Site icon

Apa Aja Album Terbaru Di Minggu Ini? – 23 Oktober 2026

Album-Teraru-Minggu-Ini-16-Oktober-2026

Beberapa hari lalu… aku iseng-iseng seperti biasa nyari diskusi topik-topik musik di subreddit r/LetsTalkMusic. Di forum itu aku nemuin satu pembahasan tentang guilty pleasure. Jujur kalo mau ngomong sih ya…., baru pertama kali aku denger istilah itu dan ngerti maksudnya dari pembahasan di reddit. Intinya sih berdasarkan dari jawaban diskusi, guilty pleasure itu musik-musik yang kalian dengerin dan suka, tapi disaat bersamaan justru nimbulin kaya rasa bersalah, malu, dan takut di judge aneh-aneh sama sirkel selera musik utama kalian, karena yang kalian suka ini bertentangan banget sama sirkel musik utama kalian. Misalnya aja nih, kalian dikenal sebagai fans musik rock.. Eh… tapi ternyata kalian secara ga terduga, ternyata suka juga lagu-lagu grup K-Pop, Red Velvet. Nah rasa suka kalian terhadap Red Velvet itu yang disebut sama guilty pleasure. 

Tapi aku sadar, kenapa aku sebelumnya sama sekali ga ngeh sama konsep ini. Karena mungkin sedari awal dan sampai sekarang aku ga ngerasa punya guilty pleasure apapun dalam musik . Aku sendiri memang udah mulai terbiasa dengerin banyak jenis musik, dan aku memang terbuka dan apa adanya ngomongin soal selera musikku itu (maaf ya agak pick me, hehehe). Jadi memang konsep guilty pleasure ini ga relate di kondisi aku. Dan harusnya kita itu boleh menyukai apa yang kita suka tanpa harus takut di-judge ga sih?? Nah…m dengan aktif mengecek berbagai musik baru dan membagikannya, ini justru jadi salah satu cara aku buat ekspresi diri, kalo kita boleh kok menyukai apa pun yang kita suka, tanpa perlu takut, toh apa yang kita lakuin ini juga bukan sesuatu yang jahat dan melukai orang lain kan??? Jadi di bawa enjoy dan santai aja hehehe, musik kan harusnya bikin kita bersatu bukan malah bermusuhan hihihi… 

Ok deh udah cukup dulu basa-basinya, kita langsung ke berita kabar-kabar rilisan album terbaru minggu ini.  Aku mulai dari kabar grup psychedelic pop / indie pop The Olivia Tremor Control yang baru aja rilis album terbarunya berjudul “The Same Place”. Kalo kalian ngeliat jejak rekam band ini, mereka mulai aktif di akhir tahun 90’an, dan bikin 3 album penuh. Tapi sejak album “Black Foliage: Animation Music Volume 1” yang dirilis tahun 1999, mereka ga lagi bikin album studio. Baru setelah 27 tahun lamanya ini, The Olivia Tremor Control akhirnya balik lagi bikin album comeback. Tapi pengerjaan album ini juga menjalani proses yang puanjang banget…, makan waktu bertahun-tahun, dan penuh melewati ketidakpastian. Pihak bandnya sendiri bilang kalau lagu-lagu dari album ini, diambil dari sesi rekaman yang udah mereka kerjain dari tahun 2002-2012, terus mereka juga ngambil salah satu sesi rekaman di tahun 2017, sampai akhirnya dari tahun 2023-2026 mereka mulai aktif lagi rekaman. Jadi bisa dibilang meski mereka udah lama banget “hiatus” bikin album, tapi sebenernya diem-diem mereka masih aktif, dan bahkan rilis album yang semangat dan musiknya masih sama kaya album-album lama mereka. 

Kalo sebelumnya kita ngomongin grup musik lawas, nah berikutnya ada kabar dari musisi, komposer, sekaligus DJ bernama Brian Leeds a.k.a Loidis yang baru aja rilis album studio ke-2 nya berjudul “From the Toolkit of Lovers”. Rekamannya sih udah dimulai sejak musim panas 2025 lalu, tapi Loidis butuh 15 tahun pengalaman plus makan asam garam buat dia bisa nemuin jati diri musik sesuai keinginannya. Dan caranya ini yang bikin album debutnya, “One Day” berhasil dan dapet respon yang positif. Katanya sih, album ini kelanjutan dari konsep album sebelumnya tentang meditasi, cinta, dan musik-musik ambient dub, tapi kali ini durasinya dibikin 2x lebih panjang dengan total durasi sebanyak 111 menit. 

Sekarang aku bakal manjain telinga kalian dan bikin jiwa kalian lebih rileks dengan rilisan album terbaru dari gitaris, penyanyi, sekaligus penulis lagu-lagu soul asal United Kingdom, Michael Kiwanuka yang rilis album berjudul “Fudge”. Meski musik soul itu identik sama musik-musik lawas, tapi Michael Kiwanuka ini baru aktif bikin album studio di tahun 2010’an lho. Dan sejak saat itu bisa dibilang dia salah satu penyanyi pop / soul modern yang sukses dan banyak dikenal orang. Walau ini bakal jadi kabar menggembirakan bagi penikmat musiknya, tapi ada cerita yang cukup sedih dibalik proses pembuatan album ini. Michael Kiwanuka mengaku sempet ngalamin stroke dan harus dirawat selama berbulan-bulan lamanya di rumah sakit. Kondisi terkini dia sedang di rawat di Hampshire, dan alesan dia rilis album ini, karena ngerasa was-was aja dengan kondisi tubuhnya ini, dia khawatir ga bakal rilis album dulu sampai waktu yang nggak bisa ditentukan sekarang. Waduh…, sedih juga ya denger kabarnya semoga lekas membaik kesehatannya, dan untungnya Michael Kiwanuka masih sempet rilis album “Fudge” ini, yang nampilin performa penuh di 12 lagu dengan total durasi 60 menit lebih. 

Nah sekarang aku bakal bawa kalian tancep gas, dan ngelewatin penuh banyak tikungan…. Kenapa aku ngomong gitu?, karena band yang satu ini udah cukup dikenal bikin musik-musik cadas tapi sekaligus juga rumit. Band yang ku maksud itu grup mathcore asal United Kingdom, Frontierer yang baru aja bikin album studio ke-4 nya dengan judul “Ultraviolet Parasite”. Pas aku kunjungin halaman bandcampnya, aku suka banget sama warna-nya yang dominan Pink, apalagi pas ngeliat sampul album yang ada tulisan vertikal gitu, rasanya aku malah nemuin estetika ala-ala Jepang gitu di sini. Tapi kalo musiknya sendiri, beuhhh gahar abis dan uniknya mereka itu suka lho campurin musik-musik hardcore gitu sama elemen musik elektronik. O iya di album ini juga bakal ada lagu kolaborasi Frontierer bersama grup post-hardcore lainnya The Armed. Keduanya bakal kolaborasi di lagu berjudul “ Ions & Oxygen Rockets”.

Kita tinggalin dulu Frontierer, sekarang aku mau ngomongin rilisan baru dari penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika, breakence. Penyanyi yang akrab suka bawain lagu-lagu bergenre emo-rap, alt-R&B, pop rap ini baru aja rilis album studio ke-3 nya dengan judul “Marrow”. Album ini udah dinanti lama banget, 4 tahun lamanya sejak album “Hypochondriac” dirilis tahun 2022 lalu. Sebagai pelampiasannya, brakence udah nyiapin tracklist yang cukup panjang, sebanyak 18 lagu dengan total durasi 68 menit. Wiih… gimana ga puas nih sama album terbarunya? Apalagi semua lagu cuman diisi brakence seorang lho tanpa artist-artist lain yang tampil langsung. 

O iya, beberapa minggu ini ada satu genre musik yang aku mulai coba-coba dengerin. Aku mulai aktif dan nanya rekomendasi sana-sini album-album apa yang perlu didenger pertama kali didenger. Genre musik yang aku maksud itu musik-musik noise dan sejenisnya. Ya jujur sih, even sampe sekarang aku masih belum ngerti gimana cara nikmatinya, tapi at least i try lah hehehe… Nah dari sekian banyak nama ada satu nama band yang dikasih ke aku, yaitu Dis Fig. Dan kebetulan banget nih… produser musik asal Jerman dengan nama asli Felicia Chen ini baru aja rilis album baru dengan judul “What to Make of These Mortal Hands”. Nah kenapa aku tertarik sama musik mereka, karena dari sekian banyak album noise yang aku coba Dis Fig ini juga suka nampilin vokalnya dibanding cuman instrumental aja. Dan musiknya pun setelah aku baca dan coba denger emang bervariasi juga. Ada yang bilang musiknya masuk ke death industrial, power electronics, atau genre-genre lain yang sama sekali belum aku dengerin (huhu….). Dan dari yang aku baca info-info tentang album ini, Dis Fig emang sengaja bikin musiknya itu aneh, berlapis, dan seolah punya dunianya sendiri, karena emang tujuannya itu dari awal. Dia kepingin pendengarnya itu masuk gitu ke dunia ciptaanya dia sendiri yang perlahan-lahan bakal dituntun lewat musik-musiknya. O iya di album ini, Dis Fig juga bakal kolaborasi sama  the wind between, di lagu berjudul “The Account”, dan LUnG yang bakal muncul di lagu “ The Stone Awakens”. 

Nah kalo udah nyinggung musik keras dari tadi, ga afdol dong rasanya kalo kita ga ngomngin metal. Nah musik metal kali ini aku bagi sesuatu yang unik dari band asal Hamburg, Jerman Fvneral Fvkk yang rilis album studio ke-2 nya berjudul “Indecent Idols”. Kenapa unik??, meski ini musik metal… tapi kok aku ngerasa pas dengerin musik-musiknya beberapa, terasa megah, dan malah kaya lagu-lagu kathedral gitu. Bedanya, ini dikasih gitar listrik dan pembawaanya emang nyeremin sih. Gimana nggak, album ini sendiri dari yang aku baca infonya, emang nyeritain tentang kejahatan, penyalahgunaan, serta korupsi yang dilakuin oleh institusi Agama, dari masa lalu sampai masa kini. Ya bisa dibilang, ini album nyeritain tentang dosa besar penyalahgunaan nama Agama gitu (aduhh, ga takut kualat ya orang-orang?? huhuhu..) Album ini sendiri bakal diisi sama total 7 lagu. 

Berikutnya masih seputar tentang metal, tapi kali ini kita beralih ke jenis black metal lainnya, yang tak lain tak bukan adalah black metal hehehe… Wolves in the Throne Room (WITTR) baru aja nih rilis album studio ke-8 nya dengan judul “Estuary”. Kalo kata kak Ivan sih, band black metal asal Olympia, Amerika Serikat ini jadi salah satu band yang bertanggung jawab ngelahirin jenis black metal yang namanya post-black metal. O iya… album ini sendiri, bercerita tentang masa depan setelah peradaban manusia runtuh, atau mungkin orang sering nyebutnya kehidupan pasca kiamat kali ya… Hal ini disampaikan kok sama, Nathan Weaver vokalis utama WIITR: “Album baru kami, “Estuary”, berlatar 1.000 tahun di masa depan, setelah runtuhnya peradaban. Saya selalu merasakan ketenangan saat membayangkan umat manusia lenyap dari dunia, dan alam mengambil alih segalanya. Saya bermimpi untuk berada sendirian dalam situasi seperti itu, merasakan kedamaian dan ketenangan yang utuh. Tema ini sering muncul dalam musik Wolves, namun dalam *Estuary*, tema inilah yang menjadi fokus utama.”  Album ini sendiri terdiri dari 6 lagu dan seperti yang dibilang bakal jadi menjelajahi kehidupan dunia ini seandainya tanpa kehadiran manusia (ihh…, ngeri-ngeri sedap ya temanya, namanya juga black metal sih, hehe…). 

Daripada daritadi ngebayangin yang ngeri-ngeri mulu, berikutnya aku mau ngajak kalian ke dunia musik yang full seneng-seneng, cerah, dan optimis. Musik-musik hyperpop dari yang ku tau dan kubaca emang sering dikaitin sama hal-hal itu, apalagi kalau kalian liat sampul album dan dengerin musiknya, rasanya gemes banget, pengen pencet-pencet kaya squishy hihihii…. Kalo ga percaya, coba aja liat rilisan album terbaru dari duo hyperpop asal los Angeles, passengerprincess dengan judul albumnya, “Puppyluv!!!”. Liat covernya aja kalian pasti bakal ngerasa lucu dan gemeshh, apalagi denger musiknya hehehe… O iya, fyi passengerprincess ini beranggotakan 2 orang, yang masing-masing juga pendiri proyek hyerpop sendiri. Anggota pertama itu, lizzy dari proyek solo hyperpop lizzy’s personal army, nah satunya lagi itu chris alias yang punya proyek hyperpop solo, Neanderthal. O iya selain hasil kerja mereka berdua, produser Russelbuck juga ngebantu bikin lagu dan kolaborasi salah satu lagu mereka berjudul “What do I Say?” 

Sekarang kita beralih ke kabar artist-artist besar. Anderson .Paak baru aja resmi kembali bikin album sejak album kolaborasi fenomenalnya bersama Bruno Mars, “Sonic Silk” dirilis 5 tahun lalu.  Nah kalo sekarang, penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser kelahiran California, Amerika Serikat itu kolaborasi sama rapper bernama Cordae, dengan judul “Heavy is The Crown”. Bagi yang ngikutin karya Anderson .Paak udah lama, harusnya sih ga heran ya, karena .Paak sendiri dari dulu emang udah sering banget kok, mondar-mandir kolaborasi sama rapper-rapper. Mulai dari Chance the Rapper, Freedy Gibbs, Eminem, bahkan sampai rapper 90’an kaya A Tribe Called Quest, Busta Rhymes juga pernah kolab bareng Anderson .Paak. Sebenernya sih, ini bukan pertama kali Cordae kolab bareng Anderson .Paak, sebelumnya di tahun 2019 Cordae rilis singel berjudul “RNP” bareng Anderson .Paak dan J. Cole yang nge-produserin lagu itu.

Selanjutnya datang dari kabar salah satu personil grup K-Pop Blackpink, LISA yang comeback bikin mini album debut berjudul “Press Play”. Kabar kalo LISA bakalan comeback di tahun ini sebenernya udah kedengeran cukup lama. Apalagi ketika rilis single berjudul “SaWaDiKa” itu udah cukup jelas, kalo taun ini LISA bakal comeback di tahun ini, setelah di tahun kemarin dia rilis album debut berjudul “Alter Ego”. Nah selain single “SaWaDiKa”, mini album ini juga berisi 5 lagu lainnya yang masing-masing berjudul “V12”, “Cobra”, “Tarantino”, “Cut U Off”, “Sweat”. O iya selain comeback bikin mini album, LISA sendiri baru aja selesai rilis film dokumenter yang nyeritain sisi personal dan karir dirinya yang diberi judul “Always Lalisa”. 

Nah kalo kabar tadi, dateng dari LISA yang unjuk gigi lewat solo albumnya, kali ini grup K-Pop NMIXX rilis mini album terbaru dengan judul “Strange Muse”. Padahal bulan Mei lalu, grup beranggotakan Haewon, Lily, Sullyoon, Bae, Jiwoo, Kyujin ini baru aja rilis mini album denganjudul “Heavy Serenade”. Dan kayanya kalo kita lihat sih, ke-2 nya masih berhubungan gitu tentang kisah dan cerita mereka buat menghidupkan tempat bernama Mikopia dengan musik-musik mereka. Album ini sendiri juga terdiri dari 6 lagu, dan lagu pertama “Birthday Wish” dijadiin single andalan mini album NMIXX kali ini. Nah yang berbeda kali ini, kalo di “Heavy Serenade” semua personil kompak tampil di semua lagu, khusus di “Strange Muse” ini ada 3 lagu yang nampilin kolaborasi cuman antar 2 member. Lagu “Sing to the Moon” dinyanyiin duet Lily & Haewon, lagu “Hot ‘n Unbothered” dibawain sama duet Sullyoon & Bae, dan terakhir lagu “Whip” dibawain sama Jiwoo & Kyujin. Yang bikin menarik lagi, aku juga denger kalo NMIXX juga bakal rilis album penuh juga tahun ini, wahh tahun ini kita bener-bener dibanjiri rilisan NMIXX nih heheheh. 

Sebagai penutup aku kasih rilisan yang mungkin kalian ga expect akan aku munculin di sini (namanya juga kejutan, ya nggak? heheh). Proyek glitch pop asal Jepang, メトロノリ alias Metronori baru aja rilis album barunya dengan judul “Forgot Reef Number”. Nah judul album itu sendiri terinspirasi dari dari permainan kata:bahasa Jepang. Kata “anshō” (暗礁 yang artinya terumbu karang) dan bagian kata pertama dari “anshō-bangō” (暗証番号 yang artinya nomor PIN) adalah kata yang terdengar sama. Nah dari situ, Metronori ngasih metafora kalo kata-kata itu Ibarat berjalan menyusuri garis pantai, samar-samar teringat terumbu karang, sembari memperhatikan benda-benda kecil yang terbawa arus dan terdampar di sana. Nah selain itu album ini juga bakal nyeritain sisi lain dari Metronori dalam kehidupan nyata, yang sampe sekarang kita ga tau sebenernya siapa dibalik nama Metronori itu. O iya album ini sendiri kebagi jadi 2 bagian, dan masing-masing bagian itu terdiri dari 4 lagu, atau total keseluruhan album ini ada 8 lagu. 

Ok deh, untuk minggu ini aku akhirin sampai di sini dulu. Kalo misalnya belum puas, tenang aku udah nyiapin list album lainnya seperti biasa, pokonya kita bakalan ketemu lagi minggu depan, see you. 

Baca Juga : Dari yang Riuh Untuk Bising, Menggugat Ketenangan Dengan Katastropi

Rilisan Lainnya

Exit mobile version