Album-Teraru-Minggu-Ini-4-September-2026.jpg

Salah satu hal yang paling aku suka tapi baru bikin aku sadar akhir-akhir ini, nyoba musik baru itu kita bisa challenge atau tes limit selera kita sampe seekstrim mungkin, tapi dampak negatif ke kitanya itu minim banget. Misalnya kalo soal makanan, aku ga kuat tahan pedes, tapi pengen coba makanan yang pedesnya sampe berlevel-level itu. Nah ketika pas mulai makan pun, aku kaya ngerasa kesiksa kerasa banget, mulai dari tenggorokan kering, jidat yang keluar keringet terus-terusan, sampe tentu aja yang paling utama sensasi kepedesan yang bisa bikin aku minum air bergelas-gelas. Belum after effect nya perut jadi mules ga karuan, bolak balik kamar mandi, dan bahkan sensasinya bisa tahan berjam-jam (maklum ini sambil cerita pengalaman pribadi ku dulu, coba pertama kali makanan super pedes, sampe kapok hehehehe).

Terus misalnya lagi, kalo soal olahraga, karena aku bukan anak yang sporty banget, paling olahraga yang aku jalanin cuman jogging biasa, atau sesekali coba-coba yoga kalo ada temen yang ngajak. Nah pernah suatu waktu, temen-temen cewekku yang emang masuk tim inti basket sekolah putri ngajak aku buat maen basket sama mereka. Pas main sih keknya asik dan have fun aja, tapi malemnya tiba-tiba tangan sama badan aku kaya ngerasa pegel-pegel dan cape gitu. Terus besoknya tangan-tangan aku pada linu dan sakit semua, jadi bikin susah mau ngapa-ngapain. 

Nah beda cerita soal pas aku coba musik-musik yang jauh beda banget dari yang aku suka. Kalo yang suka baca-baca aku punya tulisan, kalian pasti ngeh kalo aku itu prefer suka musik-musik K-Pop, J-Pop, sesekali denger pop barat atau juga kadang pernah aku suka musik hip-hop. Nah sejak kurang lebih setahunan ini apalagi pas gabung sama Sonorri beberapa bulan lalu, aku jadi sering banget denger-denger musik yang beda mau itu jazz, elektronik, blues, bahkan sampe musik metal dan rock sekalipun. Nah so far selama aku denger banyak musik aneh, berisik, dan beda aku ga ngerasain efek negatif apalagi after effect yang bikin aku kapok buat ngelakuinnya. Ya paling adalah kalo misalnya pas dengerin ternyata aku belum suka atau belum ngena musiknya, tapi it’ok juga karena menurutku namanya butuh penyesuaian juga. Bahkan ketika aku dengerin musik-musik metal ga bikin telinga ku pengang atau kenapa-kenapa, ya paling tinggal agak dikecilin aja volume nya. Intinya aku ga ngerasain dampak fisik, dan malahan gara-gara ini aku jadi suka genre hip-hop yang sebelumnya aku belum pernah denger atau cuman denger hip-hop, karena musik K-Pop banyak import musik itu. 

So jadi buatku, denger banyak musik itu meski memang challenge nya menantang buat denger musik-musik yang beda dan aneh, tapi dampak atau bahkan effort kita buat mulai itu minim, jadi sebenernya bisa tetep dicoba aja berapa kali, tanpa takut ngerasain kapok. So, kenapa aku ngomong begini dari tadi, karena ini ada hubungannya sama rilisan minggu ini yang aku temuin. Minggu ini aku emang lagi challenge diri aku buat nyari dan dengerin rilisan yang emang dari musik-musik keras mau itu rock, metal, punk, emo, apapun lah selama ada suara distorsi gitar yang deres dan drum yang gedebak-gedebuknya kenceng aku dengerin. 

Jadi mungkin rilisan yang aku bahas ga akan sebanyak biasanya, dan mayoritas dari rilisan ini akan berasal dari musik-musik cadas. So langsung aja nih kita mulai ya. Pertama aku kasih yang ringan-ringan dulu, mulai dari grup alternative / indie rock asal Birmingham, Johnny Foreigner yang rilis album baru dengan judul “Forwards!”. Meski namanya kaya nama solo project, tapi sebenernya band ini beranggotakan 4 orang: yang terdiri dari Alexei Berrow (vocals, gitar), Junior Elvis Washington Laidley (drums), Kelly Southern (vocals, bass), dan Lewes Herriot (gitar). Album ini sendiri berpusat pada cerita kampung halaman mereka Birmingham yang punya banyak banget cerita dan kisah-kisah yang menarik tapi sekaligus kelam. Pokonya, Forwards! Bakal nyeritainnya dengan gaya ngikutin kronologis beberapa momen bersejarah kota Birmingham. Judul album ini sendiri katanya diambil dari semboyan kota Birmingham yang justru sering dibuat cemoohan.

Berikutnya ada kuartet emo / alternative rock asal California, Movements yang baru rilis album baru lagi setelah 3 tahun dengan judul “Happier Now”. Nama mereka emang lagi naik sih akhir-akhir ini, berkat album-album sebelumnya yang dapet sambutan hangat dan positif, yang akhirnya bikin nama mereka mulai diperhitungkan. Terbukti mereka bisa ngumpulin total lebih dari 600 juta stream dari seluruh dunia  Belum lagi, album-album mereka diproduseri sama Will Yip yang juga pernah menangin Grammy Awards, dan duet kolaborasi mereka juga bakal balik lagi di album terbaru Movements kali ini. Secara keseluruhan album ini bakal diisi sama 12 lagu baru termasuk track single “Dissolve Me”

Nah mulai dari sini, kayanya kita akan masuk ke menu yang berat-berat nih hehe, santai aja nikmatin aja, siapa tau ini jadi awal perkenalan kalian juga mengenal jati diri yang baru ya hehehe. Ok rilisan berikutnya datang dari grup noise rock / industrial asal Oklahoma, Chat Pile yang rilis album baru dengan judul “Who Loves The Sun”. Kalo diitung-itung tanpa album kolaborasi atau album soundtrack mereka, ini bakal jadi album ke-3 semenjak mereka terbentuk tahun 2019 lalu. Meski bukan sekuel secara langsung, kalo aku baca dan denger cerita konsep dari ke-3 album Chat Pile, satu sama lain mungkin bakalan kerasa nyambung sih. “God’s Country” katanya, khusus ngomongin masyakarat Amerika yang sedang mengalami kecemasan, terus “Cool Word” lebih nampilin sisi dunia kejam yang dikendalikan sama kekerasan sistemik global, nah sekarang “Who Loves The Sun” bakal nyeritain masyarakat yang punya sikap acuh tak acuh dalam menghadapi dunia ini. Dan mereka ngegambarinnya dengan cara ngeliat keseharian kita selama ini. Ya hampir mirip-mirip dengan Johnny Foreigner dan album “Forward!” nya barusan, album baru Chat Pile juga banyak ngomongin soal kota asal mereka mengenai kehidupan dan nuansa di Oklahoma, lewat kaca mereka itu kaya gimana. 

Sekarang kita masuk ke bagian yang emang literally berat, yakni band stoner (Kata kak Ivan, ini salah satu band lejen), Sleep baru aja rilis album baru dengan judul “Hempispheres”. Mereka sebenarnya baru aja comeback bikin lagi album, setelah kurang lebih 8 tahun tanpa rilisan album penuh. Tapi kabar sedihnya, ini justru jadi album pertama Sleep, setelah mereka baru aja berpisah sama gitaris sekaligus salah satu pendiri Sleep, Matt Pike, setelah mereka udah bersama selama 36 tahun. Sebagai gantinya, Bubba Dupree masuk gantiin Matt Pike, dan sekaligus jadi pengalaman pertamanya main dan buat album bareng dengan Sleep. Album ini sendiri cuman punya 5 lagu dengan total durasi 38 menit aja, hmm.. Kira-kira bakal terpuaskan gak ya para penggemar Sleep? Apalagi mengingat mereka punya jeda waktu selama itu agar akhirnya bisa balik lagi bikin album baru. 

Kalo tadi kita ke yang berat, sekarang ayo kita gelap-gelapan hehehe. Gelap-gelapan yang ku maksud itu datang dari band avant-garde black metal Sigh yang rilis album baru dengan judul “Goh-Ka”. Meski udah berumur 36 tahun, dan punya nama yang ok sebagai salah satu tokoh sentral di kancah black metal 90’an, Sigh tetep mau bikin lagu dan berinovasi lho. Ga cuman kejebak nostalgia, tapi Sigh menekankan kalo di album ini bakal terdengar lebih simfonik, teknikal dan yang penting juga album yang personal. Dan kalau yang aku liat sekilas dan baca beberapa liriknya, Sigh ini emang suka mengangkat mitologi kisah-kisah Horor atau mistis Jepang, dan di album ini pun masih demikian. Judul album nya sendiri ‘Goh-ka’ katanya punya 3 makna sekaligus. Makna pertama “Gōka” (業火) yang artinya api neraka penghapus dosa, makna berikutnya “Gōka” (劫火) yang berarti api dahsyat yang melahap dunia di akhir zaman, dan makna terakhir “Gōka” (業果) yang berarti karma. Udah gitu temanya juga filosofis sekaligus spiritual banget, karena nyinggung banyak mengenai referensi kebudayaan dan kepercayaan Buddha juga. Wah… kalo baru baca latar belakangnya menarik atau kaya novel atau film gini, sepertinya aku bakal tertarik dengerin album mereka full, atau bahkan album-album sebelumnya juga nih, heheh. O iya.. Aku lupa ngomong, di album ini, gitaris, sekaligus frontman band progressive metal ternama Opeth, yakni Mikael Åkerfeldt juga jadi tamu kehormatan di album ini. 

Selain Sigh, ada juga band black metal lainnya yang rilis album baru juga, yaitu Devil Master dengan album barunya berjudul “Bloody Dreams”. Meski sama-sama mainin black metal tapi gaya ke-2 dari mereka jauh banget bedanya, bahkan aku yang ga terlalu intens dan paham soal perbedaan black metal pun bakal ngeh bedanya. Setelah aku lanjut baca keterangan album ini, di laman bandcamp mereka, “Bloody Dreams” ada campuran punk-nya, dan juga ada rasa-rasa psikedeliknya juga. Jadi kalo kalian emang nyari black metal yang lebih gelap dan sangar, mungkin aku saranin coba dengerin ini, tapi kalo yang mau lebih filosofis, epik, dan unik bisa coba Sigh.

Berbeda dengan 2 band black metal sebelumnya, Band black metal satu ini bakal terasa lebih familier dan dikenal lebih luas. Band yang aku maksud itu ialah band asal Polandia, Behemoth yang baru rilis album barunya dengan judul “I, Scvlptor”. Dari yang aku liat sih, mereka emang terbilang rajin buat rilis album baru, padahal mereka baru aja rilis album “The Shit ov God” di tahun lalu. Tapi memang sih, meski album ini berisi 8 lagu, tapi satu lagu itu direkam versi live sedangkan lagu lainnya “ Lord ov the Horizons” dijadiin versi alternatif dari versi aslinya. Jadinya, kalo ditotal-total ulang album ini cuman berisi 6 lagu, dan menurut aku malah jadi kaya EP dibanding album penuh hehehe. O iya, dari yang aku liat informasi mengenai album ini, ternyata ini bakal jadi album debut Behemoth yang dirilis di bawah naungan Massacre Records, kalo aku liat album-album seeblumnya, mereka ngerilis album itu di bawah bendera label Nuclear Blast Records. 

Ok sekarang kita udahi dulu sesi black metal-nya, sekarang aku ngajak kalian pindah buat icip-icip nih, rilisan terbaru dari band metalcore / alternative metal, 156/Silence dengan albumnya yang berjudul “From a Distance”. Album ini jadi koleksi ke-6 album penuh 156/Silence sejak mereka memulai semua ini tahun 2015 lalu. O iya, dari album ini terdapat pergantian personil yang masuk-keluar, adalah Lukas Booker bassist mereka yang mutusin untuk keluar band di tahun 2025. Sebagai gantinya, Michael Ernst kembali ke band yang emang pernah menjadi salah satu personil lama 156/Silence. Selain menyajikan musik baru, 156/Silence juga ngajak beberapa musisi / penampil lainnya untuk kolaborasi. Di album ini kita kedatangan grup goth rock Crippling Alcoholism yang muncul di lagu “Collateral”. Selain itu vokalis The Devils Wears Prada, Mike Hranica juga ikutan nyumbang teriakannya di lagu “Cannon Fodder”. Dan terakhir ada Alex Reade yang muncul di lagu “From a Distance”. 

Ok di penghujung artikel kali ini, aku bakal kasih nafas dulu buat kalian sejenak sebelum lanjut aktifitas lain setelah dari tadi ngos-ngosan denger yang cepet, bising, dan cadas hehehe. Yang pertama datang dari kabar grup indie folk asal Prancis, Syd Matters yang berjudul “A Gospel of Some Sort”. Album ini bakalan jadi album pertama dari 15 tahun Syd Matters yang sempet menghilang tanpa membuat album penuh apapun. Meski kurang jelas alasan mereka kenapa kasih jeda atau rehat selama itu buat album baru, tapi aku baca mungkin gara-gara vokalis utama mereka Jonathan Morali yang sempet berubah haluan sejenak dengan lebih fokus garap musik untuk soundtrack film atau game sampe akhirnya balik mutusin ngelanjutin proyek Syd Matters ini. Meski udah lama ga buat album, tapi mereka masih tetep nampilin irama musik sejuk khas mereka yang penuh petikan gitar akustik, vokal halus, dan synth yang bermajarela. 

Berikutnya dan yang terakhir ada album terbaru dari penyanyi kelahiran Chile, ARKILA dengan rilisan album barunya berjudul “Lucy miró al mundo y notó que está girando”. Namanya sendiri mulai dikenal sejak dia rilis album deburnya “Epistolares”. Bahkan di albumnya ini, ARKILA berhasil digaet sama salah satu label musik terbesar, Atlantic Records dan bikin serta perilisan album ini berada di bawah bendera Atlantic. Total album ini terdapat 14 lagu dengan durasi yang mencapai 43 menit. Tapi nggak cuman itu aja, ARKILA juga ngajak musisi lain buat kolab juga di album ini. Pertama ada Jane Remover yang ngisi vokal di lagu yang berjudul “Suave”, dan dia juga ngajak penyanyi asal Spanyol Guitarricadelafuente buat duet bareng di lagu “Santiago De Chile.”

Ok segitu aja dari aku, untuk minggu ini ya, ges ya. Mungkin nanti kedepannya kalo aku lagi mood buat challenge-challenge lagi kaya gini, aku bakal nulis dan ngasih rekomendasi dari genre tertentu yang belum aku dengerin, biar kalian juga siapa tahu jadi tergerak dan terpacu untuk ngelakuin hal yang sama kaya aku hehehe. O iya kalo kalian misal ternyata belum ada yang cocok dengan album pilihanku di atas, tenang aku juga tetep ngasih list album lainnya yang juga rilis di minggu ini. Jadi kalian masih punya referensi tambahan mengenai rilisan album baru minggu ini, siapa tau aja ada yang nyantol salah satu di antaranya hehehe.

Akhir kata aku pamit dulu ya, minggu depan kita ketemu lagi, dan jangan lupa kalian jaga kesehatan, tetap olahraga, minum air putih yang banyak, dan jaga pola makan. See you next week

Baca Juga : Dari yang Riuh Untuk Bising, Menggugat Ketenangan Dengan Katastropi

Rilisan Lainnya

  • 1-800 Mikey – In Yun
  • A Night in Texas – The Darkest Side of Humanity
  • Acausal Intrusion – Vomit Meditations
  • Accept – Teutonic Titans: 1976-2026
  • Acid Mothers – In A Not C
  • ADELA – Prima
  • Arab Strap – Half-Told Tales
  • Bayonne – Filters
  • Blu & Sndtrak – LA
  • Buenos Vampiros – El último disparo
  • Carmel Villain – Memoria
  • corto.alto – Some Small Fortune
  • Culk – Smogstar
  • Cyst – ᲘᲘ
  • Dizzee Rascal – We Want Bass
  • DJ Uratau – Ornitofagia
  • fade away – and you, i let go in anger
  • Februus – Construction of Conflict
  • girlfriend. – Carousel
  • Gravvård – Stora allvaret
  • Green Carnation – A Dark Poem, Pt. III: The Messiah Complex
  • Grimner – Stormvingar
  • Hadopelagyal – Zalmathic Necroichorion
  • Harrison Gordon – BLISS
  • Jay Mitta – Kazi Kwanza
  • Kasabian – Act III
  • KingCrown – Moonfall
  • Klara Lewis – Opening
  • Kraanerg – Aria for Labellum Tongues
  • Manami – Treading Dub
  • Matilda Mann – Kismet
  • Messyhair – Frutiger Amplifier
  • Moon Destroys – Omni
  • Mucoid – Away
  • Natalie Imbruglia – Algorithm
  • Natanya – Attitude Era!
  • Nigredo – Archer XIII
  • Personal Trainer – Human Assholes
  • Peste Negra – Finitude
  • Rahvn – The Purity of Vengeance
  • Rebecca Black – Age of the Exhibitionist
  • Severoth – Waves
  • SpiderWeb – Not Yours.
  • Sworn – Null Crowned the Infinite
  • TAEMIN – Phase 1 : Soft Violence
  • The Black Wizards – Force Majeure & the Acts of God
  • The Black Wizards – Force Majeure & the Acts of God
  • The Thermals – Under Crushing Rain
  • Troth – The Limits of a Light Touch
  • Vanessa Funke – Aura
  • Venomous Echoes – Ŋvęŧş: Violator of Mater
  • Witchburner – Black Raging Flames
  • Worship the Pestilence – Death Bonanza
  • Yaelokre – Foreword

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *