah, hehehe…. Band stoner metal (duh istilah genre apalagi ini, huhuhu…), REZN ngerilis album yang judulnya “Cycles in the Infinite Dream”. Meski suara gitarnya, bueratt banget, tapi aku suka kok vokalnya, masih enak dan melodis gitu di kuping hehe… Kalo diitung-itung album ini masuk jadi album studio ke-6 yang pernah mereka buat sepanjang karir mereka. Total album ini bakal diisi sama 9 lagu dengan durasi yang nyampe sekitar 42 menitan. 

Masih kurang?? Pingin yang lebih ngebut? Okay.. kebetulan aku dimintain tolong sama kak Ivan buat bahas sedikit mengenai band satu ini. Band thrash metal, Ripper rilis album studio ke-3 mereka dengan judul “Towards Rebirth”. Kata kak Ivan sih, meski mereka itu masuknya band underrated, tapi skena thrash namanya cukup diperhitungin setelah mereka berhasil bikin penggemar thrash kagum sama album yang mereka buat sebelumnya di tahun 2016, yang berjudul “Experiment of Existence”. Wehh… berarti secara ga langsung ternyata album ini jadi album pertama Ripper sepanjang 10 tahun ini. Pihak band juga memang PD dengan musiknya kalo di album ini mereka lagi bikin musik yang paling brutal yang pernah mereka buat hingga saat ini. Dibikin lebih ringkas, tapi sekaligus lebih ganas juga. Okay… buat kalian yang suka musik-musik metal yang ekstrim, coba kalian dengerin ini dan buktikan perkataan mereka, hehehe…

Sekarang kalau kalian kepingin minggu ini terasa lebih berwarna, aku bakal kasih rekomendasi musik elektronik yang mewarna harimu itu. Dibuka dengan kabar dari komposer Takahide Higuchi yang lewat proyek elektronik solonya, Foodman baru aja selesai ngerilis album berjudul “Hikarigasashikomu”. Takahide sendiri bilang kalau album ini jadi kelanjutan dari mini album “Uchigawa Tankentai” yang dia rilis 2023 lalu. Selain ini jadi salah satu album yang nyeritain pengalamannya secara personal, Foodman juga tetep nyajiin sesuatu yang juga bisa kita rasain semua di kehidupan kita, contohnya masa kanak-kanak. Entah di album ini, Foodman jadi lebih getol bikin efek-efek suara atau musik yang seolah menyerupai musik anak-anak gitu, jadi berasa kita balik lagi ke masa-masa paling membahagiakan itu kalo dengerin album ini. 

Selain Foodman, ada Bug Bus Piano yang bakal ngajak kalian muter-muter mendalami berbagai perasaan dan kejadian lewat album barunya berjudul “Our Broken Time Machine”. Dari yang aku tangkep tentang penjelasan album ini yang ditulis di bandcamp resminya sih, album ini itu kaya nyeritain perkembangan kita jadi dewasa gitu. Ada sisi-sisi baru yang berkembang, terus ada luka, atau trauma mendalam juga yang pernah menghampiri. Ada juga peristiwa-peristiwa yang kita ga bisa jelasin mengapa itu terjadi. Jadi ga heran deh, ketika kalian denger album ini, kalian juga bakal ngerasain perasaan yang campur aduk kaya begitu. Kadang musiknya cerah, kadang tiba-tiba mendadak mendung seolah ingin menurunkan badai. Total album ini diisi dengan 10 lagu dengan total durasi sekitar 42 menitan. 

Ok, 2 kabar rilisan musik elektronik tadi sekaligus jadi kabar rilisan terakhir di minggu ini, kalo kalian masih ngerasa belum cukup sama rilisan-rilisan yang aku kasih di atas, tenang… seperti biasa aku juga nyertain list album lainnya di bawah ini, jadi kalian feel free ajak buat ngecek dan nyoba sendiri, siapa tau ada yang cocok hehehe… Ok sampe ketemu minggu depan lagi, stay health dan take care, ya…. See you.

Baca Juga : Aku Sadar Hidup Itu Hanya Perkara Melempar Dadu Sambil Menatap Lukisan

Rilisan Lainnya:

  • Acephalia – Filial Piety
  • Adanna Duru – The Naijamerican Dream
  • Ami Maeshima – Polyphony
  • BBY GOYARD – Preakness
  • Bleached Cross – Wrath
  • Blood Vessel – The Sorcery of Her Presence
  • blue web. – Blue Reverberation
  • Body Type – Tally
  • Cypress Hill – Dios bendiga
  • Danny Clay – A Moment Beyond
  • Demogorgon – Lambda Dark Space
  • Divulsive – Spawned in Viscera
  • Doombringer – Ad Compita!
  • EK – Core
  • Heretic Cult Redeemer – In Oculum Chaos
  • Hina Aoki – Blame
  • Into Darkness – Route to the Outer Side
  • Kelz – A Sweet Passerby
  • Lim Kim – Exit to Nowhere
  • Lockstep – I Know What I Saw
  • Love Spells – Love Is the Law
  • Luxury Simulator – On-Screen Menu Display
  • Madball – Not Your Kingdom
  • Mayday Parade – Sugar
  • Mohini Dey – The Dey Way
  • Mountainscape – Traversing Realms
  • Oen Sujet – The Friendliest Fight We Know
  • Robyn Hitchcock – The Confuser
  • Sallow Moth – Hydrophilous Brood
  • Seed – Pay the Guards and Pray to God
  • Shania Twain – Little Miss Twain
  • Sofie Birch – Bivabippabualukka
  • Spearmint – Chase Me
  • Spread the Disease – The Darkness. the Dread. the Suffering.
  • Staktic – Sequor
  • Tyraels Ascension – Grave Seeker
  • Viande – Monument aux morts
  • Waterparks – Jinx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *