Album-baru-minggu-Ini-22-Juni-2026

Ngelanjutin cerita minggu kemarin, soal kenapa aku lebih picky kalo urusan baca novel, nonton series, sementara buat denger musik, nonton film, aku lebih open ke semua hal. Sebenarnya sih, ini cuman masalah waktu, effort yang mesti aku keluarin, dan dampaknya. Aku sih mikirnya, kalo musik atau film kan, waktu dan effort yang kita luangin ga terlalu gede. Satu lagu paling durasinya 4-5 menitan (ada sih satu lagu yang durasinya 30 menit bahkan lebih), dan film juga durasi paling 2-3 jam. Nah aku langsung bisa tuh ngerasain efek dan experience-nya, ntah nanti jatohnya aku bakalan suka atau engga, yang jelas aku bisa ngerasain efeknya langsung di akhir pada hari yang sama. Jadinya nothing to lose, kalau ga suka pun, tinggal cari yang lain lagi, toh effort dan waktu yang dikeluarin ga terlalu besar. 

Sedangkan kalo nonton series atau baca novel mungkin lebih lama ya. Satu series bisa berpuluh-puluh episode, dan novel juga kadang perlu dibaca 1-2 minggu lebih buat tamat. Nah, aku masih ga rela, misal setelah aku marathon series berpuluh-puluh jam, sampai episode terakhir ternyata endingnya aku kurang suka, atau udah baca ratusan lembar novel, ternyata pas di tengah jalan ceritanya mulai belok ke arah yang kurang ku suka. Jadi ngerasa mubazir dan sia-sia buang waktu aja gitu. Jadi aku pikir media novel dan series itu ya buat “safe zone” aku aja, untuk mengakrabkan diri pada hal-hal yang aku suka, sedangkan musik dan film itu aku gunain sebagai “zone explore” buat nyoba-nyoba banyak jenis dan genre. Nantinya, kalo ada hal baru yang nyantol, aku juga bisa bawa ke “safe zone” buat gali lagi lebih dalam pada hal yang baru aku suka.

Duh… maaf kebanyakan yapping sana-sini, aku jadi lupa tugasku di sini, buat bagiin rilisan-rilisan album baru minggu ini. Gausah lama-lama lagi kita langsung sikat aja album-album yang bakal ku bagiin di sini.    

Nah, kalo Minggu lalu jagat hip-hop dikagetkan sama berita Drake yang tiba-tiba rilis 3 album penuh secara bersamaan, di minggu ini giliran salah satu pahlawan hip-hop underground, JPEGMAFIA ngerilis album baru dengan judul “Experimental Rap”. Latar belakang cerita yang berdiri di sekitar album ini juga menarik dan cukup bikin heboh belakangan ini. JPEGMAFIA sendiri, negasin kalau album ini, menjadi salah satu rangkaian dia buat bisa lompat ke ranah yang lebih mainstream dan dikenal, setelah sebelumnya JPEGMAFIA tampil sebagai pembuka untuk konser grup nu-metal / alt-rock ternama, Linkin Park 2025 lalu. 

Tapi di satu sisi, JPEGMAFIA juga mau nunjukin lewat album ini, kalau dia terus selalu pushing the boundaries bikin karya-karya rap yang berani eksperimen sana-sini, tanpa ragu, sampai bikin statement atau klaim, kalau kebanyakan musisi yang bikin musik serupa cuman bisa niru orang lain, makanya dia bikin album yang menurutnya sulit ditiru. Tapi ga disangka-sangka, statement kontroversial ini mancing salah satu rapper eksperimental yang namanya juga tersohor, Earl Sweatshirt buat ngasih respon.

Earl, nanggepin omongan JPEGMAFIA lewat komen Instagram, dengan ngasih balasan satir dan ngejek JPEGMAFIA. Jadinya, sempet muncul konflik (kalau bahasa gaul di hip-hop sih, beef ini namanya) di antara ke-2 nya, walau saat ini pun masih belum jelas gimana kelanjutan perselisihan ini  Tapi terlepas dari itu, “Experimental Rap” worth it banget buat ditunggu. Secara, JPEGMAFIA ga tanggung-tanggung ngasih 25 lagu baru sekaligus, dengan durasi mencapai 50 menit lebih. Yang lebih gilanya lagi, cuman Buzzy Lee satu-satunya kolaborator yang muncul di album ini, dimana dia mengisi lagu “Bridges on Fire”. Jadinya proyek ini, bakal bener-bener jadih one-man show dan panggung show-off nya JPEGMAFIA. 


Ok sekarang kita beralih kabar ke rapper lainnya, kalau kalian inget minggu lalu aku singgung Drain Gang dan salah satu membernya, Thaiboy Digital rilis album baru. Nah sekarang salah satu dari ke-4 founder Drain Gang, Bladee juga ikutan rilis album baru dengan judul “Sulfur Suffer”. Selain rilis single baru “Bloodie” jelang perilisan album terbarunya, Bladee juga ngasih gebrakan yang bener-bener fresh di proyek terbarunya kali ini. Di single terbarunya itu, Bladee kolaborasi sama David Tibet selaku vokalis dan penyair dari proyek folk legendaris, Current 93. Selain itu, Bladee juga kembali kerjasama dengan produser Whiteamor, yang sebelumnya pernah memproduseri album Bladee lainnya, “Spiderr” yang rilis 2022 lalu.  

Dari hip-hop, kita bakal beralih ke kabar musik-musik pop. Penyanyi penulis lagu Hayden Dunham alias Hyd baru aja ngeluarin album ke-2 nya berjudul “Hold Onto Me Infinity”. Album ini sekaligus jadi sekuel dari album “CLEARING” yang sempet dirilis 2022 lalu, dan berhasil bikin Hyd jadi salah satu artist alt-pop yang namanya jadi perbincangan. Hyd sendiri ngejanjiin, kalo musik di albumnya ini akan semakin eksplor pada lintas jenis musik yang kemungkinan bakal ngantri sebagai karya ter-ambisius yang pernah dibuat Hyd sejauh ini. 

Tapi di minggu ini, selain Hyd yang rilis album ke-2, ada juga penyanyi J-Pop / R&B asal Jepang bernama Ako yang juga rilis album ke-2 nya berjudul “Lovely Moments”. Gadis yang identik dengan rambut ikal panjang berwarna merah pekat ini, bakal manjain telinga kalian dengan 12 lagu. 3 dari 12 lagu yang ada, udah muncul sebagai lagu tema untuk serial anime di Televisi Jepang. Lagu “Turn It Up” dijadiin ending theme buat anime “Darwin Incident”, lagu “Move Move” dijadiin opening theme song season 2 anime “Uchuujin Muumuu”, dan lagu “Harmony” dijadiin ending theme anime “Kirio Fan Club”. Wihhhh selain dapet lagu baru, kita juga jadi dapet rekomendasi anime-anime baru nih dari tracklist-nya Ako, ayo yang suka Anime dicatet juga judulnya, siapa tau bikin kalian tertarik.     

Seperti biasa, setelah aku ngecek-ngecek rilisan J-Pop, ga lupa aku juga ngecek rilisan-rilisan K-Pop. Dan kayanya minggu ini jadi salah satu minggu “tersibuk” bagi para K-Popers multifandom. Dimulai dari LE SSERAFIM yang rilis album studio penuh ke-2 mereka berjudul “Pureflow Pt.1”. Akhirnya hari ini tiba juga, aku udah nungguin banget mereka rilis album penuh lagi, sejak album “Unforgiven” yang rilis di tahun 2023 lalu. Walaupun ada kabar sedikit ga mengenakan dari pihak LE SSERAFIM, karena leader mereka, Kim Chaewon bakal absen dalam promosi album ini, akibat cedera leher, tapi seenggaknya aku tetep seneng bisa liat mereka bikin karya baru lagi dan Kim Chaewon tetep ngisi vokal di album terbaru ini. Album ini bakal nyertain 11 lagu, dan lagu “Celebration” jadi single andalan album ini. 

Setelah LE SSERAFIM, ada ITZY juga yang baru rilis mini album dengan judul “Motto”. Selain ngeluarin MV baru buat single utama album dengan judul yang sama, ada hal yang unik juga nih dari mini album terbarunya dari ITZY. Selain berisi 3 lagu baru yang nampilin performa ke-5 member ITZY, album ini juga berisi 5 lagu yang masing-masing menampilkan performa solo dari member. Jadi, berasa album ini punya 3 lagu plus 5 gabungan lagu-lagu solo dari masing-masing ke-5 member ITZY Yeji, Lia, Ryujin, Chaeryeong, dan Yuna. 

Bukan cuman girl grup K-Pop cewe aja yang unjuk gigi, ZEROBASEONE ga mau kalah dan memilih comeback di tahun ini lewat rilis mini album berjudul “Ascend-”. Lewat mini album terbarunya ini, ZEROBASEONE mempersembahkan 7 lagu baru kepada ZEROSE (nama fanbase ZEROBASEONE), di luar dari beberapa single yang udah mereka rilis lebih dulu yaitu: “Running to Future”, “Roses”, & “Re-Flow”. Jadi bisa dibilang para ZEROSE bener-bener dimanjain dengan musik-musik fresh dan baru dari ZEROBASEONE.

Nah selain idol grup K-Pop yang riis album, salah satu girl grup J-Pop, IS:SUE baru aja debut rilis album penuh pertama mereka dengan judul “Quartet”. Kalo diusut nama judul yang diusung sih, “Quartet” itu mungkin berkaca sama format grup ini yang emang terdiri 4 performer yaitu Rin, Nano, Yuuki, dan Rino. Selain nyertain 10 lagu baru, mereka juga rekam ulang beberapa single andalan mereka terdahulu buat dibikin versi dari album “Quartet” ini.   

Ngomongin comeback, Lowertown nunjukkin ke kita arti comeback yang sebenarnya. Duo indie pop asal New York yang terdiri dari Olivia Osby dan Avsha Weinberg ini, sempet ngalamin bertubi-tubi masalah. Di tengah jadwal tur yang padet, Lowertown juga berpisah dengan label mereka, sampai ngalamin creative block akibat terlalu jenuh beraktivitas. Imbasnya, pun ngena ke hubungan personal dan emosional ke-2 sejoli ini, yang sempet goyah. 

Tapi siapa sangka, diambang nasib Lowertown yang di ujung tandung buat bubar dan mustahil lagi buat berkarya, minggu ini mereka seolah nunjukkin bisa ngelewatin semua itu dengan kemenangan, lewat rilisnya album ke-2 mereka, “Ugly Duckling Union”. Hal yang unik dari album ini, mereka nyeritain konsep tentang cerita-cerita yang ada di dunia Minecraft, sebuah buku panduan, boneka, dan komik-komik karya Doctor Nowhere (Silas Orion). Tujuannya sih, mereka mau ngembaliin masa-masa muda mereka yang penuh antusias dengan berbagai hobi-hobi menyenangkan dan jauh dari kehidupan orang dewasa yang membosankan dan monoton. 

Kalo Lowertown ngelewatin lika-liku yang panjang untuk bisa comeback, unit midwest emo Crash of Rhinos butuh rentang waktu yang panjang buat akhirnya mereka kembali bikin album studio ke-3 dengan judul “Logbook” setelah 13 tahun lamanya mereka ga rilis album. Tapi meski udah lama mereka ga rempukkan bikin materi baru, personil-personil lama masih utuh, dan ga heran penggemar bakalan berekspektasi tinggi untuk album terbaru mereka kali ini, apalagi bagi yang udah rindu banget kepingin nyobain karya terbaru mereka yang makan waktu segitu lama. 

Pas aku nanyain ke kak Ivan, soal Dimmu Borgir, dia bilang kalo band ini banyak ga disukai tapi bikin ngangenin juga. Katanya dia, meski beberapa album terakhirnya itu nggak banget, tapi buktinya masih pada nungguin band symphonic black metal ini bikin album baru. Makanya kehadiran “Grand Serpent Rising” selaku album baru mereka ini, masih dinanti-nanti terlepas orang suka atau albumnya apa enggak. Gimana nggak, ini album pertama mereka setelah hampir 8 tahun ga rilis album. Aku sempat cari berita-berita tentang mereka, kalo salah satu personil gitaris utama lama mereka, Galder udah ninggalin band sejak 2024. Jadi bisa dibilang, ini bakalan jadi bab perjalanan baru dari Dimmu Borgir, setelah ditinggal salah satu sosok figur pentingnya. 

Désiré Niamké lagi punya misi mendalam buat eksplor lebih jauh tetapi sekaligus mendalam buat proyek solonya bernama Aho Ssan. Lewat album terbarunya berjudul “The Sun Turned Black”, komposer sekaligus sound designer asal Prancis ini, mutusin buat berkelana ke Ghana untuk menemukan suara-suara yang lebih otentik. Tapi perjalanan Désiré Niamké ke Ghana bukan sekedar mencari keunikan belaka, tapi memang ada hubungan ikatan emosional, sejarah, dan budaya mendalam, sebagai seorang diaspora yang lahir di Ghana, namun justru besar dan tumbuh di lingkungan dan budaya orang lain. Untuk itu, di karya terbarunya ini, dia mau mencoba “memasang kembali” apa yang sempat hilang di hidupnya. Aho Ssan juga akan berkolaborasi sama salah satu pemain Violin terkenal ASIA, di salah satu lagu berjudul “The Children of Noise”. Total album ini terdiri dari 7 lagu dengan durasi 41 menit. 

Kalo ngomongin musik daerah atau biasa akrab disebut folk, gitaris, penyanyi, sekaligus penulis lagu David Eugene Edwards punya pendekatan unik di dalam musik folk yang dia bawain. Album terbarunya, “Mercurial Silence” mengusung musik folk yang gak lazim, yaitu dicampur dengan unsur gothic, dan darkwave. Bagi yang gak terlalu sering denger musik folk kaya aku, bakalan cukup terkejut dengan pendekatan unik yang dibawain David Eugene Edwards dalam albumnya ini. Kita tahu sendiri, kan kalo musik folk itu identik dengan unsur dan kebudayaan yang tradisional, tapi di album ini justru lebih terdengar modern dan nyatu aja sama musik-musik era sekarang. 

Ya mungkin ini buat tanda kalo musik lebih maju dan banyak berkembang. Kita udah ga bisa lagi selalu berpatok pada apa yang udah terjadi dari dulu dan kita harus bergerak maju, untuk menemukan era kita sendiri. Seperti yang dilakuin sama multi instrumentalis, Bill Orcutt yang rilis album terbaru berjudul “Almost Waking”. Di album terbarunya ini, Bill kolaborasi bareng penyanyi folk kelahiran Guatemala, yang kini menetap di Mexico, Mabe Fratti buat bikin musiknya keliatan lebih unik, tapi tetep bisa ngasih unsur-unsur folk. Selain ngisi vokal, Mabe Fratti juga main cello di album ini, sementara Bill yang memainkan bagian-bagian gitar di album ini. Aku ngerasa album ini kaya punya banyak nuansa ambient gitu, lebih banyak ketenangan dan keheningan.

Okay, kabar kolaborasi album terbaru dari Mabe Fratti dan Bill Orcutt sekaligus jadi penutup buat kabar rilisan minggu ini. Buat yang kelewat atau rilisan lainnya yang ga dibahas di atas, ga usah khawatir aku udah cantumin list album lainnya yang juga rilis minggu ini, di bawah tulisan ini. Atau kalau kalian masih ngerasa ada yang kurang, jangan sungkan buat ninggalin komen ya. Sampai jumpa lagi, minggu depan.

Baca Juga : Selamat Datang Cinta Yang Tak Ku Kenali…

Rilisan Lainnya

  • Fear, and Loathing in Las Vegas – StandBy
  • Videotapemusic – Noise Face Landscape
  • Katatonic Silentio – Paradise Mountain
  • fakemink – Terrified .
  • Ed O’Brien – Blue Morpho
  • Visible Cloaks – Paradessence
  • Armored Saint – Emotion Factory Reset
  • Downfall of Nur – And the Firmament Will Burn to Quench the Pain of This Earth
  • Marmozets – Co.War.Dice.
  • Judith Hamann & James Rushford – Midmeste
  • Maisie Peters – Florescence
  • Magic Tuber Stringband – Heavy Water
  • Blindead 23 – Deuterium
  • Witching Hour – Descending … Where Time Has Ceased to Exist
  • Ecca Vandal – Looking for People to Unfollow
  • Simon Joyner – Tough Love
  • Kiri Ra! = Nen
  • 6LACK – Love Is the New Gangsta
  • María José Llergo – El Juego
  • Sungaze – I’m No Longer Afraid of Heights
  • Hex A.D. – Surgical Cuts in the Cosmos
  • Western Addiction – Psychedelic Munitions
  • Desecresy – The Secret of Death
  • Conton Candy – すっぴん
  • I.O.I – I.O.I : LOOP
  • Balming Tiger – Gongbu
  • Mucoid – Away
  • Thomas Dollbaum – Birds of Paradise
  • Autuor De Lucie – Hors monde
  • Voroth – Lingua Secunda
  • Blood Python – Voidseeker
  • Heaven Is Sleeping – Heaven Is Sleeping
  • Elvenking – Rites of Disclosure
  • Haemoth – Black Dust
  • Goat the Head – Death by Default
  • Hexenaltar – Descending Curse
  • Horrific Visions – Remnants of Atrophy
  • Lore – Psychotic Trance of the Black Nights
  • Moonlight Haze – Interstellar Madness
  • Mécréant – Déchéance
  • Solipsism – Pedagogy for the Existentially Exhausted
  • Infestation – Rituals Beneath the Crimson Sun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *